Ukraina Tuding Anggota ASEAN Bantu Rusia

Laos, anggota ASEAN, dituding Ukraina membantu Rusia. Sementara AS meminta NATO membayar senjata yang dikirim ke Ukraina.

12 Jul 2025 09:41 WIB · Internasional

Oleh Iwan Santosa

KYIV, RABU — Setelah Korea Utara dan Iran, Laos menjadi negara Asia lain yang dituding Ukraina membantu Rusia. Kyiv menuduh Laos, anggota ASEAN, menyapu ranjau Ukraina di Kursk, Rusia. Sementara Amerika Serikat mengumumkan minta bayaran ke NATO atas senjata yang dikirim ke Ukraina.

Tudingan dilontarkan di tengah gelombang gempuran Rusia ke Ukraina. Dalam laporan pada Sabtu (12/7/2025), Kyiv Independent menulis Rusia menembakkan rudal dan menerbangkan pesawat nirawak tanpa henti sejak Rabu.

Pesawat nirawak Rusia dilaporkan menyasar Lviv, Ternopil, dan Volyn pada Sabtu dini hari. Pada Kamis, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menyebut Rusia berusaha memacu serangan dengan pesawat nirawak. Menurutnya, Rusia akan bisa menerbangkan 1.000 pesawat nirawak serbu ke Ukraina setiap hari.

Sementara Kementerian Pertahanan Rusia mengumumkan enam gelombang serangan ke Ukraina sejak 5 Juli 2025. Serangan menggunakan rudal Kinzhal dan pesawat nirawak serbu. Sasarannya termasuk pangkalan udara, fasilitas produksi dan penyimpanan produk pertahanan, serta barak.

Di sisi lain, GUR, Direktorat Intelijen pada Kemenhan Ukraina, menuding Rusia semakin kekurangan sumber daya. Oleh sebab itu, Rusia mencari bantuan ke Afrika dan Asia. Rusia, menurut GUR, sedang membujuk Laos menyapu dan menjinakkan ranjau di Kursk.

Laos, menurut Ukraina, mengirimkan 50 penyapu ranjau ke Kursk. Sebagian provinsi Rusia itu diduduki Ukraina sejak Juli 2024. Selama di sana, tentara Ukraina menyebar ranjau darat.

GUR juga menuding Laos membantu rehabilitasi tentara Rusia yang cedera dalam perang Ukraina. Bantuan Laos disebut sebagai imbal balik atas aneka kucuran bantuan Rusia ke anggota ASEAN itu.

Members of a demining team of the State Emergency Service of Ukraine check the roof of a residential building for unexploded devices following Russian shelling in Kharkiv, eastern Ukraine, on April 28, 2022, on the 64rd day of the Russian invasion of Ukraine. (Photo by Dimitar DILKOFF / AFP)

Tudingan GUR bisa membuat Laos menjadi anggota ASEAN pertama yang terlibat aktif dalam perang. Selama ini, sebagian anggota ASEAN berupaya mendorong penghentian perang Ukraina.

Laos menyebut tudingan itu tak berdasar dan tak ada bukti. Rusia dan Laos memang bermitra dekat. Walakin, Laos akan selalu mengutamakan kedamaian, kebebasan, dan kerja sama dalam praktik politik luar negerinya.

Dilaporkan Laotian Times, kerja sama militer dengan negara lain hanya dilakukan untuk kepentingan pertahanan dan keamanan nasional. Oleh karena itu, tudingan keterlibatan di Ukraina dinilai tak sesuai dengan prinsip Laos dan tak dilengkapi fakta. Laos meminta semua pihak berhati-hati pada upaya disinformasi untuk menghancurkan reputasi Laos di panggung internasional.

Kiriman senjata

Sementara AS kembali mengirimkan senjata ke Ukraina. Presiden AS Donald Trump mengumumkan, AS menjual senjata kepada Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO). Lalu, senjata itu dikirim ke Ukraina.

”Kami mengirim senjata ke NATO. NATO membayar persenjataan tersebut 100 persen. Lalu NATO mengirim senjata tersebut ke Ukraina,” kata Trump.

Menlu AS Marco Rubio mengatakan, penjualan senjata dilakukan ke NATO agar dapat memodernisasi persenjataan. Adapun persenjataan lama NATO akan dikirimkan ke Ukraina. ”Lebih cepat untuk mengirim senjata semisal dari Jerman ke Ukraina daripada memesan dan dikirim dari pabrik di AS,” kata Rubio.

Ukraina sangat membutuhkan sistem pertahanan udara, semisal rudal Patriot, untuk menghadapi serangan rudal balistik dan rudal jelajah Rusia. Pemerintahan Trump dalam posisi maju-mundur terkait pengiriman bantuan ke Ukraina. Semasa kampanye pemilihan presiden AS, Trump berulang kali menjanjikan menghentikan perang secepat mungkin antara Rusia-Ukraina.

