Wapres AS: Eropa Harus Serius Tanggapi Trump soal Greenland

Vance menuduh Denmark dan seluruh Eropa gagal melindungi Greenland dari niat Rusia dan China.

09 Jan 2026 14:32 WIB · Internasional

AFP/Ritzau Scanpix/Ida Marie Odgaard

Oleh Helena Fransisca Nababan

WASHINGTON, JUMAT — Wakil Presiden Amerika Serikat JD Vance memperingatkan Eropa agar menanggapi Presiden AS Donald Trump dengan serius mengenai Greenland. Peringatan itu terkait dengan keinginan Trump memiliki wilayah otonom Denmark dengan alasan pertahanan dan keamanan.

Selain itu, ancaman Trump untuk menggunakan kekuatan militer untuk memperoleh Greenland bukan tidak mungkin terjadi. ”Saya kira saran saya kepada para pemimpin Eropa dan siapa pun adalah untuk menanggapi Presiden Amerika Serikat dengan serius,” kata Vance kepada wartawan di Gedung Putih ketika ditanya tentang Greenland, Kamis (8/1/2026) waktu setempat atau Jumat waktu Indonesia.

Vance menuduh Denmark dan seluruh Eropa gagal melindungi Greenland dari niat Rusia dan China. Padahal, Denmark adalah salah satu anggota Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO). Itulah sebabnya, Vance secara khusus mendesak Eropa menanggapi desakan Trump.

Ia menyebutkan, AS membutuhkan pulau itu untuk ”pertahanan rudal”. Saat ini Rusia dan China meningkatkan aktivitas militer di dekat Greenland atau di kawasan Kutub Utara.

Padahal, AS sudah hadir di Greenland dengan persetujuan Denmark berdasarkan perjanjian tahun 1951. Perjanjian itu memberikan hak kepada AS untuk mendirikan pangkalan militer di Greenland.

AS kemudian mengoperasikan Pangkalan Luar Angkasa Pituffik dengan sekitar 200 tentara di Greenland. Pangkalan ini menopang tiga fungsi kunci, yaitu peringatan dini serangan rudal, dukungan pertahanan rudal, dan pengawasan ruang angkasa untuk AS dan NATO.

Pituffik Space Base is pictured as Vice President JD Vance visits, Friday, March 28, 2025, in Greenland. (Jim Watson/Pool via AP)

Menteri Luar Negeri Denmark Lars Løkke Rasmussen menyatakan, perjanjian tahun 1951 menawarkan banyak peluang bagi AS untuk memiliki kehadiran militer yang jauh lebih kuat di Greenland. ”Jika itu yang Anda (AS) inginkan, mari kita diskusikan,” katanya.

Namun, dalam wawancara dengan koran The New York Times yang diterbitkan Kamis, Trump mengatakan, dirinya ingin memiliki Greenland bukan sekadar untuk menjalankan perjanjian itu.

”Saya pikir kepemilikan memberi Anda sesuatu yang tidak dapat Anda lakukan dengan sewa atau perjanjian. Kepemilikan memberi Anda hal-hal dan elemen yang tidak bisa Anda dapatkan hanya dengan menandatangani dokumen,” kata Trump.

Berlandaskan hal itu, Vance menyatakan, ”Jadi, yang kami minta kepada teman-teman Eropa kami adalah untuk lebih serius memperhatikan keamanan daratan tersebut karena, jika tidak, AS harus melakukan sesuatu.”

”Apa itu (yang dilakukan AS), saya serahkan kepada presiden, sementara kami terus terlibat dalam diplomasi dengan teman-teman Eropa dan semua orang mengenai topik khusus ini,” imbuh Vance.

Ancaman penggunaan militer oleh Trump membuat marah Denmark. Negara Skandinavia yang juga sekutu lama AS itu membunyikan alarm di seluruh Eropa.

