Harga tiket kereta api komersial yang meningkat 10-14 persen dibanding masa biasa dinilai tidak menekan animo masyarakat. Animonya baru bisa dinilai H-7 masa libur.
10 Des 2024 07:12 WIB · Ekonomi
JAKARTA, KOMPAS — Sampai dengan Senin (9/12/2024) pagi, jumlah tiket kereta api jarak menengah dan jauh untuk periode Natal dan Tahun Baru yang terjual baru 30,7 persen. Untuk periode yang sama, penjualan tiket kereta api lokal baru mencapai 1,9 persen.
Vice President of Public Relations PT Kereta Api Indonesia (KAI) Anne Purba saat jumpa pers angkutan Natal dan Tahun Baru 2024/2025 di Stasiun Gambir, Jakarta, Senin (9/12/2024), memaparkan, KAI memperkirakan masa Natal dan Tahun Baru dimulai pada Kamis (19/12/2024) hingga Minggu (5/1/2025).
Sampai dengan Senin pukul 07.00 WIB, jumlah tiket KA jarak menengah dan jauh baru terjual 30,7 persen dari total 2,77 juta tempat duduk yang tersedia. Sementara itu, penjualan KA lokal baru mencapai 15.164 tiket atau 1,9 persen dari total 801.724 kursi jumlah tempat duduk yang tersedia.
Berkaca dari tahun-tahun sebelumnya, menurut Anne, Natal dan Tahun Baru menjadi momentum puncak pergerakan masyarakat menggunakan kereta api ketimbang saat Lebaran. Oleh sebab itu, ia memperkirakan penjualan tiket akan terus meningkat.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2024/12/09/9298b2bc15759341fd2bbf50eb71ccc6-20241209_134147.jpg)
Executive Vice President (EVP) of Passenger Transport Marketing and Sales KAI Krisna Arianto pada kesempatan sama menambahkan, KAI menyiapkan 1.792 gerbong penumpang KA selama periode Natal dan Tahun Baru 2024/2025. Jumlah KA itu terbagi atas unit-unit di bawah KAI, PT Railink atau kereta bandara, dan PT Kereta Commuter Indonesia (KCI).
KAI dan Railink menambah jumlah gerbong penumpang, tetapi KCI mengurangi jumlah kereta hariannya. Pada 2023, KCI menyediakan 1.318 gerbong penumpang. Pada 2024, jumlahnya turun menjadi 1.290 gerbong penumpang.
”Karena memang ada keterbatasan sarana dari perjalanan KCI sehingga kemudian persentasenya menjadi turun signifikan. Kenaikan frekuensi paling signifikan pada kereta bandara Yogyakarta International Airport sebagai alternatif moda kereta bandara,” ujarnya.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/04/17/66f4b444-f67a-40a5-a7d0-8f31ac8bd6a9_jpg.jpg)
Untuk kereta jarak jauh, KAI menambah sekitar 300 gerbong penumpang. Jumlahnya setara dengan tambahan sekitar 100.000 kursi.
Selain soal penambahan kereta dan frekuensi perjalanan, KAI juga akan memperbarui kursi kelas ekonomi secara bertahap. KAI akan meminimalkan tempat duduk berhadap-hadapan dengan sandaran keras, dari sebelumnya 106 kursi per gerbong menjadi 78 kursi per gerbong.
Fasilitas ini tersedia pada 72 gerbong penumpang generasi baru. Targetnya, penggantian ini akan tuntas setidaknya selama dua tahun mendatang.
Kereta yang akan didatangkan terdiri atas dua jenis, yakni generasi baru yang dimodifikasi dan generasi baru stainless steel (SS). Generasi baru yang dimodifikasi dikelola langsung KAI melalui Balai Yasa, sementara generasi baru SS dipasok PT Industri Kereta Api (Persero) atau INKA.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/12/09/9bb09994-fc8c-43d0-b5b1-67c9276e4deb_png.png)
EVP of Corporate Secretary KAI Raden Agus Dwinanto Budiaji mengatakan, rute KA terpanjang relasi Jakarta-Banyuwangi oleh KA Blambangan Ekspres akan menjadi salah satu andalan pada libur kali ini. Sebab, animo masyarakat cukup besar terhadap kereta ini walau harga tiket meningkat 10-14 persen, bergantung kelas kereta.
Ia mengatakan, tingkat okupansi Natal dan Tahun Baru justru lebih tinggi ketimbang masa Lebaran. Sebab, Natal juga Tahun Baru bertepatan dengan musim mudik dan berlibur.
”Kalau saat arus mudik (Lebaran), okupansi arus baliknya tidak terlalu tinggi, tidak terlalu maksimal. Namun, kalau Natal dan Tahun Baru, baik dari arah Jakarta ke Surabaya atau ke Yogyakarta dan sebaliknya, ini cukup hampir imbang. Jadi, persebaran okupansi penumpangnya lebih ke sana,” tutur Agus.
Penambahan armada dan momen libur Natal serta Tahun Baru dapat menyumbang pertumbuhan pendapatan hingga 8 persen. Dibandingkan angkutan Lebaran memang kontribusi terhadap pemasukan akan lebih tinggi pada libur akhir hingga awal tahun.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/04/14/c213b2f5-4ab6-4afe-b9aa-be5f04ad03eb_jpg.jpg)
Secara terpisah, tren ini juga diamini Direktur Eksekutif Institut Studi Transportasi (Instran) Deddy Herlambang. Setidaknya hingga Sabtu (4/1/2025), animo masyarakat menggunakan KA akan tetap ramai. Sebab, momen ini tidak hanya bermakna bagi mereka yang mudik dan memperingati hari raya, tetapi banyak juga yang berlibur.
