Warga terdampak banjir di Bekasi membutuhkan beragam bantuan, seperti air minum, makanan siap saji, perlengkapan bayi, dan kebutuhan khusus perempuan.
05 Mar 2025 13:27 WIB · Nusantara
BANDUNG, KOMPAS — Penyintas banjir di Kota dan Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, masih membutuhkan banyak persediaan air minum, makanan siap saji, dan kebutuhan khusus perempuan. Sementara itu, dalam dua hari terakhir, tercatat dua orang tewas akibat terseret banjir di Bogor dan Karawang, Jabar.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jabar, tercatat lebih dari 52.000 warga terdampak banjir di Kota dan Kabupaten Bekasi. Ketinggian air mencapai 50-350 sentimeter. Selain permukiman, fasilitas publik, seperti rumah sakit, juga ikut terendam.
Pelaksana Harian Kepala Pelaksana BPBD Jabar Anne Hermadiane Adnan di Bekasi, Rabu (5/3/2025), mengklaim, berbagai upaya penanganan telah dilakukan bersama BPBD setempat serta relawan. Hal itu seperti evakuasi warga, pendirian tempat pengungsian darurat, serta penyediaan logistik.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/03/05/7c7bb36a-5147-417c-911a-186aa257d30f_jpg.jpg)
Namun, Anne mengatakan, sejumlah kebutuhan masih mendesak dipenuhi. Dia menyebut kebutuhan mendesak itu seperti air minum, makanan siap saji, perlengkapan bayi, kebutuhan khusus perempuan, selimut, dan alas tidur.
Selain Bekasi, banjir juga masih merendam Karawang. Lokasi terdampak banjir ada di Kecamatan Telukjambe Barat, Kecamatan Karawang Barat, dan Kecamatan Pangkalan.
Sebanyak 10.180 jiwa terdampak dan 375 warga mengungsi di beberapa titik di Desa Karangligar, Kecamatan Telukjambe Barat. Setelah sempat mencapai ketinggian dua meter, banjir kini berangsur surut.
Sementara itu, serangkaian bencana di Bogor dan Karawang dalam tiga hari terakhir memakan dua korban jiwa. Di Karawang, Tim Rescue Unit Siaga SAR Karawang menemukan jenazah Amanillah Bayu Pratama (14).
Sebelumnya, dia terseret banjir di Desa Mulya Jaya, Kecamatan Telukjambe Barat, Rabu (5/3/2025). Bayu yang berasal dari Purbalingga, Jawa Tengah, itu tercatat sebagai santri di salah satu pondok pesantren di Teluk Jambe Barat.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/03/03/0104e446-ace3-488b-a4f5-e486ac5dd06f_jpg.jpg)
Komandan Tim Rescue Unit Siaga SAR Karawang Frengky Jonathan mengatakan, sebelumnya korban dilaporkan hilang pada Selasa (4/3/2025) sore. Dia terseret bersama dua sahabatnya di Sungai Cibeet.
”Dua rekan korban selamat, sedangkan korban ditemukan berjarak sekitar 1,5 kilometer dari lokasi kejadian,” kata Frengky.
Sebelumnya, luapan Sungai Cisarua memakan korban jiwa di Kabupaten Bogor. Asep Maulana (59), warga Desa Citeko, Kecamatan Cisarua, tewas, terseret air bah yang datang tiba-tiba. Pada Senin (3/3/2025) pagi, jasadnya ditemukan di Bendungan Ciawi.
Asep terseret air bah setelah berhasil menyelamatkan istrinya. Ironisnya, Asep justru gagal menyelamatkan dirinya sendiri.
Serangkaian bencana di Bogor dan Karawang dalam tiga hari terakhir memakan dua korban jiwa
Penulis:
Cornelius Helmy HerlambangEditor:
Haris FirdausPenyelaras Bahasa:
Lucia Dwi Puspita Sari