Ulang Tahun Ke-17, Momentum Gerindra Refleksikan Perjalanan Partai

Perayaan hari ulang tahun ke-17 Partai Gerindra akan digelar pada 15 Februari 2025. Seluruh ketua umum partai politik diundang, termasuk Megawati Soekarnoputri.

03 Feb 2025 20:29 WIB · Politik & Hukum

Oleh Kurnia Yunita Rahayu

JAKARTA, KOMPAS — Perayaan ulang tahun ke-17 Partai Gerindra menjadi momentum refleksi atas capaian partai politik sekaligus program prioritas Presiden Prabowo Subianto. Catatan dari masyarakat terkait program pemerintah menjadi masukan bagi partai untuk bekerja secara optimal. Namun, Gerindra diingatkan agar tidak hanya fokus pada kerja-kerja di lembaga eksekutif, tetapi juga pengorganisasian masyarakat di akar rumput.

Partai Gerindra akan memasuki usia ke-17 tahun pada Kamis (6/2/2025) mendatang. Menurut rencana, perayaan secara nasional akan diselenggarakan pada 15 Februari 2025. Sehari sebelumnya, partai politik (parpol) yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto itu akan menggelar rapat pimpinan nasional (rapimnas) yang mengundang seluruh pengurus pusat dan daerah Gerindra.

”Karena berbagai macam kegiatan di daerah yang juga diselenggarakan tanggal 6 Februari, insya Allah kegiatan ulang tahun Partai Gerindra di tingkat nasional akan dilaksanakan pada tanggal 15 Februari, yang didahului dengan rapat pimpinan nasional tanggal 14 Februari, dan tanggal 15-nya adalah ulang tahun yang ke-17,” ujar Sektetaris Jenderal Gerindra Ahmad Muzani seusai menemui Presiden Prabowo di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (3/2/2025).

Quote

Partai ini bisa menjadi seperti sekarang bukan sebuah hal yang tiba-tiba. Ini sebuah perjuangan politik yang panjang, yang penuh dengan berbagai macam catatan.

Ketua MPR Ahmad Muzani

Dalam perayaan pada 15 Februari itu, pihaknya akan mengundang semua ketua umum parpol. Tidak terkecuali Megawati Soekarnoputri, Presiden ke-5 RI yang juga Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), satu-satunya partai yang berada di luar pemerintahan. Selain itu, semua presiden yang menjabat sebelum Prabowo juga akan diundang.

Saat bertemu Prabowo, ungkap Muzani, selain melaporkan dan mengonsultasikan ihwal penyelenggaraan acara, mereka juga berdiskusi tentang perjalanan Gerindra selama 17 tahun terakhir. Sebagai pendiri parpol berlambang kepala garuda itu, Prabowo juga menceritakan kenangannya akan perjuangan partai.

”Partai ini bisa menjadi seperti sekarang ini bukan sebuah hal yang tiba-tiba. Ini sebuah perjuangan politik yang panjang, yang penuh dengan berbagai macam catatan,” ujar Muzani.

Infografik Partai Gerindra

Muzani, yang juga Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR), juga melaporkan perkembangan pandangan masyarakat tentang beberapa kebijakan prioritas Prabowo, seperti Makan Bergizi Gratis (MBG). Sejauh ini, ada sejumlah catatan dari masyarakat yang dianggap sebagai masukan untuk memperbaiki program tersebut, tidak hanya oleh Prabowo, tetapi juga partai.

”Catatan itu, misalnya, keterlambatan yang terjadi di beberapa tempat. Beliau juga menyampaikan, ada beberapa lauk yang terlalu kecil, dan semuanya beliau ikuti, semua pandangan dan catatan yang disampaikan oleh masyarakat,” kata Muzani.

Selain itu, tambahnya, Prabowo juga menyampaikan soal rangkaian kunjungan kenegaraannya. Bagi Prabowo, itu adalah upaya untuk memperkuat diplomasi, posisi, serta investasi sejumlah negara ke Indonesia.

”Karena itu, perlu ada kesabaran dari masyarakat karena semua program sedang dalam proses yang berjalan, dan ada yang baru berjalan,” tutur Muzani.

Pengajar politik Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta, Adi Prayitno

Dihubungi terpisah, Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia Adi Prayitno mengatakan, memasuki usia ke-17 tahun, Gerindra sedang berada dalam posisi yang signifikan. Citranya pun semakin positif seiring dengan tingginya kepuasan publik terhadap kinerja pemerintahan Prabowo.

Meski demikian, menurut dia, Gerindra tidak boleh terlena dan hanya berfokus pada kerja-kerja eksekutif. Partai harus tetap konsisten dalam pengorganisasian masyarakat di akar rumput. Sebab, jelang Pemilu 2029 peta politik bisa berubah. Partai yang mampu bertahan adalah yang memiliki kekuatan di tengah masyarakat.

”Untuk urusan pileg (pemilihan anggota legislatif), misalnya, kekuatannya terletak pada kerja-kerja politik caleg (calon anggota legislatif) di bawah. Itu yang mesti jadi perhatian serius. Kuncinya adalah menjaga konsistensi hingga ujung,” kata Adi.


Kerabat Kerja

Penulis:

Kurnia Yunita Rahayu
 | 

Editor:

Cyprianus Anto Saptowalyono