Hal itu ditambah pula dengan perayaan Natal yang berbeda-beda antara umat beragama Kristen dan Katolik. ”Mungkin peak (perjalanan) di antara 26 Desember 2024 dan 2 Januari 2025,” kata Deddy.
Meski demikian, daya beli masyarakat yang rendah berisiko menurunkan minat masyarakat menggunakan KA. Sebab, Deddy menilai, harga tiket KA komersial (nonsubsidi) tergolong sangat tinggi, hampir menyamai harga tiket pesawat.
Dengan jarak yang sama, dari Jakarta ke Yogyakarta, misalnya, penumpang bus hanya mengeluarkan sekitar Rp 300.000 untuk mencapai tujuan. Mereka juga telah mendapat paket makanan, perjalanan juga relatif lancar karena melewati jalan tol.
Untuk rombongan, sebuah keluarga cenderung memilih menyewa mobil karena jauh lebih murah daripada membeli tiket KA. Saat ini, KAI memang tampaknya menargetkan kelompok konsumen menengah ke atas.
Meski demikian, Deddy meyakini bahwa tinggi/rendahnya animo masyarakat terlihat saat H-7 memasuki masa Natal dan Tahun Baru 2024/2025. Saat ini, ia menduga orangtua masih menyesuaikan dengan hari pengambilan rapor anak-anak sebelum libur panjang.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2022/12/27/c7001033-8a16-4e03-a0da-cb379308ea6b_jpg.jpg)
Penambahan armada dan frekuensi perjalanan KA pada momen Natal dan Tahun Baru diikuti dengan pengecekan pada rel-rel, terutama daerah rawan bencana. Akibatnya, sejumlah perjalanan KA akan mengalami keterlambatan beberapa waktu.
Guna mendukung prasarana perkeretaapian, Agus mengemukakan, kecepatan KA ditingkatkan sehingga bisa memotong waktu tempuh untuk perjalanan. Imbasnya, beberapa KA terdampak. Sejak Oktober, pihaknya menargetkan lebih dari 15.000 bantalan rel diganti pada seluruh wilayah operasi.
”Artinya di beberapa titik antara jalur Cikampek sampai dengan Cirebon itu mungkin akan ada beberapa perawatan jalur KA. Mungkin akan berakibat pada keterlambatan kereta api kira-kira sampai 13-15 Desember 2024, artinya bervariasi,” ujar Agus.
Dalam data KAI, sejumlah KA unggulan telah mempersingkat waktu tempuhnya. Beberapa di antaranya Agro Bromo Anggrek relasi Gambir-Surabaya Pasarturi pergi-pulang (pp) terpangkas 55 menit, Argo Lawu relasi Gambir-Solo Balapan ditekan 1 jam 2 menit, serta Gajayana relasi Gambir-Malang (pp) dikurangi 2 jam 50 menit.
Pada Selasa (10/12/2024) hingga Kamis (12/12/2024), KAI bekerja sama dengan Komite Nasional Keselamatan Transportasi dan Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan akan mengadakan inspeksi armada.
KAI juga membagi pengawasan dalam tiga kategori, yakni gangguan alam, daerah rawah bencana, dan pemeriksaan armada (ramp check). Antisipasi dilakukan berdasarkan kategori, antara lain pembentukan posko daerah pemantauan dan menyiapkan petugas per titik.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/01/05/ce094f2e-8d26-4fa3-b863-28d40ba89584_jpg.jpg)
Kecelakaan adu kambing pada awal 2024 di Cicalengka, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, akibat gangguan sinyal menjadi pelajaran penting. Berkaca dari tragedi itu, KAI meningkatkan mitigasi dan standar operasional prosedur (SOP). Identifikasi bahaya dipantau saban hari agar musibah tak terulang.
Pentingnya memperhatikan isu keselamatan juga diungkapkan Deddy. Musibah di Cicalengka perlu mendorong perbaikan. Sinyal jangan dikambinghitamkan karena pihak yang mengoperasikan alat penerima-pengirim sinyal tetap manusia.
”Seharusnya memang pengawasan lebih ekstra, tidak bisa diawasi secara formal, ya. Apalagi, ada perubahan (proses kirim-terima) sinyal di Haurpugur dan Cicalengka, ada perbedaan sinyal antara elektrik dan mekanik. Itu harus lebih hati-hati,” kata Deddy.
Cuaca yang kurang mendukung untuk melakukan perjalanan juga perlu diwaspadai KAI. Banyak jembatan (trestle) KA yang berbahaya atau rentan terhadap cuaca.
Beberapa waktu lalu, misalnya, jalur Blitar-Malang sempat tergenang air selama 3-4 hari. Hal-hal seperti ini perlu dicek lagi. Ada sejumlah daerah lain yang perlu mendapat perhatian khusus, seperti jalur Bandung-Jakarta, Bandung-Yogya, dan Madiun-Malang.
Penulis:
Yosepha Debrina Ratih PusparisaEditor:
FX Laksana Agung SaputraPenyelaras Bahasa:
Teguh Candra