Warga Meminta Makan Bergizi Gratis Dilakukan Konsisten (8)

Warga meminta program yang dilaksanakan secara bertahap ini berjalan konsisten. Belum semua daerah dapat melaksanakan program ini pada hari pertama.

07 Jan 2025 07:00 WIB · Investigasi

Oleh Cornelius Helmy Herlambang, Fabio Maria Lopes Costa, Runik Sri Astuti, Fransiskus Pati Herin, Nikson Sinaga, Ambrosius Harto Manumoyoso, Nasrun Katingka



JAKARTA, KOMPAS — Program Makan Bergizi Gratis dimulai Senin (6/1/2025) di 26 provinsi. Meski belum semua sasaran penerima mendapatkan bagian, pemenuhan janji kampanye Presiden Prabowo Subianto ini tetap disambut antusias warga dengan beberapa catatan.

Di Ternate, Maluku Utara, Kepala Madrasah Ibtidaiah Negeri 2 Jamal Laher menjelaskan, peserta didik antusias mengikuti program ini. Ia berharap program bisa konsisten dilaksanakan selama lima hari per minggu.


Peserta program menerima menu nasi, ayam, tumis sayur, sepotong semangka, jeruk, dan air mineral. ”Ini bermanfaat untuk siswa yang tidak mampu sarapan pagi. Program ini bisa memotivasi mereka semangat sekolah,” ujar Jamal.


Di Ambon, Maluku, distribusi menu makanan dilakukan sejak pukul 07.30 WIT. Kepala MTs Al Muhajirin, Ambon, Mirna Saali mengapresiasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) karena membantu 346 siswa mendapat makanan bergizi selama pembelajaran.


Berbeda dengan rata-rata harga nasional, menu di Maluku disesuaikan dari Rp 10.000 menjadi Rp 11.000 per porsi. Menu yang disediakan mulai dari ikan cakalang hingga daging ayam.

Di Kota Medan, Sumatera Utara, salah satu lokasi MBG ada di SD Negeri 067246, yang berada di pinggiran kota. Kepala SD Negeri 067246 Rosdiana Samosir berharap sekolah mereka diprioritaskan untuk mendapatkan MBG. ”Makan Bergizi Gratis ini masih uji coba hanya untuk satu hari. Kami mendapat jatah 250 porsi,” kata Rosdiana.


Program MBG di Kendari, Sulawesi Tenggara, masih berjalan di 12 sekolah dari ratusan sekolah di sana. Program ini ada di bawah koordinasi Badan Gizi Nasional (BGN) dan dibantu Kodim 1417 Kendari.

Siswa menyantap menu Makan Bergizi Gratis yang dibagikan Kodam I Bukit Barisan di SD Negeri 067246, Medan Tuntutungan, Senin (6/1/2025).



Kepala SDN 10 Kendari Husnah Faizal menyambut positif program ini. Dengan program ini, anak didiknya mendapatkan asupan makanan dengan lauk yang seimbang dan bergizi.

Terlebih lagi, siswa sekolah ini sebagian besar berasal dari kalangan warga berpenghasilan rendah. Orangtua siswa bekerja sebagai pemulung, tukang bangunan, dan pekerjaan tidak tetap lainnya.


Di Bandung, Jawa Barat, pelaksanaan MBG dilakukan di tiga lokasi, dua lokasi di Kecamatan Cicendo, satu lokasi di Kecamatan Sukajadi. Di SD 193 Caringin, Kecamatan Sukajadi, misalnya, ratusan siswa menyambut antusias program ini. Menu yang diterima siswa adalah nasi, ayam goreng, sayur-sayuran, buah semangka, dan susu kemasan.

Program MBG juga diberikan di pesantren seluruh Indonesia. Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama Abu Rokhmad mengutarakan, dalam seporsi makanan bergizi yang dibagikan, ada pengajaran etika makan dan minum sebagai bagian pendidikan karakter.


Para siswa SD Negeri 03 Bojong Koneng, Kabupaten Bogor menikmati paket makan bergizi gratis yang diterima, Senin (6/1/2025). Program ini dimulai untuk tiga juta siswa di tiga bulan pertama.

Program MBG di pesantren menggunakan sistem prasmanan. Sebelum makan, para santri diajarkan toleransi dan tenggang rasa untuk mengantre dengan tertib, mengambil makanan secukupnya, dan menghormati teman-teman sekelasnya.


Di Jakarta, salah satu tempat pelaksanaan MBG ada di Kelurahan Slipi, Palmerah, Jakarta Barat. Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Slipi membagikan 2.987 porsi kepada penerima di 11 sekolah dalam radius 1,3 kilometer dari dapur, salah satunya ke Sekolah Luar Biasa (SLB) 5 Slipi.


