Tanjung Verde berharap kelanjutan dari momentum keajaiban Vozinha. Ujian berat sudah menanti. Selain Uruguay, ada juga ekspektasi dan popularitas.
20 Jun 2026 20:34 WIB · Olahraga
AFP
MIAMI, SABTU — Terlalu banyak keajaiban di hidup kiper Tanjung Verde, Vozinha, dalam sepekan terakhir. Setelah debut fenomenal di Piala Dunia, dia mendapat sorotan besar yang tidak pernah dirasakan seumur hidupnya. Itu bisa semakin memotivasi sang kiper atau justru sebaliknya.
Kecemerlangan Vozinha di lapangan membuahkan keajaiban di luar lapangan. Selepas menghentikan laju tim raksasa Spanyol dengan tujuh penyelamatan krusial, dia mendadak populer. Pengikutnya di media sosial Instagram sudah mencapai 14 juta akun, naik hampir 300 kali lipat dalam lima hari.
Hidup kiper 40 tahun itu mendadak berubah. Dia menjadi sorotan dunia, termasuk orang-orang di sekitarnya. Ibunya, Ana Candida Evora, sempat menyerah untuk menonton langsung Piala Dunia karena persoalan visa. Dalam sekejap, masalah itu selesai berkat intervensi Departemen Luar Negeri Amerika Serikat.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/06/16/c7e60e6859716efba6326d9db1b8b237-2281779614.jpg)
Vozinha pun akan ditonton langsung ibunya saat Tanjung Verde menghadapi Uruguay dalam laga kedua Grup H di Stadion Hard Rock, Miami, AS, Senin (22/6/2026) pukul 05.00 WIB.
”Mereka selalu mendukung saya. Kedatangan ibu saya adalah hal spesial. Ayah dan saudara saya juga di sini,” ujarnya.
Kepercayaan diri Vozinha saat ini berada di titik tertinggi, begitu juga dengan rekan-rekannya. Tim dari negara kepulauan kecil berpenduduk sekitar setengah juta jiwa itu tidak takut lagi dengan tim mana pun. Mereka berhasil menahan Spanyol yang berstatus unggulan juara.
”Kami hanya berpikir bahwa kami bisa melakukan hal hebat dan mungkin merebut poin dari mereka. Di atas itu semua, kami datang ke sini untuk bersaing. Kami tidak bisa membatasi diri kami sendiri meskipun kami tahu kami berasal dari negara kecil,” tutur Vozinha jelang bertemu Uruguay.
Biasanya, sorotan besar selalu beriringan dengan beban dan ekspektasi. Tanjung Verde kini harus menanggung tekanan tersebut, terutama Vozinha yang terpilih sebagai pemain terbaik di laga sebelumnya. Saat bersamaan, mereka tidak akan dianggap remeh lagi oleh tim-tim lawan.
Bek sayap Tanjung Verde, Sidny Lopes Cabral, berkata, status non-unggulan secara tidak langsung menguntungkan mereka. Sebab, mereka memahami betul kemampuan tim sendiri saat lawan lengah dengan kehadiran mereka. Itulah yang membuat kejutan besar terjadi di laga pertama mereka.
Tanjung Verde patut waspada dengan Uruguay. Tim asuhan Pelatih Marcelo Bielsa itu sedang terdesak setelah ditahan imbang Arab Saudi. Uruguay membutuhkan kemenangan karena mereka akan dinanti Spanyol pada laga terakhir grup. Tanjung Verde lebih realistis untuk dikalahkan.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2026/06/17/b683d51a-d719-4e45-8d77-32d0ab88b3a0.jpg)
Selain Vozinha, kunci penampilan hebat Tanjung Verde saat menahan Spanyol adalah pertahanan blok rendah yang sangat solid. Mereka membiarkan lawan berlama-lama dengan bola, tetapi tidak mengizinkan lawan untuk banyak berkreasi di sepertiga akhir.
Faktor lain, Spanyol tidak memiliki sosok striker murni yang bisa diandalkan untuk memecah blok rendah. Uruguay berbeda, terdapat Darwin Nunez yang memang pandai mencari ruang di kotak penalti lawan. Dengan keunggulan postur dan lari cepat, mantan penyerang Liverpool itu bisa menghukum Tanjung Verde.
Masalahnya, Nunez tidak memperlihatkan performa positif pada laga pertama. Dia ditarik Bielsa hanya setelah 45 menit. Nunez memperlihatkan kekecewaannya karena ditarik sangat dini. Jika berkaca dari karakter Bielsa yang ”keras”, sang striker berpotensi tidak diturunkan di laga selanjutnya.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/06/17/a65b8c90ccfc37bbd3a960b7fdc74d16-AP26166622058955.jpg)
Uruguay tertinggal lebih dulu dari Arab Saudi, tetapi berhasil membalikkan keadaan seusai turun minum. Mereka tampil lebih baik di paruh kedua dengan formasi tanpa penyerang murni. Adapun Nunez digantikan gelandang Agustín Canobbio saat jeda babak.
Menurut gelandang andalan Uruguay, Federico Valverde, penampilan buruk mereka di paruh pertama laga pembuka tidak akan terulang. ”Rasa gugup laga debut menguasai diri kami. Kami tampil lebih baik setelah itu karena berhasil mengembangkan pola pikir dan intensitas. Kami akan bekerja keras untuk menang di laga berikutnya,” ujarnya.
Peta persaingan Grup H masih sangat abu-abu. Tidak ada satu tim pun yang berhasil menang sejauh ini. Semua tim setara dalam perolehan poin, sama-sama mencatat satu poin. Hasil laga kedua pun akan memberikan gambaran persaingan yang lebih jelas menuju babak gugur.
(AP/Reuters)
Penulis:
Kelvin HianusaEditor:
Kelvin HianusaPenyelaras Bahasa:
Priskilia Bintang Cornelia Sitompul