Gangguan kesehatan membuat Gregoria Mariska Tunjung absen pada berbagai turnamen. Kali ini, dia batal tampil di China Masters dan Korea Terbuka.
15 Sep 2025 18:29 WIB · Olahraga
SHENZHEN, SENIN – Baru bertanding dalam tiga kejuaraan, Gregoria Mariska Tunjung harus absen lagi dari turnamen bulu tangkis. Vertigo yang dirasakan setelah tiba di Shenzhen, China, membuat Gregoria mengundurkan diri dari turnamen China Masters dan Korea Terbuka dalam dua pekan ini.
Gregoria mengeluh vertigonya kambuh saat tiba di sini. Setelah istirahat, kondisinya sampai siang (Senin) ini belum stabil.
Gregoria seharusnya menjadi wakil tunggal putri Indonesia dalam dua turnamen tersebut bersama Putri Kusuma Wardani. Namun, setelah tiba di Shenzhen, Minggu (14/9/2025), Gregoria diputuskan mundur dari China Masters BWF World Tour Super 750 yang berlangsung di Shenzhen Arena, 16-21 September. Dia pun akan kembali ke Jakarta untuk pengobatan dan pemulihan dan melewatkan Korea Terbuka, 23-28 September.
“Gregoria mengeluh vertigonya kambuh saat tiba di sini. Setelah istirahat, kondisinya sampai siang (Senin) ini belum stabil. Saya berdiskusi dengan pelatihnya, Imam Tohari, dan Gregoria diputuskan untuk ditarik keikutsertaannya dari China Masters dan Korea Terbuka,” ujar Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI Eng Hian di Shenzhen, China, Senin.
Eng Hian menambahkan, pengurus dan pelatih tidak akan memaksakan Gregoria untuk cepat kembali ke lapangan. Mereka akan menanti tunggal putri ranking kedelapan dunia itu sembuh total.
Sebelum China Masters dan Korea Terbuka, Gregoria absen selama tiga bulan, juga, karena vertigo. Setelah bertanding sejak awal tahun hingga Kejuaraan Asia di China, pertengahan April, dia absen dalam beberapa kejuaraan, di antaranya Piala Sudirman dan Indonesia Terbuka, untuk pemeriksaan medis dan terapi.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/08/27/04c9ae46-1e2d-4c8a-8801-8534720786d3_jpg.jpg)
Saat vertigo, yang membuatnya kehilangan keseimbangan dan muntah, membaik, Gregoria kembali ke turnamen saat berlangsung Jepang Terbuka, 15-20 Juli, tetapi, tersingkir pada babak pertama.
Setelah itu, agendanya berlanjut ke China Terbuka dan bertahan hingga perempat final, lalu Kejuaraan Dunia di Paris, Perancis, 25-31 Agustus. Di tempat yang memberinya medali perunggu saat Olimpiade Paris 2024 itu, Gregoria hanya bertahan hingga babak ketiga.
Kini, dia harus beristirahat kembali dari rangkaian turnamen di Asia Timur untuk berusaha fit agar punya peluang tampil di tur Eropa, pada Oktober.
Tanpa Gregoria, Putri menjadi satu-satunya wakil tunggal putri Indonesia di China Masters. Pemain yang ditempatkan sebagai unggulan ketujuh itu akan melawan Chiu Pin Chian (Taiwan) pada babak pertama.
Pada paruh atas undian, Putri bergabung bersama unggulan lainnya, yaitu An Se-young (1), Akane Yamaguchi (4), dan Pornpawee Chochuwong (6). Adapun di paruh bawah undian, berkumpul pemain-pemain unggulan asal China, yaitu Wang Zhi Yi (2), Han Yue (3), dan Chen Yu Fei (5).
Di nomor tunggal putra, tiga pemain Indonesia berada dalam bagian undian yang sama, yaitu di paruh bawah. Anthony Sinisuka Ginting dan Alwi Farhan, bahkan, berpeluang bertemu pada babak kedua jika mereka bisa memenangi babak awal. Anthony akan melawan Leong Jun Hao (Malaysia), sementara Alwi berhadapan dengan unggulan keempat asal China, Li Shi Feng.
Pemain lainnya, Jonatan Christie (5), akan berhadapan dengan Kenta Nishimoto sebagai lawan pertama. Mereka akan berhadapan untuk ke-20 kali setelah Jonatan kalah pada pertemuan terakhir di babak pertama Jepang Terbuka, Juli.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/08/31/60bcf2a2074af22d86807788fe92325b-cropped_image.jpg)
Bagi skuad ganda putri, China Masters menjadi tes kedua setelah mereka berganti pasangan. Kecuali Apriyani Rahayu/Siti Fadia Silva Ramadhanti yang absen di China, tiga pasangan akan bertanding setelah tampil di Hong Kong Terbuka, pekan lalu. Mereka adalah Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari, Lanny Tria Mayasari/Amalia Cahaya Pratiwi, dan Rachel Alessya Rose/Febi Setianingrum.
Di Hong Kong, kecuali Rachel/Febi yang kalah dari Apriyani/Fadia pada babak pertama, pasangan lain tersingkir di babak kedua dari pemain-pemain top dunia. Apriyani/Fadia dikalahkan Arisa Higarashi/Chiharu Shida, Lanny/Amalia kalah dari pasangan Jepang lainnya, Rin Iwanaga/Kie Nakanishi, sementara, Febriana/Meilysa disingkirkan Pearly Tan/Thinaah Muralitharan.
Pelatih ganda putri pelatnas Karel Mainaky berharap, Febriana dan kawan-kawan bisa memperbaiki performa dibandingkan ketika mereka tampil di Hong Kong. “Penampilan Febriana/Meilysa dan Rachel/Febi lumayan baik meski masih butuh waktu untuk menumbuhkan keyakinan. Pekerjaan rumah ada pada Lanny/Amalia yang belum menemukan ritme dan pola permainan yang pas. Saya berharap, mereka bisa bermain lebih baik. Tidak mudah, tetapi, bukan tidak mungkin,” ujar Karel.
Tampil sebagai pasangan non unggulan pada turnamen level tinggi, ganda putri Indonesia pun harus menerima risiko melawan pemain top pada babak awal. Febriana/Meilysa misalnya, akan berhadapan dengan Tan/Muralitharan di babak pertama setelah kalah di Hong Kong. Adapun Lanny/Amalia langsung berjumpa unggulan teratas yang merupakan juara dunia, Liu Sheng Shu/Tan Ning (China).
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/09/11/450a04355e8ccc5ed01e3ea8df25b0fd-WhatsApp_Image_2025_09_11_at_13.47.01.jpeg)
Skuad ganda putra juga diwakili pasangan baru, Muhammad Rian Ardianto/Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan, yang akan melawan unggulan ketiga asal Malaysia, Goh Sze Fei/Nur Izuddin. Mereka berpasangan karena partner Rian, yaitu Fajar Alfian, bermain kembali bersama Muhammad Shohibul Fikri, seperti di Jepang dan China Terbuka.
Juli lalu, Fajar/Fikri bermain dalam dua turnamen tersebut karena Rian absen dari turnamen untuk menanti kelahiran anak pertamanya. Pada saat yang sama, Daniel Marthin sebagai partner Fikri menjalani pemulihan dari cedera di kaki kiri. Daniel, bahkan, diperkirakan baru bisa bertanding pada awal Januari.
Penulis:
Yulia SapthianiEditor:
Wisnu Aji DewabrataPenyelaras Bahasa:
Apolonius Lase