Musim hujan tahun ini datang lebih awal dengan curah hujan di atas normal pada banyak wilayah di Jawa Barat.
22 Okt 2025 20:32 WIB · Nasional
SUBANG, KOMPAS — Dua orang tewas setelah mobil yang mereka tumpangi tertimpa pohon tumbang di Jalan Raya Ciater-Bandung, Kabupaten Subang, Jawa Barat, Rabu (22/10/2025). Pohon tersebut tumbang sewaktu hujan deras disertai angin kencang melanda kawasan itu.
Kedua korban tewas diketahui bernama Waway (36) dan Raka Abdilah (20). Keduanya warga Desa Tambakan, Kecamatan Jalancagak, Kabupaten Subang. Keduanya meninggal di lokasi kejadian setelah mobil bernomor polisi T 8304 ZT yang mereka tumpangi tertimpa pohon besar tumbang. Saat itu, hujan lebat dan angin bertiup kencang pukul 11.15 WIB.
Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Subang Ajun Komisaris Asep Saepudin membenarkan peristiwa tersebut. Ia mengatakan, insiden murni disebabkan oleh faktor alam. ”Mobil korban telah kami evakuasi ke Polsek Jalancagak untuk pemeriksaan lebih lanjut. Keduanya meninggal karena tertimpa pohon tumbang akibat faktor alam,” ujar Asep saat dihubungi.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/10/22/c39fde76f2bb92c0a6a764c953445919-IMG_20251022_194826.jpg)
Menurut dia, saat kejadian, arus lalu lintas di lokasi relatif sepi. Cuaca hujan deras, jalan lurus menanjak, dan kondisi tanah yang labil menyebabkan pohon di pinggir jalan tumbang menimpa kendaraan yang melintas.
Pranata Humas Ahli Muda Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat Hadi Rahmat Hardjasasmita menyampaikan, cuaca ekstrem mulai terjadi pada pukul 10.30 WIB di kawasan Kecamatan Ciater.
Adapun, Tim BPBD Kabupaten Subang langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan asesmen, pembersihan material pohon tumbang, dan evakuasi korban.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2023/11/15/76becbf9-b3df-42e3-8593-0aa7e7bc412c_jpg.jpg)
”Kedua jenazah kemudian dibawa ke Puskesmas Palasari Ciater sebelum diserahkan kepada keluarga. Pembersihan material pohon tumbang sudah dilakukan,” ujarnya.
Stasiun Klimatologi Jawa Barat Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan bahwa intensitas hujan di sebagian besar wilayah Jawa Barat tahun ini berpotensi lebih tinggi dari normal.
Kepala Stasiun Klimatologi Jawa Barat Rakhmat Prasetia menjelaskan bahwa musim hujan tahun ini datang lebih awal dengan curah hujan di atas normal di banyak wilayah. ”Sejak Agustus, sejumlah wilayah sudah memasuki musim hujan lebih awal. Puncak hujan diperkirakan terjadi pada Oktober hingga Januari mendatang,” katanya.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/01/21/640bb53b2954ebb8aead9f2fe84a8962-IMG_20250121_075246.jpg)
Dengan kondisi cuaca yang lebih basah dan intensitas hujan tinggi, BMKG mengimbau masyarakat agar mewaspadai potensi bencana hidrometeorologi, seperti banjir, tanah longsor, serta angin kencang.
”Khusus wilayah pegunungan dan dataran tinggi, seperti Subang dan sekitarnya, risiko angin kencang dan pohon tumbang perlu diantisipasi,” kata Rakhmat.
Penulis:
Fabio Maria Lopes CostaEditor:
Irma TambunanPenyelaras Bahasa:
Lucia Dwi Puspita Sari