Ukraina-AS Jadwalkan Perundingan di Arab Saudi untuk Akhiri Perang Ukraina-Rusia

Rencana perundingan AS-Ukraina terbuka setelah Zelenskyy mengirim surat kepada Presiden AS Donald Trump, antara lain berisi permintaan maaf. Perundingan itu akan digelar di Arab Saudi.

07 Mar 2025 09:44 WIB · Internasional

Oleh Irene Sarwindaningrum

BRUSSELS, JUMAT — Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengungkapkan, perundingan antara Ukraina dan Amerika Serikat untuk mengakhiri perang Ukraina-Rusia akan digelar di Arab Saudi, pekan depan. Secara terpisah, Presiden AS Donald Trump mengonfirmasi rencana kunjungan dirinya ke Arab Saudi dalam waktu dekat, tetapi tidak memberikan keterangan soal kapan kunjungan tersebut.

Rencana perundingan AS-Ukraina itu terbuka setelah Zelenskyy mengirim surat kepada Trump yang antara lain berisi permintaan maaf. Hal ini diungkapkan Zelenskyy dalam pidatonya di Brussels, Belgia, setelah mengikuti pertemuan darurat dengan para pemimpin Uni Eropa, Kamis (7/3/2025) malam waktu setempat atau Jumat pagi WIB.

Adanya surat Zelenskyy tersebut juga disampaikan Trump dalam pidatonya di hadapan para anggota Kongres AS di Capitol Hill, Washington DC, AS, Selasa lalu.

Zelenskyy mengatakan, ia dan timnya akan ke Arab Saudi pada Senin (10/3/2025). Ia dijadwalkan mengunjungi Arab Saudi untuk bertemu dengan Putra Mahkota Arab Saudi Pangeran Mohammed bin Salman (MBS). Setelah pertemuan itu, timnya akan tetap di sana untuk mengadakan pembicaraan dengan pejabat AS.

”Saya dijadwalkan mengunjungi Arab Saudi untuk bertemu dengan Putra Mahkota. Setelah itu, tim saya akan tinggal di Arab Saudi untuk bekerja sama dengan mitra AS. Ukraina sangat tertarik pada perdamaian,” kata Zelenskyy.

From left, European Council President Antonio Costa, Ukraine's President Volodymyr Zelenskyy and European Commission President Ursula von der Leyen arrive for an EU Summit at the European Council building in Brussels, Thursday, March 6, 2025. (AP Photo/Omar Havana)

Di Washington pada hari yang sama, Utusan AS untuk Timur Tengah, Steve Witkoff, mengonfirmasi rencana perundingan AS-Ukraina. Ia mengatakan, ia berencana ke Arab Saudi guna berbicara dengan utusan Ukraina.

Pertemuan itu, menurut rencana, membahas tentang gencatan senjata dengan Rusia serta kerangka kerja untuk perjanjian yang lebih panjang. ”Kami sekarang sedang berdiskusi untuk mengoordinasikan pertemuan dengan Ukraina di Riyadh, atau bahkan mungkin di Jeddah,” kata Witkoff.

”Idenya adalah untuk mendapatkan kerangka kerja bagi perjanjian damai dan gencatan senjata awal juga,” ujarnya.

Witkoff mengatakan, Presiden Trump senang dengan surat yang dikirim oleh Presiden Zelenskyy setelah konfrontasi verbal di Gedung Putih pada Jumat (28/2/2025) pekan lalu.

Menurut Witkoff, Trump merasa bahwa surat Zelenskyy merupakan langkah awal yang sangat positif. ”Ada permintaan maaf. Ada pengakuan bahwa AS telah melakukan begitu banyak hal untuk negara Ukraina, dan rasa terima kasih,” ujarnya.

Pada 18 Februari 2025, Arab Saudi menjadi tuan rumah pertemuan AS dan Rusia. Ukraina tidak hadir. Awalnya, Zelenskyy akan bertemu dengan MBS keesokan harinya secara terpisah, tetapi pertemuan itu ditunda.

