Asa Bulu Tangkis Indonesia dari Atlet-atlet Muda

Performa baik atlet-atlet muda menjadi sisi positif tim Indonesia dari Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis. Indonesia tanpa gelar juara ketika Malaysia menciptakan sejarah.

31 Agt 2025 21:22 WIB · Olahraga

Oleh Yulia Sapthiani

PARIS, MINGGU – Untuk keempat kali secara beruntun dalam Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis, Indonesia tak mendapat gelar. Satu sisi positif yang dibawa dari kejuaraan di Paris, Perancis, 25-31 Agustus, adalah penampilan atlet muda yang lebih baik dari senior-senior mereka.

Putri Kusuma Wardani mewakili atlet muda yang bisa diharapkan “terbang” lebih tinggi. Atlet tunggal putri ini menjadi satu-satunya wakil Indonesia yang berdiri di podium dengan perolehan medali perunggu.

Putri berdiri di podium saat pengalungan medali bersama peraih perunggu lainnya, An Se-young (juara dunia 2023), Chen Yu Fei (perak), dan Akane Yamaguchi (emas). Yamaguchi menjadi juara dunia setelah mengalahkan Chen 21-9, 21-13 dalam laga final yang berlangsung di Adidas Arena, Minggu (31/8/2025).

Putri menjadi pebulu tangkis Indonesia dengan langkah terjauh, yaitu hingga semifinal, sebelum dikalahkan Yamaguchi. Atlet berusia 23 tahun itu menjadi tunggal putri Indonesia yang mempersembahkan medali setelah Lindaweni Fanetri di Jakarta 2015.

Dengan prestasi tersebut, Putri akan menjadi tunggal putri Indonesia dengan ranking dunia terbaik mulai Selasa, menggeser seniornya, Gregoria Mariska Tunjung, yang kalah pada babak ketiga. Dari peringkat kesembilan, Putri diperkirakan naik ke urutan ketujuh, posisi yang ditempati Gregoria saat ini.

(kiri ke kanan) Atlet bulu tangkis China Chen Yu Fei, Akane Yamaguchi (Jepang), An Se Young (Korea Selatan), dan Putri Kusuma Wardani (Indonesia) berpose di atas podium setelah pertandingan final tunggal putri Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis di Adidas Arena, Paris, Perancis, Minggu (31/8/2025).

“Putri sudah berada di fase bahwa dia sudah yakin dengan pola permainannya, tinggal  menambah pengalaman bertanding dan mempersiapkan strategi yang lebih baik saat menghadapi perubahan permainan lawan. Kekuatan fisik dan ketajaman teknik pukulan akan menjadi bagian yang juga ditambahkan,” tutur Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI Eng Hian di Paris.

Putri meraih prestasi tertinggi, setidaknya hingga saat ini, dengan kematangan permainan dan mental yang perlahan bertambah sejak pertengahan 2024. Dia belajar bangkit setelah tampil stagnan sejak 2023.

Dalam keterpurukan, Putri memilih beristirahat dari turnamen pada Juni-September 2024 untuk memperbaiki diri. Dia memperbaiki semua faktor kemampuan, termasuk kekuatan mental. Sejak saat itu, atlet yang juga seorang polisi ini naik selangkah demi selangkah, seperti mencapai perempat final turnamen level tinggi, Malaysia Terbuka dan Indonesia Terbuka Super 1000 pada 2025.

Setelah mengalahkan juara dunia 2019, Pusarla V Sundhu, di perempat final Kejuaraan Dunia, Putri mengatakan bahwa dia harus berterima kasih pada diri sendiri karena masih memiliki motivasi untuk bangkit dan bisa melakukannya. “Saya sempat merasa di bawah banget. Banyak hal yang saya lakukan dalam diam untuk mengembalikan semuanya,” kata Putri yang juga menyebut orangtua sebagai pendukung utama untuk bangkit.

Dari perjalanan ini, atlet asal Tangerang, Banten, tersebut menetapkan target baru agar tak berpuas diri dengan hasil semifinal di Paris 2025. Dia ingin membuktikan bisa konsisten bersaing dengan atlet-atlet peringkat sepuluh besar dunia, lolos ke Olimpiade Los Angeles 2028 dan berdiri di podium.

Atlet bulu tangkis Indonesia, Alwi Farhan, terjatuh di lapangan saat menghadapi Kunlavut Vitidsarn (Thailand) pertandingan babak ketiga tunggal putra Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis di Adidas Arena, Paris, Perancis, Kamis (28/8/2025).
Quote

Kualitas permainan Alwi dan Jafar/Felisha meningkat signifikan. Mereka memperlihatkan perlawanan yang sangat baik menghadapi pemain top dunia, bahkan, punya peluang menang.

Selain Putri, Eng Hian memberikan apresiasi pada Alwi Farhan (20 tahun) dan Jafar Hiyatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu (22 dan 19 tahun) yang menjalani debut Kejuaraan Dunia. Alwi dan Jafar/Felisha tersingkir pada babak ketiga, tetapi memperlihatkan performa dan daya juang yang baik.

Alwi kalah dari juara bertahan tunggal putra, Kunlavut Vitidsarn, dalam pertandingan ketat 18-21, 21-18, 20-22. Pada babak kedua, dia menyingkirkan unggulan ke-12, Lin Chun Yi.

Jafar/Felisha juga kalah tiga gim dari unggulan keempat asal Malaysia, Chen Tang Jie/Toh Ee Wei, yang akhirnya menjadi juara. Ganda campuran nomor satu Indonesia itu kalah dengan skor 21-14, 19-21, 17-21. Performa Jafar/Felisha lebih baik dibandingkan senior mereka, Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari, yang kalah dua gim dari unggulan kelima, Tang Chun Man/Tse Ying Tsuet, pada babak kedua.

