Untuk rasa merebak di berbagai kota seusai perintah penangkapan dan penahanan Wali Kota Istanbul Ekrem Imamoglu disahkan pengadilan.
24 Mar 2025 12:02 WIB · Foto
Perintah pengadilan untuk menahan Wali Kota Istanbul Ekrem Imamoglu, yang ditangkap polisi dirumahnya pada Rabu (19/3/2025) dini hari, membuat situasi politik Turki makin panas.
Ratusan ribu pengunjuk rasa yang berkumpul di luar balai kota Istanbul pada Minggu (23/3/2025) malam untuk memprotes penangkapan wali kota yang merupakan saingan utama Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan itu berubah menjadi bentrokan.
Lemparan petasan dan batu dibalas ribuan polisi antihuru-hara dengan tembakan gas air mata, peluru karet, semprotan merica, dan tembakan meriam air.
Ratusan demonstran ditangkap, termasuk mereka yang dalam kondisi terluka.
Partai Rakyat Republik (CHP) yang menjadi pendukung utama Imamoglu menyebut penangkapan ini sebagai kudeta demokrasi di Turki.
Imamoglu dengan Partai Rakyat Republik terpilih menjadi wali kota Istanbul setelah memenangi pemilihan pada 31 Maret 2024 dan mengalahkan Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP) yang mendukung Presiden Recep Tayyip Erdogan.
Kekalahan ini menjadi pukulan telak bagi kubu Erdogan dan partainya yang telah berkuasa di Istanbul selama 25 tahun terakhir.
Pemilihan ulang pada 13 Juni 2024 yang dilakukan setelah tuduhan kecurangan atas kemenangan Partai Rakyat Republik kembali dimenangi oleh Imamoglu.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/03/24/5ed15511-41b7-4256-9ce0-729e11397bfa_jpg.jpg)
Polisi segera memindahkan Imamoglu ke Penjara Silivri, sebelah barat Istanbul. Kementerian Dalam Negeri Turki juga mengumumkan pemberhentian sementara dari tugasnya sebagai wali kota Istanbul dan menunjuk seorang pelaksana tugas wali kota.
Sementara itu, dari 47 orang yang ditangkap dan ditahan bersamaan dengan penangkapan imamoglu, sebanyak 44 orang telah dibebaskan. Tiga sisanya, yang merupakan ajudan dan dua wali kota distrik, masih ditahan berdasar putusan pengadilan.
CHP juga telah menyiapkan kotak suara simbolis ”pemungutan suara solidaritas” di seluruh negeri dan mengajak masyarakat untuk mengekspresikan dukungan mereka kepada Imamoglu.
Pada Minggu malam, penghitungan suara telah mencapai sekitar 15 juta orang, di mana sekitar 13 juta di antaranya berasal dari anggota non-partai yang memberikan suara sebagai bentuk solidaritas.
Selain di Turki, unjuk rasa juga mulai terjadi di Jerman. Ribuan warga keturunan Turki dan pegiat HAM bersama-sama meneriakkan slogan demokrasi dan pembebasan Imamoglu.
Penulis:
Ignatius Danu KusworoEditor:
Demitrius Wisnu WidiantoroPenyelaras Bahasa:
Teguh Candra