Dalam pertemuan di Gedung Putih yang berakhir dengan pertengkaran itu, Trump dan Wakil Presiden AS JD Vance menuduh Zelenskyy tidak cukup berterima kasih kepada AS atas bantuan senjata senilai miliaran dollar AS yang diberikan sejak serangan Rusia ke Ukraina pada tahun 2022.

Vice President JD Vance, right, speaks with Ukrainian President Volodymyr Zelenskyy, left, as President Donald Trump listens in the Oval Office at the White House, Friday, Feb. 28, 2025, in Washington. (AP Photo/ Mystyslav Chernov)

Zelenskyy pergi dari Gedung Putih tanpa menandatangani perjanjian mineral tanah jarang yang diminta oleh Trump. Perjanjian itu sedianya mengharuskan Ukraina menyerahkan sebagian besar kekayaan mineralnya kepada AS.

Ketika ditanya apakah Ukraina akan menandatangani kesepakatan mineral langka tersebut selama pembicaraan di Arab Saudi, Witkoff mengatakan, Zelenskyy telah menawarkan menandatangani perjanjian itu, tetapi hasilnya masih perlu dinanti.

Di Kyiv, seorang pejabat senior Ukraina mengatakan, delegasi Ukraina dan AS diperkirakan bertemu pada Selasa (11/3/2025) di ibu kota Arab Saudi, Riyadh. Menurut Zelenskyy, negosiator Ukraina dan AS terus melanjutkan tugas mereka. ”Kami berharap pekan depan kami akan mengadakan pertemuan yang berarti,” kata Zelenskyy.

Dalam upayanya untuk menyelamatkan kerja sama dengan Washington, Zelenskyy menyatakan siap bekerja menuju kesepakatan damai di bawah kepemimpinan Trump yang kuat. Ia juga menyatakan siap menyelesaikan kesepakatan tentang akses AS pada sumber-sumber daya mineral Ukraina.

Quote

Kami berharap pekan depan kami akan mengadakan pertemuan yang berarti.

Perdana Menteri Inggris Keir Starmer bekerja sama dengan Presiden Perancis Emmanuel Macron untuk menjembatani Trump dan Zelenskyy. Keduanya telah mengajukan usul gencatan senjata selama satu bulan di udara, di laut, dan pada infrastruktur energi.

Macron dan Starmer juga telah menyerukan pembentukan Coalition of The Willing (Koalisi Kemauan) untuk membantu mengamankan gencatan senjata Ukraina-Rusia. Seorang pejabat Inggris mengatakan, pembicaraan dengan sekitar 20 negara sedang berlangsung untuk koalisi itu.

Melalui Coalition of The Willing itu, Perancis dan Inggris menggalang kekuatan mengirim pasukan ke Ukraina dalam menghadapi Rusia. Macron mengatakan, pasukan itu dimaksudkan untuk menjaga gencatan senjata tetap berjalan, bukan untuk bertempur. 

Beberapa negara Eropa mengatakan, mereka bersedia mengerahkan pasukan ke Ukraina sebagai jaminan keamanan.

This handout picture taken and released by the Russian Foreign Ministry shows (L-R) US Middle East envoy Steve Witkoff, Secretary of State Marco Rubio, National Security Advisor Mike Waltz, Saudi Arabia's Foreign Minister Prince Faisal bin Farhan al-Saud, National Security Advisor Mosaad bin Mohammad al-Aiban, the Russian president's foreign policy advisor Yuri Ushakov, and Russia's Foreign Minister Sergei Lavrov attending a meeting together at Riyadh's Diriyah Palace on February 18, 2025. Russia told the United States in talks on February 18 that it opposed any NATO member sending troops to Ukraine as part of a ceasefire, Moscow's foreign minister said. (Photo by RUSSIAN FOREIGN MINISTRY / AFP) / RESTRICTED TO EDITORIAL USE - MANDATORY CREDIT "AFP PHOTO / X account of Russian Foreign Ministry " - NO MARKETING NO ADVERTISING CAMPAIGNS - DISTRIBUTED AS A SERVICE TO CLIENTS

Namun, Rusia menegaskan kembali bahwa mereka tidak akan menerima pasukan Eropa di Ukraina. Rusia juga tak menerima sekadar gencatan senjata sementara dan mengatakan perlu ada penyelesaian akhir.

