Warga Indonesia di Antara yang Kabur dari Pusat Penipuan Myanmar

Beredar kabar militer Myanmar akan menyerbu pusat penipuan daring. Orang-orang, termasuk puluhan warga Indonesia, lari dari pusat penipuan itu.

23 Okt 2025 11:50 WIB · Internasional

Oleh Kris Mada

YANGON, KAMIS — Kedutaan Besar RI di Yangon, Myanmar, memantau kabar pelarian besar-besaran dari pusat penipuan daring di Myawaddy. Setidaknya 75 warga Indonesia ada di antara orang yang kabur.

Kuasa Usaha Ad Interim KBRI Yangon Novan Ivanhoe mengatakan, pemantauan dilakukan bersama KBRI Bangkok dan KBRI Yangon. Salah satu WNI di pusat penipuan itu telah berkomunikasi dengan staf KBRI Yangon.

”Otoritas Thailand melaporkan adanya sekitar 20 WNI yang telah berhasil menyeberang ke wilayah Thailand melalui Sungai Moei,” kata Novan, Kamis (23/10/2025), dari Yangon.

KBRI Bangkok menerima informasi soal 20 WNI itu dari otoritas Thailand. Informasinya, masih ada WNI di dalam tempat pusat operasi penipuan yang dikenal sebagai KK Park. Lokasi itu berada di Myawaddy, Negara Bagian Kayin, Myanmar. Sementara sebagian lainnya sudah keluar menuju daerah sekitar Myawaddy-Shwe Kokko untuk mencari tempat aman.

KBRI Yangon dan KBRI Bangkok terus berkoordinasi dengan otoritas dan kontak di Myanmar-Thailand. Hal itu untuk memastikan keselamatan seluruh WNI dan mengupayakan jalur kemanusiaan yang aman dan terpantau bagi proses evakuasi.

KBRI Yangon dan berbagai perwakilan diplomatik RI telah berulang kali mengingatkan agar jangan mudah tergiur tawaran gaji tinggi di luar negeri. Apalagi, jika tawaran itu dinyatakan tidak butuh kualifikasi tinggi. Hampir dapat dipastikan, seluruh tawaran itu terhubung ke pusat penipuan daring.

Serbuan militer

Sejak awal pekan ini beredar kabar KK Park akan didatangi militer Myanmar atau Tatmadaw. Informasi itu membuat banyak orang melarikan diri dari sana.

Dilaporkan AFP, sebanyak 677 orang kabur dari pusat penipuan daring KK Park. Mereka menyeberang ke Thailand pada Kamis pagi.

South Koreans, wearing caps, allegedly involved in online scams in Cambodia arrive at the Incheon International Airport, in Incheon, Saturday, Oct. 18, 2025. (Yonhap via AP)

Gubernur Tak, Sawanit Suriyakul Na Ayutthaya, menyebut bahwa aparat gabungan dari militer, polisi, dan imigrasi menangani orang-orang yang kabur itu. ”Mereka akan diperiksa,” kata gubernur wilayah Thailand yang berbatasan dengan Myanmar itu.

Ia melanjutkan, penanganan terhadap orang-orang itu memprioritaskan kemanusiaan. Bantuan diberikan atas alasan kemanusiaan.

Meski demikian, aparat Thailand tetap fokus mengidentifikasi apakah orang-orang itu korban atau bagian dari pelaku penipuan. Jika pelaku, mereka akan dituntut, antara lain, dengan tuduhan masuk secara ilegal. Jika korban, mereka akan ditolong.

Banyak pihak menyebut, semakin diragukan orang-orang yang berada di pusat penipuan itu jadi korban penipuan. Orang-orang itu datang ke sana secara sadar karena tergiur penghasilan tinggi.

Otoritas Korea Selatan termasuk yang memutuskan, orang yang pergi ke sana bagian dari pelaku. Oleh karena itu, meski pemulangan dari pusat penipuan dibantu, orang-orang tersebut diperiksa, lalu ditahan oleh kepolisian Korsel.

Otoritas Tak bersiap pada gelombang pelarian selanjutnya. Diduga, ada ribuan orang bekerja di KK Park dan sekitarnya.

Dalam investigasi AFP, pusat-pusat penipuan itu masih terus beroperasi meski berulang kali ada penyerbuan ke sana. Setelah koneksi layanan internet diputus, mereka menggunakan internet satelit.

Korea menindak

Dari Seoul dilaporkan, dilansir dari Yonhap dan Korea Joongang, Korea Selatan mendeteksi hingga 2.000 warganya terlibat penipuan daring dari Kamboja. Selain Myanmar, Kamboja juga menjadi pusat operasi penipuan daring.

Badan Intelijen Nasional (NIS) Korsel menyebut, setidaknya 50 lokasi menjadi pusat operasi penipuan di Kamboja. Hingga 200.000 orang mengoperasikan pusat-pusat penipuan itu.

NIS merekomendasikan, setiap warga Korsel di pusat penipuan itu diperlakukan sebagai pelaku alih-alih korban sindikat penipuan.

"NIS menjelaskan bahwa mereka yang pergi ke Kamboja memiliki motif keuangan dan secara aktif berpartisipasi dalam kejahatan dalam banyak kasus. Mereka menyediakan atau menggunakan telepon seluler ilegal," kata anggota DPR Korsel yang mendapat taklimat dari NIS, Park Sun-won.

"Akan lebih akurat untuk memandang banyak dari mereka, meskipun tidak semuanya, sebagai tersangka atau kaki tangan yang terlibat dalam kejahatan daripada sebagai korban," lanjutnya.

Police officers escort repatriated South Koreans, who were detained by authorities in Cambodia over alleged cyberscam operations, upon their arrival at Incheon international airport, west of Seoul, on October 18, 2025. Sixty-four South Koreans who had been detained in Cambodia for alleged involvement in cyberscam operations returned home on October 18, and were under arrest, a police official told AFP. (Photo by YONHAP / AFP) / - South Korea OUT / NO ARCHIVES -  RESTRICTED TO SUBSCRIPTION USE

Berdasarkan data otoritas berbagai negara, banyak pula telah berulang kali datang lalu bekerja di pusat-pusat penipuan tersebut. Jika bosan atau alasan lain, banyak yang mengaku jadi korban lalu meminta diselamatkan oleh pemerintah negara asalnya.

Park melanjutkan, NIS juga memburu otak dan pelaku utama dalam kematian Park Min-ho (22). Pada 8 AGustus 2025 di pegunungan Bokor, Kamboja, jenazah Park Min-ho ditemukan. Tubuhnya penuh lebam dan banyak tanda bekas dipukuli.

Mahasiswa dari Gyeongsang itu terbang ke Kamboja pada 17 Juli 2025. Alasannya, mau menghadiri bursa kerja. Ternyata, pada akhir Juli, keluarganya malah ditelepon orang tak dikenal.

Orang itu meminta tebusan 50 juta won sebagai imbalan melepaskan Park. Menurut NIS, pelakunya dideteksi sebagai diaspora Korea berkewarganegaraan China.


Kerabat Kerja

Penulis:

Kris Mada
 | 

Editor:

Fransisca Romana Ninik W
 | 

Penyelaras Bahasa:

Galih Rudanto