Unjuk Rasa di Los Angeles Berlanjut, Trump Kirim Garda Nasional

Warga Los Angeles berunjuk rasa menentang kebijakan imigrasi pemerintah. Badan imigrasi AS telah menangkap 118 orang atas dugaan pelanggaran imigrasi.

09 Jun 2025 09:05 WIB · Internasional

Oleh Elsa Emiria Leba

LOS ANGELES, SENIN — Warga Los Angeles berunjuk rasa menentang kebijakan imigrasi Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Trump mengerahkan pasukan Garda Nasional untuk meredakan demonstrasi, Minggu (8/6/2025). Bentrok terjadi.

Sejak Jumat (6/6/2025), Badan Imigrasi dan Cukai AS (ICE) melakukan penggerebekan dan penahanan imigran di Los Angeles. Axios mencatat, operasi ICE telah menangkap 118 orang atas dugaan pelanggaran imigrasi. Warga Los Angeles menentang aksi yang meresahkan itu. Unjuk rasa pun sudah berlangsung selama tiga hari terakhir.

Trump menyebut demonstrasi di Los Angeles sebagai kerusuhan. Dia mengancam akan melakukan kekerasan kepada demonstran yang meludahi polisi atau pasukan Garda Nasional tanpa menyebutkan insiden tertentu.

”Jika kami melihat bahaya bagi negara dan warga negara, negara dan ketertiban akan sangat, sangat kuat,” kata Trump kepada wartawan di New Jersey, Minggu.

Komando Wilayah Utara AS mengonfirmasi total 2.000 pasukan Garda Nasional California akan turun ke lapangan. Garda Nasional adalah pasukan cadangan yang sering digunakan dalam bencana alam dan terkadang dalam kasus kerusuhan sipil.

Garda Nasional, polisi, dan pengunjuk rasa berdiri di luar penjara di pusat Kota Los Angeles, California, Amerika Serikat, Minggu (8/6/2025). Selama tiga hari terakhir, warga bentrok dengan pihak berwenang karena tidak menyetujui kebijakan imigrasi Presiden AS Donald Trump. Pengiriman Garda Nasional oleh Trump mendapat kritik tajam.

Trump menggunakan Title 10 dari Kode AS tentang Angkatan Bersenjata sebagai dasar hukum. Title 10 mengizinkan pengerahan Garda Nasional jika terjadi pemberontakan terhadap wewenang pemerintah. Namun, perintah tersebut seharusnya keluar melalui gubernur negara bagian.

Trump belum menerapkan Undang-Undang Pemberontakan Tahun 1807 yang memberi presiden wewenang dalam mengerahkan militer untuk meredam kerusuhan sipil. ”Tergantung dari ada atau tidaknya pemberontakan,” tuturnya.

Gubernur California Gavin Newsom menyebut pengerahan Garda Nasional tidak sah. ”Ini pelanggaran serius terhadap kedaulatan negara bagian, mengobarkan ketegangan sambil menarik sumber daya dari tempat yang membutuhkan. Batalkan perintah itu. Kembalikan kendali ke California,” tulisnya di X.

Terakhir kali Garda Nasional diaktifkan tanpa izin gubernur adalah tahun 1965. Presiden Lyndon B Johnson mengirim pasukan untuk melindungi pawai hak-hak sipil di Alabama.

Tanpa toleransi

Setelah bentrok polisi dan pengunjuk rasa sehari sebelumnya, ketegangan di Los Angeles meningkat, Minggu. Ribuan pengunjuk rasa turun ke jalan sebagai tanggapan pengerahan Garda Nasional oleh Trump. Mereka memblokir jalan bebas hambatan utama dan membakar kendaraan. 

Beberapa polisi berpatroli di jalan-jalan dengan menunggang kuda. Personel lain dengan perlengkapan antihuru-hara berbaris di belakang pasukan Garda Nasional.

Menjelang tengah hari, pengunjuk rasa berkumpul di luar Pusat Penahanan Metropolitan Los Angeles, tempat imigran ditahan. Mereka meneriakkan ”malu” dan ”pulanglah” kepada anggota Garda Nasional. Saat mereka mendekati pasukan pengamanan, aparat menggunakan gas air mata, peluru karet, dan granat kejut untuk mengendalikan massa.