Pendekatan Trump kepada Presiden Rusia Vladimir Putin untuk mengakhiri perang di Ukraina mengguncang Eropa. Pendekatan Trump kepada Putin itu dinilai mengabaikan Eropa. Di sisi lain, hal itu justru merekatkan Inggris dengan Uni Eropa (UE), lima tahun setelah Inggris keluar dari blok itu.

Trump ke Arab Saudi

Di kesempatan berbeda, Trump juga mengatakan berencana untuk mengunjungi Arab Saudi dalam waktu dekat tanpa memberi tanggal. Ia mengisyaratkan, pertemuan itu untuk mencapai kesepakatan senilai 1 triliun dollar AS.

”Saya katakan, saya akan pergi jika Anda membayar satu triliun dollar AS, satu triliun dollar AS kepada perusahaan-perusahaan AS, pembelian selama periode empat tahun, sebesar satu triliun dollar AS,” katanya, mengacu pada durasi masa jabatan kepresidenannya.

Namun, Trump tak menjawab ketika ditanya apakah ia akan bertemu dengan Putin di Arab Saudi.

FILE- President Donald Trump shakes hands with Saudi Deputy Crown Prince and Defense Minister Mohammed bin Salman during a bilateral meeting, in Riyadh, May 20, 2017. (AP Photo/Evan Vucci, File)

Kunjungan Trump ke Arab Saudi akan menjadi lawatan pertama Trump ke luar negeri dalam masa jabatan keduanya sebagai Presiden AS ini.  Di periode pertama jabatannya pada 2017, Trump juga memilih Arab Saudi sebagai lawatan pertama.

Hal ini karena kerajaan Arab itu berjanji membeli produk AS senilai 450 miliar dollar AS. Lawatan Trump ke Arab Saudi itu mematahkan tradisi Presiden AS yang biasanya mengunjungi Inggris sebagai lawatan ke luar negeri pertamanya.

Mempersenjatai kembali Eropa

Di pertemuan darurat di Brussel pada Kamis (6/3/2025), para pemimpin Eropa mencapai kesepakatan untuk meningkatkan pertahanan UE. Hal ini karena Washington mengatakan pembicaraan dengan Kyiv kembali ke jalur yang benar untuk mengamankan gencatan senjata dengan Moskwa.

Negara-negara Eropa menyetujui rencana mempersenjatai kembali Eropa. Macron juga mengusulkan penggunaan nuklir Perancis untuk meningkatkan pertahanan Eropa.

Kesepakatan dicapai dibayangi kekhawatiran terhadap kekuatan militer Rusia serta kemungkinan AS mencabut dukungan pertahanannya pada Eropa.

”Kami bergerak dengan tegas menuju Eropa dengan pertahanan yang kuat dan lebih berdaulat. Kami membuktikan kata-kata kami,” kata Presiden Dewan Eropa Antonio Costa, yang mengepalai dewan beranggotakan 27 pemimpin negara anggota UE setelah pertemuan.

TOPSHOT - France's President Emmanuel Macron gestures as he addresses the media during a press conference at the end of a Special European Council to discuss continued support for Ukraine and European defence at the EU headquarters in Brussels on March 6, 2025. European Union leaders hold emergency talks in Brussels gathering as the Trump administration upends traditional alliances and retracts wartime backing of Ukraine. The summit brings all 27 EU leaders together for the first time since the explosive meeting between US and Ukraine presidents on February 28, 2025, with US military aid and intelligence sharing since suspended. (Photo by Ludovic MARIN / AFP)

Kesepakatan yang dicapai dalam pertemuan darurat itu adalah memobilisasi sekitar 800 miliar euro (860 miliar dollar AS) untuk belanja pertahanan. Pertemuan ini juga berkomitmen untuk memeriksa proposal skema pinjaman hingga 150 miliar euro kepada negara-negara anggota UE untuk belanja pertahanan.

