China sudah menyiapkan senjata rahasia untuk menghadang tim ”Garuda” di Jakarta. Senjata itu belum sempat ditampilkan dalam pertemuan pertama versus Indonesia.
03 Jun 2025 17:31 WIB · Olahraga
JAKARTA, KOMPAS — Tim nasional China menyiapkan kejutan untuk menghadapi laga hidup atau mati versus Indonesia. Tim asuhan Pelatih Branko Ivankovic itu datang dengan satu penyerang remaja dan dua gelandang naturalisasi yang belum muncul ketika pertemuan pertama.
Skuad China sudah tiba di Jakarta, Senin (2/6/2025) malam WIB. Mereka membawa 23 pemain yang siap tampil melawan tuan rumah Indonesia dalam laga lanjutan Grup C putaran ketiga kualifikasi Piala Dunia 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Kamis pukul 20.45 WIB.
Ivankovic, di tengah tekanan besar meraih kemenangan, percaya diri bisa mencuri tiga poin. ”Saya menghormati Indonesia karena performa mereka sedang bagus dengan para pemain yang berpengalaman di (kompetisi) Eropa, tetapi kami datang juga dengan kondisi baik,” katanya setelah tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten.
China, yang mengumpulkan enam poin dari delapan laga, wajib menang jika ingin menjaga kans lolos ke Piala Dunia. Mereka masih menjadi juru kunci, peringkat keenam, membuntuti Indonesia yang berada di peringkat keempat (sembilan poin). Adapun putaran ketiga tinggal menyisakan dua pertandingan.
Demi mewujudkan misi itu, China sudah menyiapkan kejutan untuk tuan rumah. Mereka membawa penyerang remaja Wang Yudong (18) serta dua gelandang naturalisasi Serginho dan Yang Mingyang. Ketiganya tidak ada saat pertemuan pertama dengan tim ”Garuda” di Qingdao, Oktober 2024.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2024/11/11/c180d2d2790925cf0279c9931d202f1e-AFC_ASIAN_QUALIFIERS_2026_Match_5.jpg)
Wang dan Serginho baru sekali membela timnas, saat berhadapan dengan Australia pada Maret lalu. Serginho, keturunan Brasil, sudah resmi menjadi warga negara China pada awal tahun. Yang, lahir di Swiss, belum pernah tampil karena baru disetujui pindah warga negara oleh FIFA pada Mei lalu.
Wang yang dijuluki ”Berlian dari China” patut diwaspadai. Setelah diberikan kesempatan debut oleh Ivankovic, sang remaja menjalani tren terbaik dalam kariernya bersama Zhejiang FC di Liga Super China. Wang sudah mencetak 8 gol dalam 11 laga terakhir sejak akhir Maret.
Menariknya, Wang bisa bermain di banyak posisi. Dia sering dimainkan di sayap kiri, tetapi mampu juga menjadi gelandang serang atau penyerang tengah. Wang sangat nyaman mendribel bola di ruang sempit dan punya kemampuan sprint cepat. Postur tubuh dan gaya main sang remaja mirip dengan bintang Tottenham Hotspur, Son Heung-min.
Bagi Ivankovic, pemain muda pasti membawa risiko lebih. Meskipun begitu, mereka membutuhkan sosok yang berani mengambil risiko untuk menang. Wang bisa menggantikan peran penyerang Berham Abduweli yang tidak masuk skuad kali ini. Adapun Abduweli merupakan pencetak gol pembuka saat China menang 2-1 atas Indonesia pada duel pertama.
Serginho (30) menawarkan kreativitas sekaligus produksi gol layaknya gelandang serang ”nomor 10”. Dia bukan pemain yang bisa berlari cepat, tetapi punya visi, kemampuan teknis, dan insting gol papan atas. Mantan pemain klub Brasil, Santos, itu juga memiliki kemampuan kaki kanan dan kiri yang sama baiknya.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/10/15/8afa149f-0b7c-48d1-9cde-a4faf33b4318_jpg.jpg)
Pengaruh Serginho di lini serang sudah terlihat selama bermain di klub lokal, Changchun Yatai dan Beijing Guoan. Dia berhasil menyumbangkan 27 gol dan 19 asis dalam empat musim terakhir di Liga China. Tipe pemain seperti Serginho tidak dimiliki China pada pertemuan pertama.
Yang, pemain naturalisasi baru, bisa memberikan energi di lini tengah. Dia merupakan tipe pemain yang lincah, ulet, dan energik. Mantan pemain Wolverhampton Wanderers U-23 itu sering kali merebut bola lawan, lalu memicu transisi serangan balik timnya. Dia sangat cocok berada di sistem ala Ivankovic yang mengandalkan transisi.
Menurut Tianjin Daily, Ivankovic melakukan banyak eksperimen dalam persiapan sebelum berangkat ke Jakarta. Wang sempat dicoba bermain di posisi lebih sentral, tidak seperti biasanya di sisi kiri. Sementara itu, Yang sempat dicoba lebih bergeser ke sisi kanan, tidak sesuai posisi asli sebagai gelandang tengah.
Berkat kehadiran tiga pemain itu, sang pelatih punya lebih banyak opsi untuk memainkan formasi andalannya, yaitu 4-4-2 berlian. Di lini depan, misalnya, Wang dan Serginho bisa menjadi penyerang tengah darurat untuk mendampingi pemain veteran Zhang Yuning.
Zhang, pencetak satu gol ke gawang Indonesia dalam pertemuan pertama, akan lebih dimudahkan untuk berhadapan dengan Mees Hilgers dan kawan-kawan. Menurut dia, lini serang China akan menjadi pembeda di laga nanti. ”Kami tidak punya pilihan selain menyerang,” katanya, seperti dikutip Sohu.
Adapun terakhir kali bertemu China, Indonesia masih dilatih Shin Tae-yong. Kini, tim Garuda dipimpin oleh mantan penyerang legendaris Belanda, Patrick Kluivert. Indonesia juga punya beberapa pemain baru yang tidak ada di pertemuan pertama, seperti penyerang Ole Romeny dan kiper Emil Audero.
Penulis:
Kelvin HianusaEditor:
Emilius Caesar Alexey