NATO sejak lama mengirimkan senjata ke Ukraina. Juru Bicara NATO Allison Hart menegaskan komitmen untuk menjaga pasokan bantuan militer ke Ukraina terutama untuk pertahanan udara dan amunisi.

”Sekutu bekerja keras untuk memastikan kebutuhan Ukraina terpenuhi dalam melindungi diri dari agresi Rusia,” kata Hart.  

Infografik - Sistem Pertahanan Rudal Patriot

Jerman, Spanyol, dan beberapa negara Eropa memiliki rudal Patriot. Rubio mengatakan, negara-negara itu telah memesan tambahan senjata ke AS. ”Senjata pertahanan ini ada di dalam stok NATO. Mereka bisa mengirimkan itu ke Ukraina, dan kita mengirimkan sistem senjata yang baru kepada NATO,” kata Rubio.

Seorang pejabat NATO mengatakan, Trump berbicara kepada Sekjen NATO Mark Rutte tentang rencana tersebut. ”Akan tetapi, detail rencana masih dibahas,” kata sumber NATO itu.

Menurut dia, sangat mungkin NATO mengirim senjata buatan AS ke Ukraina. Selanjutnya, NATO mendapat pasokan baru dari AS atas persenjataan sejenis.

Secara terpisah, seorang pejabat pertahanan Eropa mengatakan, negara-negara Eropa akan membeli senjata buatan AS untuk digunakan Ukraina dalam rancangan tersebut. Dia berbicara secara anonim karena masalah tersebut sangat sensitif.

Presiden Zelenskyy meminta kepada NATO untuk mengirim 10 unit rudal Patriot ke Ukraina. Ia juga mendesak sekutu Ukraina mengirimkan pencegat pesawat nirawak Rusia.

Menurutnya, Ukraina dan sekutunya mengerjakan Clear Sky. Proyek untuk mencegat pesawat nirawak membutuhkan biaya setidaknya 6,2 juta dollar AS.

Sementara Jerman sepakat mengirim dua baterai dan Norwegia mengirim satu baterai Patriot. Kanselir Jerman Friedrich Merz menyatakan, Berlin siap mengirim lebih lanjut rudal Patriot dari Washington untuk Kyiv.

Di sisi lain, ia tak menjawab berapa banyak Patriot baru yang dipesan Jerman ke AS. Dia hanya menyebut telah berkomunikasi dengan Trump soal Patriot.

Senjata lain yang dapat dipasok AS ke NATO meliputi rudal udara ke udara jarak menengah, rudal jarak pendek, dan amunisi meriam artileri medan. Gedung Putih belum menjawab secara rinci pertanyaan media terkait rencana melanjutkan pengiriman senjata yang dapat digunakan Ukraina tersebut.

(FILES) Ukrainian servicemen are at work to receive the delivery of FGM-148 Javelins, American man-portable anti-tank missile provided by US to Ukraine as part of a military support, at Kyiv's airport Boryspil on February 11,2022, amid the crisis linked with the threat of Russia's invasion. Ukraine appealed to the United States for clarity on July 1, 2025, after it was caught off guard by a White House announcement that Washington was halting some arms shipments to the war-battered country. The White House had said that it was halting some key weapons shipments promised by the previous US administration, without elaborating. (Photo by Sergei SUPINSKY / AFP)

Senator Republikan dari South Carolina, Lindsey Graham, mengatakan, penjualan senjata untuk digunakan Ukraina adalah kepentingan nasional AS. ”Eropa dapat membiayai pembelian senjata tersebut. Kita memiliki persenjatan terbaik, dan mereka tahu bagaimana menggunakannya,” kata Graham.

Pembelian senjata oleh NATO untuk digunakan Ukraina akan menjadi terobosan setelah paket bantuan AS langsung ke Ukraina akan berakhir. Langkah Trump mendukung persenjataan Ukraina muncul setelah dia menyiratkan ketidaksukaan kepada Presiden Rusia Vladimir Putin.

Saat ini militer Rusia merangsek maju di front selebar 1.000 kilometer di Ukraina timur. Ribuan prajurit Ukraina dan Rusia diperkirakan sudah tewas dalam perang yang berlangsung sejak Februari 2022 ini.

Rusia menyerang Ukraina karena keberatan atas rencana Ukraina bergabung ke NATO yang dianggap menjadi ancaman eksistensial terhadap Rusia. Persekusi terhadap warga etnis Rusia di wilayah timur Ukraina sejak 2014 juga menjadi dalih pihak Rusia.

Lindsay Graham juga menerangkan, Trump menyetujui gagasan mengenakan tarif 500 persen terhadap negara-negara yang tetap membeli minyak Rusia. Adapun banyak negara sekutu AS yang tetap membeli minyak Rusia lewat negara ketiga, semisal India. Trump sesumbar akan mengambil langkah besar terhadap Rusia pekan depan.

(AP/AFP)


Kerabat Kerja

Penulis:

Iwan Santosa
 | 

Editor:

Kris Mada
 | 

Penyelaras Bahasa:

Galih Rudanto