Kesepakatan tersebut melonggarkan aturan fiskal yang memungkinkan negara-negara anggota UE belanja lebih banyak untuk kepentingan militer. ”Hari ini sejarah sedang ditulis,” kata Ketua Komisi Eropa Ursula von der Leyen.

Ia mengatakan, 27 pemimpin Uni Eropa bertekad memastikan keamanan Eropa dan bertindak dengan skala, kecepatan, dan tekad yang dituntut oleh situasi terbaru.

Pernyataan itu menyoroti perubahan besar dalam geopolitik yang didorong Trump. Kebijakan Trump telah merusak kerja sama AS-Eropa yang telah berlangsung 80 tahun yang didasarkan pada pemahaman bahwa AS akan membantu melindungi negara-negara Eropa setelah Perang Dunia II.

Selain meningkatkan pertahanan, pertemuan itu juga menyepakati pernyataan dukungan kepada Ukraina. Isinya, Ukraina harus berada dalam posisi sekuat mungkin untuk mengamankan perdamaian yang adil dan abadi.

Pernyataan para pemimpin UE tersebut mengulangi seruan untuk jaminan keamanan yang kuat dan kredibel untuk mencegah agresi Rusia di masa mendatang. Teks pernyataan itu  didukung oleh 26 dari 27 negara anggota UE.

Perdana Menteri Hongaria Viktor Orban menolak sebagian pernyataan pertemuan yang mendukung Ukraina. Orban merupakan pendukung Trump dan dianggap sebagai sekutu dekat Putin.

Sebanyak 26 pemimpin Uni Eropa lainnya menyetujui sikap blok tersebut bahwa tidak akan ada negosiasi mengenai Ukraina tanpa Ukraina. Selain itu, Eropa juga harus terlibat dalam setiap pembicaraan yang melibatkan keamanan mereka.

Para pemimpin UE menyambut Zelenskyy di Brussels sebagai bentuk dukungan mereka, sepekan setelah keretakannya dengan Trump. Pertengkaran Zelenskyy dan Trump di Gedung Putih diikuti kebijakan AS menghentikan bantuan militer dan pembagian informasi intelijen dengan Kyiv.

European Council President Antonio Costa listens to European Commission President Ursula von der Leyen during a press conference at the end of a Special European Council to discuss continued support for Ukraine and European defence at the EU headquarters in Brussels on March 6, 2025. European Union leaders hold emergency talks in Brussels gathering as the Trump administration upends traditional alliances and retracts wartime backing of Ukraine. The summit brings all 27 EU leaders together for the first time since the explosive meeting between US and Ukraine presidents on February 28, 2025, with US military aid and intelligence sharing since suspended. (Photo by NICOLAS TUCAT / AFP)

Akan tetapi, pertemuan darurat UE itu tidak menghasilkan pengumuman bantuan baru pada Ukraina. Beberapa negara UE berpendapat, saat ini Eropa telah mengalokasikan uang cukup banyak untuk memenuhi kebutuhan Kyiv meskipun AS membekukan bantuannya.

Norwegia, yang bukan anggota UE, mengumumkan bahwa mereka akan menggandakan bantuan ke Ukraina untuk tahun 2025 sehingga totalnya menjadi 7,8 miliar dollar AS. ”Kami sangat bersyukur bahwa kami tidak sendirian,” kata Zelenskyy menyambut pernyataan dukungan itu.

(AP/AFP/Reuters)


Kerabat Kerja

Penulis:

Irene Sarwindaningrum
 | 

Editor:

Muhammad Samsul Hadi
 | 

Penyelaras Bahasa:

Lucia Dwi Puspita Sari