XPeng X9 2025, Mobil Listrik yang Semakin Cerdas

Mobil listrik XPeng X9 2025 ditambahi 496 ”technical upgrade.” Termasuk di antaranya teknologi AI untuk suspensi.

20 Apr 2025 09:00 WIB · Gaya Hidup

Oleh Aditya Putra Perdana

Tahun 2025 menjadi salah satu lompatan penting bagi produsen mobil listrik asal China, XPeng. Selain lonjakan penjualan pada awal tahun, XPeng juga mempertegas konsep mobil listrik cerdas atau smart electric vehicle/EV yang mereka usung. Pada seri X9 2025, misalnya, yang ditambah sejumlah fitur anyar, termasuk teknologi berbasis akal imitasi atau AI pada suspensi.

Upaya XPeng memperluas pasar mobil listrik tampak pada realisasi pengiriman unit bulan Maret 2025. Perusahaan, yang berdiri pada 2014, itu mengirimkan 33.205 unit mobil listrik kepada konsumen atau meningkat 268 persen dibandingkan Maret 2024. Pada triwulan I-2025, realisasi pengiriman sebanyak 94.008 mobil listrik atau meningkat 331 persen dari triwulan I-2024.

Catatan itu sejalan dengan perluasan pasar ke sejumlah negara, seperti Spanyol, Portugal, dan kawasan Timur Tengah, pada 2024. Pada Februari 2025, tahap pertama dari pengiriman 300 unit XPeng X9 dikapalkan ke Thailand. Sementara pada Maret 2025, XPeng X9 diluncurkan di Singapura, Makau, Thailand, Malaysia, dan Hong Kong.

Deretan langkah XPeng dalam perluasan pasar secara masif, terutama pada X9, diinaugurasikan melalui XPeng Global Brand Night di Kai Tak Cruise Terminal Hong Kong, Selasa (15/4/2025). Beberapa tipe XPeng X9, yang berjenis multipurpose vehicle (MPV) dengan 7 tempat duduk, dideretkan di pelabuhan itu, membelakangi area perairan Hong Kong.

Mobil listrik XPeng X9 2025 ditambahi 496 peningkatan teknis (technical upgrade), termasuk di antaranya fitur pengisian daya baterai ultrafast 800V serta AI-adjusted suspension. Dengan baterai 5C superfast charging yang berbasis AI, 1 detik charging dapat menambah jangkauan 1 kilometer. Pengisian ulang 10 menit menambahkan jangkauan 405 km.

Mobil listrik XPeng X9 seri terbaru dipamerkan di XPeng Global Brand Night di Kai Tak Cruise Terminal, Hong Kong, Selasa (15/4/2025). Acara itu menjadi momen pengenalan X9 keluaran terbaru dengan 496 technical upgrades termasuk ultra-fast 800V charging dan AI-adjusted suspension.

Kompas berkesempatan merasakan sejumlah perubahan pada X9 2025 dibandingkan seri sebelumnya. Satu hal yang paling mencolok ialah kesan futuristik serta aerodinamis di dalam kabin. Dua jok tipe captain seat di baris kedua, misalnya, terdapat fitur zero gravity yang memungkinkan tubuh lebih rileks karena berkurangnya tekanan.

Selain itu, penerapan AI juga pada fitur suspensi adaptif secara real time yang berarti menyesuaikan tingkat keempukan dengan medan yang dilalui mobil. Sensor akan mendeteksi kondisi jalan sehingga guncangan di dalam kabin bisa diredam.

Keseriusan dalam meningkatkan kenyamanan ialah dengan tersedianya layar entertainment sebesar 21,4 inci di baris kedua kabin. Ada juga fasilitas fast charging nirkabel (wireless). XPeng X9 2025 pun menjadi salah satu pilihan mobil listrik untuk keluarga.

Fitur lain yang ditawarkan XPeng X9 adalah ruang lantai interior seluas 7,7 meter persegi. ”Salah satu fitur terpenting yakni melipat (jok) baris ketiga hanya dengan satu klik. (Saat terlipat) Bagian belakang bisa diisi lima sepeda sekaligus. Jadi, tak perlu lagi menaruh sepeda di atas mobil," kata Chairman dan CEO XPeng He Xiaopeng.

Mobil premium XPeng X9 dibanderol dengan harga mulai 359.800 yuan (RMB) atau setara Rp 830,9 juta (kurs Rp 2.309 per 1 CNH) hingga 419.800 yuan atau setara Rp 969,2 juta. Harga itu bergantung daya jangkau, mulai dari 650 km hingga 740 km.

Setelah sejumlah negara di Asia, XPeng X9 rencananya akan diluncurkan di sejumlah negara di Eropa pada paruh kedua 2025. Sebelumnya, pada akhir Februari 2025, XPeng melalui PT Sinar Eka Selaras Tbk atau Erajaya Active Lifestyle, yang menjadi agen pemegang merek (APM), mengenalkan XPeng X9 dan G6. Namun, pemesanan di Indonesia diperkirakan baru bisa dilakukan pada Mei-Juni 2025.

Chairman & CEO XPeng He Xiaopeng menyampaikan speech pada XPeng Global Brand Night di Kai Tak Cruise Terminal, Hong Kong, Selasa (15/4/2025).