US Vice President JD Vance speaks during a press briefing in the Brady Briefing Room at the White House in Washington, DC on January 8, 2026. Vance on Thursday doubled down on the Trump administration's description of a federal immigration agent shooting dead a woman in Minneapolis as being in "self-defense," a characterization disputed by local authorities. (Photo by Mandel NGAN / AFP)

Apabila terjadi invasi oleh AS, Washington akan berhadapan dengan Denmark. Invasi oleh AS juga berpotensi menghancurkan seluruh aliansi militer NATO, yang didasarkan pada klausul pertahanan diri bersama.

Menghadapi keinginan Trump dan ancaman yang meningkat, negara-negara Eropa menggelar serangkaian diplomasi. Mereka mencoba mencegah krisis sekaligus menghindari kemarahan Trump.

Perdana Menteri Inggris Keir Starmer menyampaikan posisinya tentang Greenland selama panggilan telepon dengan Trump pada Rabu (7/1/2026). Pernyataan Downing Street (Kantor PM Inggris) menyebutkan, Starmer mengatakan, lebih banyak dapat dilakukan untuk melindungi Arktik dari Rusia.

Negara-negara Eropa menunjukkan solidaritas kepada Denmark. Awal pekan ini, Inggris dan sekutu-sekutu Eropa mengeluarkan pernyataan bersama yang berjanji untuk tidak berhenti membela integritas teritorial Greenland.

Pernyataan bersama juga menyebutkan, hanya Denmark dan Greenland sendiri yang berhak memutuskan nasibnya. Pernyataan bersama itu dipandang sebagai pesan kepada AS.

Presiden Perancis Emmanuel Macron dalam kritikannya terhadap kebijakan Trump memperingatkan bahwa AS secara bertahap mulai berpaling dari sekutu. ”Tata kelola global sangat penting saat setiap hari orang bertanya-tanya apakah Greenland akan diserang,” katanya.

FILE - Houses covered by snow are seen on the coast of a sea inlet of Nuuk, Greenland, on March 7, 2025. (AP Photo/Evgeniy Maloletka, File)

Pertemuan utusan

Menurut laporan kantor berita Associated Press (AP), Duta Besar Denmark untuk AS Jesper Moller Sorensen bersama Jacob Isbosethsen, perwakilan utama Greenland di Washington, bertemu dengan pejabat Dewan Keamanan Nasional Gedung Putih.

AP mengutip pejabat Pemerintah Denmark yang tidak berwenang untuk berkomentar secara terbuka dan berbicara secara anonim. Pejabat itu mengatakan, pertemuan pada Kamis membahas upaya baru Trump untuk mengambil alih Greenland, salah satunya dengan penggunaan kekuatan militer.

Pekan ini, para utusan dilaporkan mengadakan serangkaian pertemuan dengan anggota Kongres AS. Mereka mencari bantuan untuk membujuk Trump agar menarik kembali ancamannya.

Para anggota Kongres AS mulai memberikan penolakan atas keinginan Trump untuk merebut Greenland. Mereka yang menolak termasuk beberapa anggota Partai Republik.

Dalam pidato di Kongres, Senator Partai Republik Lisa Murkowski memperingatkan, retorika dari beberapa pihak di pemerintahan Trump sangat mengkhawatirkan. ”Kita masih memiliki banyak hal yang harus dilakukan pada 2026,” ujarnya.

”Greenland, atau mengambil alih Greenland, atau membeli Greenland, seharusnya tidak termasuk dalam daftar itu. Itu seharusnya bukan obsesi di tingkat tertinggi pemerintahan ini,” kata Murkowski.

FILE - Local residents walks on a street with a political placard for the upcoming elections in Nuuk, Greenland, on March 8, 2025. (AP Photo/Evgeniy Maloletka, File)

Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio dijadwalkan bertemu dengan pejabat Denmark minggu depan. Para pejabat Denmark berharap pada pembicaraan itu dengan Rubio di Washington.

”Ini dialog yang dibutuhkan, seperti yang diminta pemerintah bersama Pemerintah Greenland,” kata Menteri Pertahanan Denmark Troels Lund Poulsen kepada lambaga penyiaran Denmark DR. (AP/AFP/REUTERS)


Kerabat Kerja

Penulis:

Helena Fransisca Nababan
 | 

Editor:

Fransisca Romana Ninik W
 | 

Penyelaras Bahasa:

Nur Adji