Gyokeres menjawab tren buruk di timnas dan kekecewaan di klub dengan hattrick ke gawang Ukraina. Berkatnya, asa Swedia ke Piala Dunia 2026 kembali terbuka lebar.
27 Mar 2026 07:21 WIB · Olahraga
AP
VALENCIA, KAMIS — Ada dua hal yang sangat langka dalam setahun terakhir, yaitu kemenangan tim nasional Swedia dan gol penyerang Viktor Gyokeres di timnas. Di tengah segala keraguan, Swedia justru melaju mulus dalam babak playoff Piala Dunia 2026. Hattrick Gyokeres mengubah segalanya.
Kemenangan Swedia hadir pada waktu paling krusial, yaitu saat berada di ujung jurang eliminasi. Tim asuhan Pelatih Graham Potter itu menaklukkan Ukraina 3-1 dalam semifinal playoff Jalur B kualifikasi zona Eropa di Stadion Ciudad de Valencia, Spanyol, Jumat (27/3/2026) dini hari WIB.
Swedia akhirnya menyudahi rekor tidak menang sepanjang kualifikasi, yaitu dalam enam laga beruntun (2 seri, 4 kalah). Semua itu berkat kontribusi Gyokeres, penyerang klub Arsenal yang baru mencetak gol lagi untuk timnas setelah terakhir kali pada November 2024.
”Kami melakukan semua yang kami bisa untuk mencetak gol, tetapi gol cepat mereka sangat menyakitkan. Viktor membuat perbedaan malam ini. Dia menunjukkan kualitasnya dan membuktikan dia adalah salah satu striker terbaik di Eropa,” kata Pelatih Ukraina Serhiy Rebrov.
Gyokeres menunjukkan reaksi hebat di Valencia. Sang striker datang ke jeda internasional kali ini setelah gagal mengantar Arsenal berjaya di final Piala Liga Inggris, akhir pekan lalu. Dia juga belum mencetak gol seusai tampil selama enam jam di babak grup kualifikasi Piala Dunia.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/03/27/64ff75f482cb714dfe639c58129d79cb-Ukraine_Sweden_WCup_Soccer_2_.jpg)
Gyokeres hanya membutuhkan waktu enam menit untuk membuktikan diri. Dia membawa Swedia unggul pada awal paruh pertama lewat insting tajam di kotak penalti. Penyerang berusia 27 tahun itu memanfaatkan umpan silang gelandang serang Benjamin Nygren setelah berhasil memisahkan diri ke tiang jauh.
Gyokeres menjadi tumpuan utama Swedia di playoff kali ini. Tandemnya di lini serang, Alexander Isak, belum bisa bergabung lagi dengan timnas karena masih cedera. Dia pun didampingi oleh pemain sayap Newcastle United, Anthony Elanga, dalam formasi duo penyerang 4-4-2.
Di paruh kedua, giliran Gyokeres menunjukkan kualitas dalam mengolah bola. Dia menggandakan keunggulan lewat aksi dribel, mengecoh bek Valerii Bondar, yang berujung dengan tembakan terukur ke tiang jauh. Sang striker tampak terlalu cepat dan kuat untuk pertahanan tim lawan.
Sikap tim sangat luar biasa melawan lawan kelas atas. Kami berjuang bersama. Itu hebat.
Penampilan cemerlangnya disempurnakan dengan capaian hattrick lewat gol penalti pada menit ke-73. Gol itu memang bukan dari permainan terbuka, tetapi Gyokeres menghasilkan penalti tersebut lewat upaya sendiri. Dia melaju ke kotak penalti dalam situasi transisi dan dijatuhkan kiper Anatoliy Trubin.
Hattrick Gyokeres mengantar Swedia unggul 3-0 terlebih dulu. Ukraina sempat merespons dengan gol hiburan di injury time, yaitu lewat pemain pengganti, Matvii Ponomarenko, tetapi itu sudah terlambat. Swedia pun lolos ke final kualifikasi untuk menghadapi tim kuda hitam lain, yaitu Polandia.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/03/27/1c197a7361b370cdb15663457a218695-APTOPIX_Ukraine_Sweden_WCup_Soccer.jpg)
”Ini adalah langkah besar bagi tim ini. Sikap tim sangat luar biasa melawan lawan kelas atas. Kami berjuang bersama. Itu hebat. Viktor juga luar biasa. Dia bekerja keras untuk tim, bertindak sebagai pemain bertahan pertama kami. Itu membuat serangan dan pertahanan kami seimbang,” ujar Potter.
Sorotan Potter tertuju ke performa bertahan tim, bukan serangan ataupun tiga gol Gyokeres. Hal itu sangat beralasan. Mereka mampu menjaga kans menang karena perbaikan nyata di lini belakang. Adapun Swedia sudah kemasukan 12 gol selama babak grup akibat pertahanan yang amat buruk.
Pertahanan Swedia sudah tidak lagi kacau seperti dalam debut Potter, November lalu, yaitu saat dipermalukan Swiss, 1-4. Dipimpin bek veteran Victor Lindelof, pertahanan mereka sangat disiplin sejak menit awal. Mereka tidak ragu untuk bermain dengan blok pertahanan ekstra rendah.
Ukraina dibuat frustrasi karena kesulitan menembus banyaknya pemain lawan di sepertiga akhir. Di paruh pertama, Ilya Zabarnyi dan rekan-rekan bahkan hanya mampu menghasilkan dua tembakan dari penguasaan bola sebanyak 72 persen. Swedia bermain dengan sabar, lalu mengincar serangan balik kilat.
Potter tidak takut kehilangan taring di lini serang walaupun bermain defensif sebab Swedia memiliki seorang Gyokeres. Sang penyerang dibiarkan sendirian berada paling depan dalam struktur tanpa penguasaan bola tim. Ketika tercipta situasi transisi, dia menjadi eksekutor utama Swedia.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/03/27/f91e55cbc479e7f5f3fd640a83c7abeb-Ukraine_Sweden_WCup_Soccer_3_.jpg)
Sejak bersinar di klub Portugal Sporting CP, Gyokeres selalu berbahaya dalam situasi serangan balik. Dia mampu mengeksploitasi bek-bek lawan dengan kecepatan lari dan kekuatan tubuh. Kelebihan itu tidak terlalu dimanfaatkan di Arsenal, hal yang membuatnya kurang bersinar belakangan ini.
Penentuan tiket ke Piala Dunia akan berlangsung di kandang Swedia, Stadion Strawberry Arena, Rabu depan. Laga itu akan mempertemukan dua striker kelas dunia, Gyokeres dan Robert Lewandowski. Adapun Lewandowski turut menyumbang gol dalam kemenangan 2-1 Polandia atas Albania di semifinal.
”Kami menantikan malam yang luar biasa dan suasana fantastis. Polandia akan menjadi lawan yang tangguh dan kami tahu mereka adalah tim yang sangat berbahaya. Kami perlu fokus pada permainan kami sendiri dan akan menjadi tantangan untuk mempersiapkan diri dengan baik,” ucap Potter. (AP/REUTERS)
Penulis:
Kelvin HianusaEditor:
Yulvianus HarjonoPenyelaras Bahasa:
Nur Adji