Viral Mobil RI 36 Paksa Terobos Kemacetan, Siapa Pejabat Penggunanya?

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengaku telah menegur pengguna mobil pejabat RI 36.

10 Jan 2025 17:47 WIB · Politik & Hukum

Oleh Nina Susilo

Mobil pejabat berpelat RI 36 menjadi sorotan warganet. Selama beberapa waktu, mobil itu menjadi salah satu topik perbincangan hangat di platform X. Hujatan dan kritik warganet mengalir deras.

”Alphard hitam mewakili hati rakyat. Digaji pake uang rakyat, belagu RI 36 melebihi Presiden @prabowo. Patwal nya Polri presisi ya Pak @ListyoSigitP pake nunjuk-nunjuk gitu. Patwal Presiden @prabowo aja ga sampe segitunya. Mhn atensinya,” tulis RieKa Aja atau @rieribet di akun media sosial X, Kamis (9/1/2025).

Tidak hanya itu, banyak pula yang mengacu pada daftar nomor pelat pejabat Kabinet Indonesia Maju yang dipimpin Presiden Joko Widodo. Saat itu, RI 36 digunakan Menteri Komunikasi dan Informatika Budi Arie Setiadi. Jadilah warganet pun menumpahkan amarah kepada Ketua Umum Projo itu.

Budi Arie pun segera mengeluarkan rekaman yang membantah menggunakan mobil berpelat RI 36. Dia mengatakan, pelat nomor mobil Menteri Koperasi adalah RI 27.9 dan mobilnya berwarna putih. ”Siapa pun pemilik pelat nomor itu, saya harap bisa menggunakan fasilitas yang diberikan negara untuk kepentingan rakyat. Jangan sekali-kali menyakiti hati rakyat karena pemerintahan ini berasal dari rakyat dan lahir dari kehendak rakyat,” tuturnya.

Mobil berplat RI 36 dihujat di media sosial karena meminta jalan dengan arogan.

Dalam rekaman yang beredar di media sosial, tampak Patwal bersepeda motor meliuk-liuk membuka jalan bagi mobil pejabat berpelat RI 36 di belakangnya. Namun, ada taksi yang sedang bergeser untuk masuk jalur paling kanan dan menghalangi rombongan pejabat ini.

Patwal bersepeda motor itu pun bergerak ke depan taksi, menghentikan sepeda motornya, dan menunjuk seakan memarahinya. Setelahnya, rombongan ini pun berbelok dan menyalip kendaraan yang sudah membelok lebih dulu.

Karuan warganet mencaci perilaku pejabat ini. Warga umumnya sangat kesal dengan rombongan pejabat yang selalu ingin mendahului ketika jalanan padat dan macet. ”Kalau jalanan macet, bagaimana kita buka jalan. Seharusnya pejabat urus dulu itu macet supaya terurai, baru minta jalan,” ujar Dion (44), warga Bogor.

Alvin, pekerja yang tinggal di Ragunan pun, ikut curhat. ”Ke arah Jaksel apalagi. Banyak bener mobil pejabat pakai tuit tuit dan maksa minta jalan,” ujarnya kesal.

MAyor Teddy memeri hormat saat diumumkan sebagai Sekretaris Kabinet oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, Minggu (20/10/2024). KAinet yang diumumkan oleh Prabowo diberi nama Kabinet Merah Putih Kompas/ Hendra A Setyawan

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Jumat (10/1/2025), mengatakan, perilaku berkendara para pejabat sesungguhnya sudah ditata dan akan semakin ditata.

Ditanya mengenai insiden pengendara berpelat RI 36, Teddy juga mengatakan akan menegurnya. ”Pasti,” ucapnya kepada Kompas.

Lebih lanjut, dia mengatakan, ”Tadi sudah saya tegur dan ingatkan kembali semuanya agar semakin berhati-hati.”

Siapa RI 36?

Memang sesungguhnya ada yang berbeda pada sistem penomoran pelat nomor pejabat Kabinet Merah Putih. Angka yang tampak nyata, berukuran lebih besar, digunakan oleh sejumlah pejabat. Yang membedakan mobil digunakan oleh pejabat yang mana, dilihat pada angka yang berukuran jauh lebih kecil yang mengikuti nomor RI tersebut.

Mobil-mobil para pejabat Kabinet Merah Putih parkir di halaman Istana Negara. Foto diambil 16 Desember 2024.

Karena itu, saat rapat terbatas, misalnya, bisa saja berderet sejumlah mobil RI 24 di halaman Istana Negara atau di lain waktu ada banyak mobil berpelat nomor RI 28. Namun, mobil-mobil berpelat nomor sama itu digunakan pejabat berbeda.

Sistem penomoran pelat ini seakan mengikuti banyaknya jumlah menteri dan wakil menteri, kepala badan, kepala kantor, dan utusan khusus, serta penasihat presiden di jajaran Kabinet Merah Putih. Presiden Prabowo Subianto saat ini dibantu 48 menteri dan 56 wakil menteri.

Pelat nomor para menteri yang berada di bawah kementerian koordinator tertentu mengikuti. Menteri Koordinator Perekonomian, misalnya, menggunakan pelat RI 24. Menteri-menteri di jajarannya menggunakan RI 24 juga dengan pembeda angka kecil di sebelah kanannya. Misalnya, RI 24.2 Menteri Ketenagakerjaan, RI 24.3 Wakil Menteri Ketenagakerjaan, RI 24.3 Menteri Perindustrian, dan RI 24.4 Wakil Menteri Perindustrian.

Mobil-mobil para pejabat Kabinet Merah Putih parkir di halaman Istana Negara. Foto diambil 16 Desember 2024.

Kembali ke pelat nomor RI 36, berdasarkan penelusuran Kompas, ada tujuh pejabat yang menggunakan pelat nomor itu. RI 36.1 sampai RI 36.7 digunakan oleh utusan khusus presiden.

Saat ini, ada enam utusan khusus presiden. Mereka adalah Utusan Khusus Presiden Bidang Ketahanan Pangan Mardiono; Utusan Khusus Presiden Bidang Ekonomi dan Perbankan Setiawan Ichlas; Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni Raffi Farid Ahmad; dan Utusan Khusus Presiden Bidang Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah, Ekonomi Kreatif dan Digital Ahmad Ridha Sabana. Kemudian, Utusan Khusus Presiden Bidang Perdagangan Mari Elka Pangestu dan Utusan Khusus Presiden Bidang Pariwisata Zita Anjani.

Sebelumnya ada pula KH Miftah Maulana Habiburrahman yang menjadi Utusan Khusus Presiden Bidang Kerukunan Beragama dan Pembinaan Sarana Keagamaan. Namun, ia mengundurkan diri setelah kritik masyarakat akibat lelucon yang tak sensitif kemanusiaan.

Sayangnya, angka penanda siapa pemilik sesungguhnya mobil berpatwal arogan itu, yang dicetak dalam ukuran kecil di bagian kanan pelat, tak terlihat jelas.


Kerabat Kerja

Penulis:

Nina Susilo
 | 

Editor:

A. Ponco Anggoro