Tantangan berat menanti Indonesia saat bersua Thailand di semifinal Kejuaraan ASEAN U-23. Tanpa gelandang metronom Arkhan Fikri, serangan-serangan Indonesia sangat mudah dipatahkan.
23 Jul 2025 11:45 WIB · Olahraga
JAKARTA, KOMPAS — Arkhan Fikri dipastikan absen memperkuat Indonesia pada semifinal Kejuaraan ASEAN U-23 menghadapi Thailand. Gelandang klub Arema FC itu belum pulih dari cedera yang diderita ketika melawan Filipina. Pelatih Indonesia Gerald Vanenburg harus memeras otak mencari pengganti sepadan Arkhan. Tanpanya, lini tengah Indonesia kehilangan sosok pengatur serangan.
Tim ”Garuda Muda” harus kembali bertemu Thailand pada semifinal Kejuaraan ASEAN U-23. Pada kejuaraan edisi sebelumnya, kedua tim sudah pernah bertemu yang berakhir dengan kemenangan Indonesia, 3-1. Tampil di hadapan pendukung sendiri, para pemain Indonesia termotivasi untuk mengulangi pencapaian serupa.
Hanya saja, Indonesia dipastikan akan bermain tanpa Arkhan yang jadi pengatur serangan utama. Kepastian itu disampaikan Manajer Tim Sepak Bola U-24 Indonesia Ahmed Zaki Iskandar seusai laga pamungkas grup menghadapi Malaysia.
Sebelumnya, Arkhan masih memperkuat tim ketika melawan Filipina pada laga kedua penyisihan grup. Selepas turun minum, Arkhan mengalami cedera sehingga harus diganti pada babak kedua.
Arkhan masih belum bisa bermain saat Indonesia menghadapi Malaysia pada laga penentuan kelolosan ke fase gugur. Tanpa Arkhan, lini tengah Indonesia kesulitan berkembang. Saat melawan Filipina, Indonesia melepaskan 17 tembakan dengan tujuh di antaranya tepat sasaran.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2023/03/04/10b3da3b-0d17-45f6-8277-7e08d2939354.jpg)
Jumlah tembakannya menurun drastis ketika meladeni Malaysia. Indonesia tercatat hanya mampu melepaskan tiga tembakan tepat sasaran dari 11 percobaan.
Tidak ayal, Vanenburg merasa amat kehilangan Arkhan. ”Saya kira hari ini pertandingannya (melawan Malaysia) sulit. Mereka bermain rapat dan defensif. Lalu, hari ini, kami kehilangan pemain seperti Arkhan Fikri. Padahal, dia mampu bermain leluasa di ruang antarlini,” kata Vanenburg.
Arkhan adalah metronom lini tengah Indonesia. Gelandang Arema FC itu punya kemampuan dalam membangun serangan. Tanpa keberadaan Arkhan, gelandang Garuda Muda cenderung terburu-buru dalam membangun serangan. Situasi itu kemungkinan besar tidak akan terjadi apabila Arkhan bermain. Dia selalu tahu momentum yang tepat untuk melepaskan umpan atau menahan bola terlebih dulu.
Saya senang dengan kehadiran dirinya (Robi). Bila lemparan ke dalam miliknya dianggap senjata tambahan, kami beruntung bisa mencetak gol lewat itu. (Gerald Vanenburg)
Jelang menghadapi Thailand di semifinal, Vanenburg harus memeras otak menentukan pemain yang bisa mengisi peran Arkhan. Dari daftar 23 pemain definitif, Indonesia tidak memiliki kedalaman yang cukup pada pos gelandang tengah. Setidaknya ada tiga pemain yang berpotensi menggantikan Arkhan, yaitu Toni Firmansyah, Rayhan Hanan, dan Robi Darwis.
Ketika Arkhan absen saat melawan Malaysia, Vanenburg mencoba menempatkan Rayhan sebagai pengganti Arkhan. Rayhan berposisi asli sebagai gelandang serang, tetapi sering ditempatkan sebagai sayap kanan oleh Vanenburg pada turnamen ini. Hasilnya, Rayhan pun kesulitan berkembang. Tidak banyak yang bisa ia lakukan untuk membongkar pertahanan Malaysia.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/07/22/fb3107ff2a3e39fd8f0dd2a1fad2bd42-FAK_7172_1.jpg)
Dengan demikian, Vanenburg bisa mencoba memberikan peran Arkhan kepada Robi. Gelandang klub Persib Bandung itu lebih banyak ditugaskan menjadi gelandang bertahan. Namun, Robi punya catatan statistik yang membuatnya layak menggantikan Arkhan.
Sepanjang babak penyisihan grup, Robi tercatat melepaskan sembilan umpan kunci. Jumlah umpan tersebut bahkan melampaui Arkhan dengan lima umpan kunci. Adapun Rayhan tercatat hanya mampu melepaskan tiga umpan kunci sepanjang turnamen. Toni, yang lebih sering bertugas di depan bek tengah, juga memiliki jumlah operan kunci tidak lebih baik, yaitu hanya dua kali.
Selain sebagai gelandang bertahan, sepanjang kariernya, Robi juga bisa bermain sedikit lebih maju pada pos gelandang tengah, posisi yang ditempati Arkhan. Jika Robi bermain sedikit maju, posisi gelandang bertahan akan menjadi milik Toni.
Tugas sebagai gelandang bertahan sudah dijalani pemain Persebaya Surabaya itu sejak awal turnamen. Keberadaan Toni yang kuat dalam duel satu lawan satu membantu duet bek tengah, Kadek Arel dan Kakang Rudianto, dalam mengawal pertahanan.
Robi layak dikedepankan sebagai pengganti Arkhan karena Indonesia butuh pemain yang bisa melepaskan umpan-umpan kunci pada laga sepenting semifinal.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/07/21/88a5eed28d6e168cde7432a466d3716d-FAK_7332.jpg)
Apalagi, Indonesia akan menghadapi Thailand yang punya pertahanan solid dengan belum pernah kebobolan pada penyisihan grup. Kreativitas dan imajinasi permainan Robi dibutuhkan Indonesia untuk mengakhiri paceklik gol.
”Saya senang dengan kehadiran dirinya (Robi). Bila lemparan ke dalam miliknya dianggap senjata tambahan, oke, kami beruntung bahwa bisa mencetak gol lewat itu. Namun, hal yang terpenting adalah dia salah satu pemain kunci kami. Hal itu yang penting untuk tim,” kata Vanenburg.
Penulis:
I Gusti Agung Bagus Angga PutraEditor:
Yulvianus HarjonoPenyelaras Bahasa:
Galih Rudanto