Pengembangan XPeng X9 tak bisa dilepaskan dengan semakin masifnya perkembangan teknologi berbasis AI. Saat ini, seluruh varian XPeng X9 dilengkapi Turing AI Smart Driving sebagai fitur standar. Fitur itu memberi pengalaman berkendara setara dengan pengemudi manusia yang terampil. Itu termasuk parkir otomatis secara mulus.

Begitu juga penerapan AI pada pengisian supercepat 5C. Baterai dapat mencapai kondisi 80 persen hanya dengan pengisian daya selama 12 menit. Adapun efisiensi XPeng X9 yakni 16,2 kilowatt jam (kWh) per 100 km.

Gelombang kemajuan

Xiaopeng menuturkan, tidak ada yang bisa menghentikan gelombang kemajuan. AI berkembang dengan pesat hingga mengubah industri dan membentuk ulang dunia. Oleh karena itu, AI menjadi inti dari DNA XPeng.

Dengan mengintegrasikan AI dan solusi energi, XPeng hendak membangun ekosistem masa depan, meliputi kendaraan listrik pintar, robot humanoid, dan mobil terbang. ”Ini akan mendefinisikan satu dekade inovasi XPeng. Selain itu, yang terpenting yakni membuat mobilitas dapat diakses bagi siapa saja,” ujarnya.

Pada XPeng Global Brand Night, dipamerkan juga mobil terbang modular atau Land Aircraft Carrier XPeng. Kendaraan itu mengombinasikan ground module (mothership), berupa mobil listrik, dengan pesawat kecil yang hanya bisa lepas landas dan mendarat secara vertikal (eVTOL). EVTOL tersebut disimpan di bagasi mothership dan bisa dikeluarkan kapan pun.

Menurut rencana, XPeng akan menyelesaikan fasilitas produksi massal Land Aircrart Carrier pada triwulan III-2025. Pra-penjualan juga akan dilakukan pada periode itu. Adapun peluncuran ritel resmi serta pengiriman perdana kepada konsumen ditargetkan terlaksana pada 2026 di China daratan.

Suasana XPeng Global Brand Night di Kai Tak Cruise Terminal, Hong Kong, Selasa (15/4/2025). Acara itu menjadi momen pengenalan mobil listrik XPeng X9 keluaran terbaru dengan 496 ”technical upgrades”, termasuk ”ultrafast” 800V ”charging” dan ”AI-adjusted suspension”.
Chairman & CEO XPeng He Xiaopeng menyampaikan speech pada XPeng Global Brand Night di Kai Tak Cruise Terminal, Hong Kong, Selasa (15/4/2025).
Aktivitas di XPeng Global Brand Night di Kai Tak Cruise Terminal, Hong Kong, Selasa (15/4/2025). Acara itu menjadi momen pengenalan mobil listrik XPeng X9 keluaran terbaru dengan 496 technical upgrades termasuk ultra-fast 800V charging dan AI-adjusted suspension.
Aktivitas di dalam XPeng Flagship Store di Wan Chai, Hong Kong, Selasa (15/4/2025). XPeng ialah produsen mobil listrik asal China yang mengedepankan konsep smart EV pada produk-produkinya.
Tampak mobil listrik XPeng tipe MPV X9 di XPeng Flagship Store, Wan Chai, Hong Kong, Selasa (15/4/2025). XPeng ialah produsen mobil listrik asal China yang mengedepankan konsep smart EV pada produk-produkinya.
Suasana di bagian depan XPeng Flagship Store di Wan Chai, Hong Kong, Selasa (15/4/2025).

Masif

Pergerakan XPeng dalam mengembangkan kendaraan listrik pintar kian menegaskan China sebagai negara terbesar dalam urusan produksi mobil listrik. Mereka menjangkau pasar-pasar EV di dunia. Merek EV lainnya, seperti BYD, Wuling, dan Geely.

Profesor Chen Qing Quan dari Hong Kong University dalam workshop EV yang digelar XPeng d Hong Kong, Selasa (15/4/2025), menuturkan, dari sejarahnya, mobil listrik sebenarnya ada lebih dulu dari mobil dengan mesin pembakaran dalam (internal combustion engines). Namun, teknologi baterai kala itu belum bisa diandalkan.

Mobil dengan mesin pembakaran dalam atau berbahan bakar minyak (BBM) kemudian berkembang pesat dan cocok untuk kebutuhan pergerakan manusia. Namun, pada akhirnya kendaraan BBM menyebabkan polusi udara, tidak berkelanjutan, dan menghadirkan kepadatan kendaraan.

Hal itu yang mendorong China fokus mengembangkan kendaraan listrik sejak 30 tahun lalu. ”Tahap pertama dari revolusi ialah kelistrikan. Mengubah dari bensin ke listrik. Saat ini, listrik tidak hanya dihasilkan dari (pembangkit) batubara saja (tetapi juga energi terbarukan),” kata Chen Qing Quan.

Menurut dia, China telah melewati tiga tahapan yang membuat mereka unggul dalam pengembangan kendaraan listrik. Ketiganya adalah inkubasi, pengembangan, dan pertumbuhan yang cepat. Sebelumnya, harga mobil listrik jauh lebih mahal. Sementara kini, teknologi baterai sudah lebih meningkat yang membuat harga dapat lebih ditekan.


Kerabat Kerja

Penulis:

Aditya Putra Perdana
 | 

Editor:

Hamzirwan .
 | 

Penyelaras Bahasa:

Hibar Himawan