Mobil-mobil yang terbakar berjejer di jalan saat orang-orang berunjuk rasa di Los Angeles, California, Amerika Serikat, Minggu (8/6/2025). Pengunjuk rasa menentang operasi badan imigrasi federal yang menahan imigran sebagai bagian dari kebijakan Presiden AS Donald Trump. Lebih banyak protes dijadwalkan untuk hari ini. Ketegangan di kota tetap tinggi setelah Trump memanggil Garda Nasional.

Menteri Pertahanan Pete Hegseth memperingatkan, Pentagon siap memobilisasi pasukan aktif jika kekerasan berlanjut di Los Angeles. Menurut dia, anggota Marinir di Camp Pendleton dalam keadaan siaga tinggi.

”Ada banyak ruang untuk protes damai, tetapi tidak ada toleransi untuk menyerang agen federal yang sedang menjalankan tugas. Garda Nasional, dan Marinir jika perlu, mendukung ICE,” tulis Hegseth di media sosial, Minggu.

Sementara itu, Partai Republik dan Demokrat saling sindir atas pengerahan Garda Nasional. Republikan menyatakan, Trump ingin menjaga perdamaian, sedangkan Demokrat menganggap Trump justru memecah belah masyarakat.

Anggota Kongres dari Partai Demokrat, Nanette Barragan, juga mengkritik keputusan presiden. ”Itu hanya akan memperburuk keadaan dalam situasi di mana orang-orang sudah marah atas penegakan hukum imigrasi,” kata Barragan yang mewakili California kepada CNN.

Kemarahan warga

Saat ini, AS adalah rumah bagi populasi imigran terbesar di dunia. Penanganan imigran ilegal merupakan salah satu agenda utama Trump di masa jabatan kedua.

Trump berjanji untuk mendeportasi imigran ilegal di AS dan menutup perbatasan AS-Meksiko. Dia menetapkan target bagi ICE untuk menangkap sedikitnya 3.000 imigran per hari.

Akan tetapi, penggerebekan ICE ternyata juga mencakup orang-orang yang tinggal secara sah di negara itu, beberapa dengan izin tempat tinggal tetap. Gugatan hukum kepada pemerintah muncul.

Seorang demonstran memegang poster bertuliskan "Imigran Adalah Tulang Punggung Kami! Hapus ICE!" di depan Garda Nasional saat bentrokan dengan penegak hukum terjadi di depan gedung federal, Los Angeles, California, Amerika Serikat, Minggu (8/6/2025). Unjuk raa terjadi untuk memprotes operasi imigrasi federal. Presiden AS Donald Trump mengerahkan 2.000 tentara untuk menangani protes di Los Angeles.

Aksi ICE telah memicu protes berskala kecil di kota-kota AS beberapa bulan terakhir. Namun, kerusuhan di Los Angeles adalah yang terbesar dan paling berkelanjutan sejauh ini.

Los Angeles merupakan wilayah pendukung Demokrat. Sebagian besar penduduk di kota ini adalah orang Hispanik dan kelahiran luar negeri.

Estrella Corral, warga Los Angeles, mengatakan, para pengunjuk rasa marah karena migran yang tidak melakukan kesalahan apa pun diculik oleh petugas imigrasi bertopeng. ”Ini komunitas kami, dan kami ingin merasa aman,” ucapnya.

Marshall Goldberg (78), warga lainnya, merasa tersinggung lantaran Trump mengerahkan Garda Nasional. ”Kami membenci apa yang mereka lakukan terhadap para pekerja tak berdokumen, tetapi ini membawa situasi ke tingkat lain dengan merampas hak untuk berunjuk rasa dan hak untuk berkumpul secara damai,” tuturnya.

(AP/AFP/Reuters)


Kerabat Kerja

Penulis:

Elsa Emiria Leba
 | 

Editor:

Bonifasius Josie Susilo H
 | 

Penyelaras Bahasa:

Kusnadi .