PENGHEMATAN BBM

WFH Sehari Sepekan Segera Diumumkan

Hari yang dipilih masih dirahasiakan. Kendati begitu, hasil rapat para menteri soal penerapan kebijakan itu telah dilaporkan kepada Presiden.

27 Mar 2026 18:36 WIB · Politik & Hukum

KOMPAS

Oleh Nino Citra Anugrahanto

JAKARTA, KOMPAS – Pemerintah dalam waktu dekat berencana mengumumkan penerapan bekerja dari rumah atau work from home (WFH) sehari dalam sepekan bagi aparatur sipil negara. Mekanisme pelaksanaannya masih terus dimatangkan. Kebijakan itu diyakini tidak akan mengganggu produktivitas industri nasional.

Hal itu diungkapkan Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto seusai menemui Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, Jumat (27/3/2026). Sedikitnya tampak dua pejabat lain keluar bersama mendampinginya, yakni Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa serta Menteri Investasi dan Hilirisasi Roslan Roeslani.

”Pokoknya akan ditetapkan bulan ini,” ujar Airlangga saat ditanya soal kapan kebijakan bekerja dari rumah bakal diumumkan.

Quote

Jadi, seharusnya tidak masalah kalau cuma satu hari. Produktivitas kita secara total tidak akan terlalu terganggu.

Seorang aparatur sipil negara (ASN) mengikuti rapat melalui zoom di Badan Kepegawaian Daerah (BKD) di kompleks Balai Kota DKI Jakarta, Senin (21/8/2023). Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menerapkan kebijakan work from home (WFH) atau bekerja dari rumah untuk 50 persen ASN. Penerapan kebijakan ini berkaitan dengan penyelenggaraan Konferensi Tingkat Tinggi ASEAN 2023 serta untuk menurunkan tingkat pencemaran udara di DKI Jakarta. Penerapan ini tertuang dalam Surat Edaran (SE) Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta Nomor 34 Tahun 2023 tentang Pelaksanaan Tugas Kedinasan dari Rumah atau Work From Home. Kebijakan 50 persen ASN bekerja dari rumah ini berlangsung dari 21 Agustus hingga 21 Oktober 2023. KOMPAS/FAKHRI FADLURROHMAN (FAK) 21-08-2023

Airlangga tidak menyebut pasti kapan penerapan resminya walaupun bulan ini tinggal tersisa empat hari lagi. Baginya, waktu yang tersedia masih mencukupi untuk mematangkan rencana penerapan kebijakan tersebut.

”Bulan ini tinggal berapa hari, kan. Jadi, masih ada waktu,” kata Airlangga.

Purbaya mengutarakan hal senada. Ia sekadar menyebut sebentar lagi Airlangga akan mengumumkannya. Ihwal mekanisme penerapan, ujarnya, juga telah dilaporkan kepada Presiden. Pasalnya, Presiden disebut memantau langsung kebijakan yang diinisiasi demi menghemat pengeluaran bahan bakar minyak (BBM) itu.

Soal hari yang dipilih, Purbaya menyatakan tidak mengetahuinya. Ia menuturkan, jajaran menteri masih terus merapatkannya demi menentukan hari terbaik untuk bekerja dari rumah. Hendaknya nanti hari pilihan itu juga tak mengganggu produktivitas nasional.

”Kalau kita pilih dengan cermat, kalau kita pilih hari Jumat, itu, kan, hari pendek. Jadi, pasti ada penghematan BBM. Berapa persennya, saya tidak tahu detailnya karena berubah-ubah bergantung harga minyak,” ucap Purbaya.

Aparatur sipil negara (ASN) melayani warga di Badan Kepegawaian Daerah (BKD) di kompleks Balai Kota DKI Jakarta, Senin (21/8/2023). Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menerapkan kebijakan work from home (WFH) atau bekerja dari rumah untuk 50 persen ASN. Penerapan kebijakan ini berkaitan dengan penyelenggaraan Konferensi Tingkat Tinggi ASEAN 2023 serta untuk menurunkan tingkat pencemaran udara di DKI Jakarta. Penerapan ini tertuang dalam Surat Edaran (SE) Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta Nomor 34 Tahun 2023 tentang Pelaksanaan Tugas Kedinasan dari Rumah atau Work From Home. Kebijakan 50 persen ASN bekerja dari rumah ini berlangsung dari 21 Agustus hingga 21 Oktober 2023. KOMPAS/FAKHRI FADLURROHMAN (FAK) 21-08-2023

Menurut Purbaya, kebijakan bekerja dari rumah nantinya juga tidak seketika dikenakan bagi semua sektor. Misalnya, sektor layanan publik mesti tetap berjalan tanpa harus mengurangi kualitas pelayanannya. Demikian pula sektor industri berbasis pabrik bisa saja tak diwajibkan memberlakukan kebijakan itu demi menjaga produktivitasnya.

”Jadi, seharusnya tidak masalah kalau cuma satu hari. Produktivitas kita secara total tidak akan terlalu terganggu,” ujar Purbaya.

Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menjamin, skema bekerja dari rumah tidak akan mengganggu layanan pemerintahan. Pasalnya, pemerintah telah mempunyai pengalaman serupa saat pandemi Covid-19. Kala itu, ada kebijakan protokol kesehatan yang mengharuskan segenap warga membatasi interaksi fisik.

Seiring dengan pembatasan itu, kenang Tito, kementeriannya hanya memberlakukan bekerja dari kantor untuk 25 persen pegawai. Sebagian besar pegawai lainnya mengerjakan tugas dari rumah masing-masing sesuai penugasan yang diberikan. Kendati demikian, ia mengklaim, semua tugas dapat dikerjakan dengan baik oleh jajarannya.