“Kualitas permainan Alwi dan Jafar/Felisha meningkat signifikan. Mereka memperlihatkan perlawanan yang sangat baik menghadapi pemain top dunia, bahkan, punya peluang menang. Tetapi, mereka memang masih membutuhkan pengalaman bertanding yang lebih banyak,” kata Eng Hian.

Alwi bersaing di turnamen BWF World Tour sejak 2024, tetapi baru mendapat kesempatan bermain lebih banyak pada tahun ini. Jafar/Felisha, yang berpasangan sejak Agustus 2024, bahkan, baru memasuki persaingan BWF World Tour (level Super 300 ke atas) pada 2025, tetapi, sudah menjadi kompetitor kuat untuk pasangan top dunia. Jafar/Felisha menjuarai Taiwan Terbuka Super 300 dan menjadi semifinalis China Terbuka Super 1000 sebagai hasil terbaik.

Ganda campuran Indonesia Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu melawan Chen Tang Jie/Toh Ee Wei (Malaysia) dalam pertandingan babak ketiga Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis di Adidas Arena, Paris, Perancis, Kamis (28/8/2025).

Sementara, tentang pemain senior, seperti Anthony Sinisuka Ginting, Gregoria Mariska Tunjung, dan Leo Rolly Carnando, Eng Hian menilai bahwa mereka tak tampil dengan kemampuan terbaik. “Ginting dan Grego sudah aman dari cedera dan sakitnya, saya harap mereka bisa tampil baik kembali. Untuk Leo/Bagas, saya dan pelatih akan mengevaluasi karena mereka tidak tampil sesuai harapan,” ujar Eng Hian.

Leo/Bagas tersingkir pada babak ketiga ganda putra karena kalah dari pasangan nomor satu dunia, Seo Seung-jae/Kim Won-ho, yang tampil di final. Setelah bermain baik pada gim pertama, mereka tampil sangat buruk pada dua gim berikutnya hingga kalah 21-17, 9-21, 4-21.

Kekalahan Leo/Bagas dan Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto, juga pada babak ketiga, membuat target satu gelar juara dari PP PBSI gagal diwujudkan. Padahal, hanya sektor ganda putra yang dengan tegas menyebut target tersebut, seperti disampaikan pelatih Antonius Budi Ariantho pada masa persiapan tim Indonesia untuk tampil di Paris 2025.

Sejarah Malaysia dan Yamaguchi

Kemenangan Chen Tang Jie/Toh Ee Wei dan Yamaguchi di final melahirkan catatan terbaik dalam karier masing-masing. Chen/Toh menjuarai ganda campuran setelah mengalahkan Jiang Zhen Bang/Wei Ya Xin 21-15, 21-14, adapun Yamaguchi menang atas Chen 21-9, 21-13.

Chen/Toh menjadi ganda campuran pertama Malaysia yang meraih gelar juara dunia sejak ajang individu tertinggi di arena bulu tangkis ini digelar pada 1977. Sesaat setelah meraih poin terakhir, Chen/Toh merayakan kemenangan dengan memeluk Nova Widianto dan Rexy Mainaky, pelatih yang mendampingi di lapangan.

France Badminton World Championships

Gelar ini menghapus kekecewaan Chen/Toh saat tersingkir pada perempat final Olimpiade Paris 2024 di tempat yang sama dengan penyelenggaraan Kejuaraan Dunia. Saat itu, mereka kalah dari Kim Won-ho/Jeong Na-eun.

Tak hanya bagi atlet, gelar ini menambah catatan prestasi Nova, pelatih asal Indonesia. Jauh sebelum mengantarkan atletnya menjadi juara dunia, Nova meraih prestasi yang sama saat bermain bersama Liliyana Natsir. Mereka menjadi juara di Anaheim 2005 dan Kuala Lumpur 2007.

Selain Chen/Toh, Malaysia memiliki finalis lain di Paris 2025, yaitu Pearly Tan/Thinaah Muralitharan yang melawan ganda putri nomor satu dunia, Liu Sheng Shu/Tan Ning. Seperti rekan mereka, Tan/Muralitharan menjadi ganda putri pertama Malaysia yang tampil di final Kejuaraan Dunia.

Tiga tahun lalu, saat Kejuaraan Dunia digelar di Tokyo, Jepang, Malaysia untuk pertama kalinya mendapat gelar juara dunia melalui ganda putra, Aaron Chia/Soh Wooi Yik. Ditambah dengan hasil dari Paris 2025, Malaysia meraih gelar dalam dua dari tiga Kejuaraan Dunia terakhir.

Sementara, Yamaguchi menjadi tunggal putri kedua yang tiga kali menjadi juara dunia setelah Carolina Marin (2014, 2015, 2018). Yamaguchi menambah gelar setelah berdiri di podium tertinggi pada 2021 dan 2022.

France Badminton World Championships

Meskipun China selalu mendominasi tunggal putri sejak era 1980-an, mereka tak pernah membawa pulang gelar juara dunia nomor ini sejak Wang Yi Han juara di London 2011. Hasil terbaik atlet China setelah itu adalah final yang dicapai Li Xue Rui (2013 dan 2014) dan Chen Yu Fei (2022 dan 2025).


Kerabat Kerja

Penulis:

Yulia Sapthiani
 | 

Editor:

Wisnu Aji Dewabrata
 | 

Penyelaras Bahasa:

Apolonius Lase