Selama seminggu, Rusia kirim 800 bom udara berpemandu, 460 pesawat nirawak serang, dan 20 rudal, termasuk Oreshnik. Ukraina butuh sistem pertahanan udara ampuh.
25 Nov 2024 08:14 WIB · Internasional
KYIV, MINGGU — Ukraina membutuhkan sistem pertahanan udara yang ampuh melindungi rakyat dari ancaman seperti rudal balistik jarak menengah baru milik Rusia, Oreshnik. Ukraina juga sepanjang Sabtu (23/11/2024) malam sudah menembak jatuh 50 dari 73 pesawat nirawak Rusia. Ukraina meminta bantuan dari negara-negara sekutunya di Barat untuk menyediakan sistem pertahanan udara ampuh itu.
”Dunia punya sistem pertahanan udara yang mampu bertahan terhadap ancaman semacam itu juga. Ini yang harus jadi fokus kita semua,” kata Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiyy, Minggu (24/11/2024).
Zelenskiyy, melalui aplikasi Telegram, mencatat sistem peringatan udara di segala penjuru Ukraina berbunyi hampir setiap hari. Selama satu pekan terakhir, Rusia telah mengerahkan lebih dari 800 bom udara berpemandu, 460 pesawat nirawak serang, dan 20 rudal berbagai jenis, termasuk rudal Oreshnik.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2023/03/02/3b8fba2d-295e-4d79-9c0d-5c49bdd797e0.jpg)
Kepala Administrasi Militer Ukraina Serhiy Popku mengatakan, pesawat tak berawak Rusia terbang ke berbagai arah. Peringatan adanya serangan udara di Kyiv berbunyi selama tiga jam.
”Ukraina bukan tempat uji coba senjata. Ukraina adalah negara berdaulat dan merdeka. Namun, Rusia masih saja berupaya membunuh rakyat kami, menyebarkan ketakutan dan kepanikan, serta melemahkan kami,” kata Zelenskiyy.
Saat ini Ukraina sedang bekerja sama dengan sekutunya untuk merespons rudal Oreshnik Rusia. Namun, saat ini, kata Zelenskiyy, pihaknya masih menganalisis pecahan-pecahan rudal Oreshnik untuk mengetahui spesifikasinya.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan, Rusia menggunakan sistem rudal baru untuk menekan Ukraina. Rudal yang digunakan adalah rudal balistik antarbenua, Oreshnik. Rudal yang namanya berarti Pohon Hazel itu digunakan Rusia menyerang basis militer Ukraina di kota Dnipro.
Rudal itu digunakan sebagai respons atas penggunaan rudal ATACMs dan Storm Shadow oleh Ukraina selama satu pekan terakhir di Rusia. Putin sesumbar tidak ada sistem pertahanan apa pun yang bisa mencegat rudal Oreshnik karena dia bisa terbang dengan kecepatan 10 kali kecepatan suara.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2024/11/25/32e5798caa9f40055da1aa4713eb7f57-000_36N922U.jpg)
Ukraina, Minggu, memperlihatkan kepada wartawan pecahan-pecahan logam bagian dari rudal di lokasi yang dirahasiakan. Dinas Keamanan Ukraina tidak menyebutkan nama rudalnya, tetapi hanya disebut itu jenis rudal yang belum pernah mereka lihat sebelumnya.
Oleg, salah satu penyelidiknya, mengatakan, ini pertama kalinya serpihan rudal semacam itu ditemukan di wilayah Ukraina. ”Barang ini belum pernah didokumentasikan oleh penyelidik keamanan sebelumnya,” ujarnya.
Oleg mengatakan bahwa tim penyelidik sedang memeriksa serpihan-serpihan itu dan nantinya akan bisa diketahui karakteristik rudal itu. Yang jelas, rudal itu bersifat balistik dan menyebabkan kerusakan di Dnipro. Informasi yang dimiliki Ukraina sejauh ini adalah rudal Oreshnik itu mencapai kecepatan tertinggi sekitar 13.000 kilometer per jam saat menuju Dnipro. Rudal itu memiliki jangkauan hingga 5.500 kilometer.
Menurut militer AS, desain rudal Oreshnik, didasarkan pada rudal balistik antarbenua (ICBM) RS-26 Rubezh yang memiliki jangkauan lebih jauh. Rudal Oreshnik masih dalam tahap percobaan dan Rusia kemungkinan tak punya banyak stok rudal Oreshnik.
Namun, Putin sesumbar punya stok yang siap digunakan kapan saja dan ke mana saja. Untuk saat ini, masih banyak yang belum jelas, termasuk tingkat kerusakan akibat rudal Oreshnik. Ukraina jarang mengungkapkan kerusakan pada target militer karena khawatir informasi itu akan menguntungkan Rusia.
Ukraina telah kehilangan sekitar 40 persen wilayah di Kursk, Rusia, yang direbutnya dalam serangan mendadak, Agustus lalu. Pasukan Rusia berhasil merebutnya kembali dalam serangan balasan. Rusia mengerahkan sekitar 59.000 tentara ke wilayah Kursk.
”Kami masih menguasai sekitar 1.376 kilometer persegi, tetapi bisa semakin berkurang karena pasukan Rusia terus menyerang balik,” kata seorang sumber militer Ukraina.
Dengan dorongan ke Kursk, Ukraina hendak membendung serangan Rusia di Ukraina timur dan timur laut agar Rusia menarik kembali pasukannya di timur. Serangan itu juga awalnya diharapkan Ukraina akan bisa memberikan posisi tawar lebih baik bagi Ukraina.
Namun, pasukan Rusia masih terus maju di wilayah Donestsk. Zelenskiyy mengatakan, Putin ingin menduduki seluruh wilayah Donbas yang terdiri dari Donetsk dan Luhansk, dan mengusir pasukan Ukraina dari Kursk.
”Bagi Putin, yang terpenting adalah mendorong kami keluar dari Kursk. Dan saya yakin dia ingin mendorong kami keluar pada 20 Januari. Sangat penting bagi Putin untuk menunjukkan bahwa dia masih mengendalikan situasi di Ukraina,” kata Zelenskiyy yang mengacu pada hari pelantikan Donald Trump sebagai Presiden AS.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/08/13/ef31b4ff-8de4-4403-944d-b2b9ea0810e8_png.png)
Sumber di tubuh militer Ukraina menyebutkan, sekitar 11.000 tentara Korea Utara telah tiba di Kursk untuk membantu Rusia. Namun, sebagian besar tentara Korut itu masih menjalani pelatihan. Belum ada konfirmasi atau bantahan dari Rusia tentang keberadaan pasukan Korut di Kursk.
Ukraina menyebutkan, wilayah Kurakhove adalah yang paling mengancam bagi Kyiv saat ini karena pasukan Rusia maju ke sana dengan kecepatan 200-300 meter per hari dan berhasil menerobos di beberapa wilayah. Kota Kurakhove adalah batu loncatan menuju pusat logistik Pokrovsk di wilayah Donetsk.
Saat ini, Rusia memiliki sekitar 575.000 tentara yang bertempur di Ukraina, dan Rusia akan menambah pasukannya menjadi sekitar 690.000 personel. Ukraina telah berupaya mengganggu logistik dan rantai pasokan Rusia dengan menyerang depot senjata dan amunisi Rusia, lapangan udara, dan target militer lainnya di dalam wilayah Rusia. (REUTERS/AFP)
Penulis:
Luki AuliaEditor:
Bonifasius Josie Susilo HPenyelaras Bahasa:
Kusnadi .