Kepala SLB 5 Slipi Hani Rustisiani mengatakan, program MBG ini sangat membantu pihak sekolah mengajarkan kebiasaan baik kepada siswa. MBG dianggap bukan sekadar memberikan makan, melainkan juga sarana mengajarkan murid makan tepat waktu, makan dengan etika, dan bertanggung jawab.

Petugas menyiapkan makanan program Makan Bergizi Gratis yang akan diantar ke sejumlah sekolah di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Palmerah, Jakarta Barat, Senin (6/1/2025). Program makan bergizi gratis yang dimulai hari ini akan diberikan kepada ibu hamil, anak balita, dan siswa SD hingga SMA. Pemerintah menargetkan dapat menyelesaikan 40 persen dari target 82 juta penerima manfaat pada tahun pertama pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis. KOMPAS/ADRYAN YOGA PARAMADWYA (YGA) 06-01-2025


Belum dilaksanakan

Di Surabaya, Jawa Timur, pelaksanaan MBG belum terlaksana. Sebab, belum ada petunjuk teknis dari BGN. Menurut rencana, program ini bakal dilaksanakan di Surabaya mulai Senin (13/1/2025).



Di Nusa Tenggara Timur (NTT), hanya ada 1 dari 749 titik SPPG yang siap beroperasi. Perwira Seksi Teritorial Komando Distrik Militer 1604 Kupang Kapten Infanteri Sudirman mengatakan, alokasi anggaran program MBG di NTT Rp 8 triliun dari total anggaran secara nasional Rp 71 triliun.


Di Papua Selatan, pelaksanaan program MBG ditunda. Komandan Kodim 17/07/Merauke Letnan Kolonel Johny Nofriady menunggu koordinasi dari SPPG Merauke dan BGN. Dapur yang ada saat ini dirancang menjangkau 3.168 anak sekolah di tujuh sekolah di sekitar Kodim 17/07/Merauke.

Infografik Rekomendasi Kabupaten dan Kota Prioritas Penerima MBG *** Local Caption *** Infografik Jurnalisme Data Makan Bergizi Gratis


Hal serupa terjadi di Provinsi Papua. Penjabat Gubernur Papua Ramses Limbong masih berkoordinasi dengan BGN, khususnya berkaitan dengan kepastian anggaran. ”Kami juga masih memastikan mekanismenya seperti apa karena menyesuaikan dengan kondisi di Papua yang pasti akan defisit,” ujar Ramses.

Dibagikan bertahap

Juru Bicara Kantor Komunikasi Kepresidenan Dedek Prayudi mengungkapkan, program MBG belum bisa dibagikan kepada 3 juta orang seperti target awal pada hari pertama. Sebab, program ini dilakukan secara bertahap. Sebanyak 190 SPPG yang beroperasi pada hari pertama ini baru mampu memenuhi 600.000 orang di kota-kota besar di 26 provinsi.

SPPG akan ditambah untuk memenuhi kebutuhan makan bergizi gratis untuk ibu hamil, ibu menyusui, dan anak balita. Teknis distribusinya akan disesuaikan dengan kondisi wilayah masing-masing, misalnya dengan menggerakkan kader posyandu dan sebagainya.

Infografis Anggaran Makan Bergizi Gratis Tahun 2025
Quote



Besok masih bertambah, besok lusa akan bertambah, lalu minggu depan akan bertambah banyak. Kami rencanakan awal Maret nanti sudah beroperasi 937 SPPG yang melayani 3 juta orang.



Dedek mengklaim program MBG yang dijalankan selama masa uji coba mendapat respons positif warga. Anak-anak menjadi lebih rajin dan semangat sekolah, serta orangtuanya pun merasa bebannya diringankan karena tak perlu lagi membawakan bekal atau memberikan uang jajan untuk anak.

Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono saat meninjau program MBG di Sekolah Barunawati, Jakarta Barat, mengatakan, program MBG sudah direncanakan dan proses pelaksanaannya dilakukan bertahap.


Pemerintah menargetkan penerima MBG tahun 2025 sebanyak 19,47 juta jiwa dengan anggaran Rp 71 triliun. Program ini akan terus berlanjut hingga lima tahun ke depan hingga mencapai 82,9 juta penerima pada 2029 dengan dana yang semakin besar tiap tahun.

=============================

Untuk mengikuti liputan tema ini selengkapnya, kami mengajak Anda bergabung dalam grup Whatsapp Pembaca Kompas ”Investigasi & Jurnalisme Data” dengan mengeklik tautan link ini. Kami juga ingin mendengarkan pandangan Anda tentang artikel ini melalui survei berikut ini.





Kerabat Kerja

Penulis:

Cornelius Helmy Herlambang, Fabio Maria Lopes Costa, Runik Sri Astuti, Fransiskus Pati Herin, Nikson Sinaga, Ambrosius Harto Manumoyoso, Nasrun Katingka
 | 

Editor:

Andy Riza Hidayat, Margaretha Puteri Rosalina
 | 

Penyelaras Bahasa:

Lucia Dwi Puspita Sari