Suasana lalu lintas di Jalan S Parman dan  jalan tol dalam kota di kawasan Semanggi, Jakarta Pusat, Kamis (26/3/2026). Meskipun libur cuti bersama Lebaran sudah berakhir, jalan di Jakarta masih lengang karena diterapkannya kebijakan bekerja dari rumah (WFH) terkait upaya penghematan energi mengantisipasi dampak konflik di Timur Tengah.

”Enggak masalah kalau saya. Saya yakin enggak akan masalah karena ini bukan pengalaman pertama,” kata Tito, saat diwawancarai wartawan, di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (25/3/2026).

Ihwal kerja dari rumah, lanjut Tito, saat itu bukan hanya dijalani pemerintah pusat. Ia menyebut seluruh pemerintah daerah juga melakukan mekanisme kerja serupa. Pasalnya, pandemi Covid-19 terjadi di seluruh wilayah Indonesia.

Hanya saja, Tito menyadari, sebagian daerah baru saja mengalami pergantian kepala daerah. Ia menduga, sosok-sosok pejabat baru itu belum tentu pernah menghadapi situasi serupa. Untuk itu, ia bakal memberikan pengarahan terlebih dahulu saat kebijakan itu diterapkan.

”Mungkin karena daerah ini ada beberapa kepala daerah baru, nanti saya akan kasih penjelasan kepada mereka. Hal-hal yang esensial—seperti angkutan, layanan emergency (gawat darurat), rumah sakit, dan kebersihan—ini harus tetap berjalan,” kata Tito.

Penumpang KRL berada di Stasiun Manggarai, Jakarta, Rabu (11/3/2026). Transportasi kereta komuter yang menghubungkan Jakarta dengan kota-kota sekitarnya semakin menjadi andalan bagi warga Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi. Sepanjang Januari 2026 penumpang pengguna layanan Commuter Line Jabodetabek mencapai 30,2 juta orang. PT Kereta Commuter Indonesia masih mengkaji kemungkinan kenaikan harga tiket KRL. Saat ini harga tiket KRL sebesar Rp 3.000 untuk 25 kilometer pertama. Pemerintah memberikan subsidi agar tarif KRL terjangkau masyarakat.

Untuk model kerjanya, ujar Tito, pemerintah telah mempunyai sistem presensi jarak jauh. Sistem itu pun sudah menyertakan mekanisme pengawasan sehingga bisa memastikan jajaran aparatur sipil negara benar-benar bekerja walaupun sedang berada di rumah. Bahkan, para pegawai itu turut terpantau pergerakannya.

”Itu supaya enggak lari ke sana-kemari, yang nanti malah menambah BBM. Jadi, mereka wajib mengaktifkan handphone-nya. Pukul 07.30 mereka absen online. Dari situ petugas piket bisa mengetahui lokasinya. Jadi, kalau dia jalan-jalan, akan ketahuan,” tutur Tito.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Komite Pemantauan Pelaksanaan Otonomi Daerah Herman N Suparman meyakini, kebijakan bekerja dari rumah mampu menghemat anggaran belanja pemerintah. Itu karena kegiatan-kegiatan yang rawan pemborosan, seperti rapat dan perjalanan, bisa ditanggalkan. Lebih dari efisiensi, kebijakan itu akan ikut memacu fleksibilitas kinerja aparat dan digitalisasi pelayanan publik.

Herman menilai, optimalisasi kebijakan bekerja dari rumah nantinya tidak bergantung pada banyaknya hari yang dipilih. Ia menyarankan, basis penerapannya mempertimbangkan jenis-jenis pekerjaan yang memang mampu dikerjakan jarak jauh. Dengan begitu, nantinya tidak semua sektor pekerjaan harus menerapkan kerja dari rumah.

Seorang aparatur sipil negara (ASN) mengecek pekerjaannya di layar komputer di gedung Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (16/4/2024). Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tidak menerapkan work from home (WFH) atau kerja dari rumah di hari pertama kerja. Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono mewajibkan seluruh ASN masuk kerja dan tidak ada cuti tambahan. Heru Budi memerintahkan jajarannya untuk memastikan para ASN agar masuk kerja di hari pertama. ASN yang tidak masuk kerja akan diberi sanksi mulai dari teguran lisan maupun tulisan. KOMPAS/FAKHRI FADLURROHMAN (FAK) 16-04-2024

”Perlu dibedakan antara satu sektor pekerjaan dengan sektor yang lain. Jadi, penentuan WFH-nya bisa berbeda antara satu fungsional tertentu dengan fungsional yang lain,” kata Herman.

Selain itu, Herman menyarankan supaya mekanisme bekerja dari rumah menggunakan hasil kerja sebagai dasar penilaian. Faktor itu dipercayai mampu mendorong pegawai menampilkan kinerja terbaik daripada sekadar mengisi presensi. Aspek sistem pengawasan tak kalah mendesaknya untuk disediakan demi memastikan pegawai bekerja secara optimal.

”Dengan basis hasil kinerja tadi, pemerintah harus menyiapkan pula sistem pengawasan digital yang kuat dan infrastruktur yang memadai sehingga efektivitas kinerja sungguh-sungguh terwujud,” kata Herman.


Kerabat Kerja

Penulis:

Nino Citra Anugrahanto
 | 

Editor:

Cyprianus Anto Saptowalyono
 | 

Penyelaras Bahasa:

Priskilia Bintang Cornelia Sitompul