Ujian Sesungguhnya bagi Timnas Bola Voli Indonesia

Dengan tekanan lebih besar dan lawan lebih kuat, Indonesia akan mendapatkan ujian sesungguhnya di perempat final AVC Nations Cup 2025 kontra Pakistan.

20 Jun 2025 20:29 WIB · Olahraga

Oleh Rebiyyah Salasah

MANAMA, JUMAT — Timnas bola voli Indonesia akan menghadapi ujian sesungguhnya ketika berlaga di babak perempat final AVC Nations Cup 2025. Tak hanya akan melawan tim kuat, Pakistan, Indonesia juga bakal mendapatkan tekanan lebih besar untuk bisa melaju ke semifinal untuk pertama kalinya.

Pertemuan Indonesia dengan runner-up AVC Nations Cup 2024 (dahulu masih bernama AVC Challenge Cup), Pakistan, itu akan digelar di Isa Bin Rashed Hall, Manama, Bahrain, Sabtu (21/6/2025) pukul 18.00 WIB. Dio Zulfikri dan kawan-kawannya wajib meraih kemenangan jika ingin menorehkan prestasi lebih baik dari edisi-edisi sebelumnya.

Dalam dua kali keikutsertaan di AVC Nations Cup, pencapaian terbaik Indonesia adalah lolos ke perempat final dan finis sebagai peringkat keenam dari 15 peserta. Indonesia meraihnya pada turnamen edisi 2023.

Pada 2024, Indonesia diperkuat para pemain muda dengan rata-rata usia 17,21 tahun. Mereka hanya bisa finis pada peringkat ke-11 dari total 12 peserta.

Para pemain tmnas bola voli Indonesia merayakan poin saat melawan Bahrain pada laga terakhir penyisihan grup AVC Nations Cup 2025 di Isa Bin Rashed Hall, Manama, Bahrain, Sabtu (21/6/2025). Indonesia kalah dengan skor 0-3 (13-25, 25-27, 22-25).

AVC Nations Cup 2025 merupakan nama baru dari AVC Challenge Cup, turnamen bola voli internasional tahunan yang diselenggarakan oleh AVC (Konfederasi Bola Volu Asia). AVC Nations Cup menyediakan jalan untuk menembus Liga Bola Voli Nasional (VNL) lewat peringkat dunia.

Kemenangan di tiap laga AVC Nations Cup akan menambah poin yang pada akhirnya bisa mendongkrak peringkat dunia suaru negara. Selain itu, juara turnamen ini akan lolos ke Kejuaraan Asia 2026.

Tekanan bagi Indonesia untuk melampaui torehan terbaik sebelumnya juga makin besar, terutama setelah timnas putri, yang juga ikut AVC Nations Cup 2025, mengakhiri turnamen dengan posisi kelima. Prestasi ini masih jauh dibandingkan hasil terbaik mereka sebagai runner-up pada edisi 2023.

Timnas putra menjadi tumpuan harapan bagi bola voli dalam ruangan Indonesia untuk mengawali prestasi tahun ini. Prestasi baru ditorehkan timnas bola voli pantai yang menjadi juara turnamen antarnegara Asia Tenggara dan Asia Timur, Sanvinest Khanh Hoa Cup, untuk sektor putra dan runner-up untuk sektor putri pada ajang yang sama.

Timnas bola voli pantai putra, lewat Bintang Akbar/Sofyan Rachman Efendi, juga menjadi runner-up seri Volleyball World Beach Pro Tour 2025 di Qingdao, China. Ajang ini merupakan seri dari sirkuit voli pantai profesional elite global yang diselenggarakan oleh Federasi Bola Voli Internasional (FIVB).

Para pemain tmnas bola voli Indonesia merayakan poin saat melawan Bahrain pada laga terakhir penyisihan grup AVC Nations Cup 2025 di Isa Bin Rashed Hall, Manama, Bahrain, Sabtu (21/6/2025). Indonesia kalah dengan skor 0-3 (13-25, 25-27, 22-25).

Namun, upaya Indonesia untuk melangkah jauh di AVC Nations Cup ini tak akan mudah. Pada pertemuan terakhir dengan Pakistan di Kejuaraan Asia 2023 di Iran, Indonesia juga kesulitan meraih kemenangan.

Saat itu, kedua tim tersebut bertemu pada laga perebutan posisi ke-7 sampai 10. Indonesia takluk 2-3 (25-19, 22-25, 25-23, 13-15, 12-15) dari Pakistan.

Di AVC Nations Cup 2025, Pakistan  juga belum terkalahkan dalam dua pertandingan sehingga keluar sebagai juara Pul C. Pakistan menaklukkan dua lawan yang juga kuat, Taiwan dan Filipina.

Di sisi lain, Indonesia kalah dari Bahrain pada laga perebutan posisi juara Pul A dengan skor 0-3 (13-25, 25-27, 22-25). Tim asuhan Pelatih Jeff Jiang Jie gagal mengulang performa impresif yang sebelumnya ditampilkan ketika mengalahkan Thailand pada laga pertama.

”Anak-anak tidak fokus dan bola pertama jadi kendala utama kami hari ini,” ujar Erwin Rusni, asisten pelatih timnas Indonesia, seusai laga.


Kerabat Kerja

Penulis:

Rebiyyah Salasah
 | 

Editor:

Yulvianus Harjono
 | 

Penyelaras Bahasa:

Rosdiana Sitompul