Teladan yang Dicontohkan Paus Fransiskus

Kesederhanaan. Berpihak kepada yang tersisih. Kegigihan menebarkan perdamaian. Sederet keteladanan Paus Fransiskus itu terekam betul di benak banyak orang.

22 Apr 2025 07:00 WIB · Internasional

Oleh Agnes Rita Sulistyawaty

 

 

Prinsip yang dipegang Paus Fransiskus tampak dalam pilihan kesehariannya hingga ia berpulang pada usia 88 tahun, Senin (21/4/2025).

Magister General Ordo Salib Suci Mgr Laurentius Tarpin OSC, yang bermukim di Roma, mengingat Paus Fransiskus sebagai sosok yang memberikan keteladanan hidup berupa kesederhanaan, kerendahan hati, konsistensi, dan integritas pribadi.

Keteladanan Paus Fransiskus, antara lain, terlihat dari keputusannya membangun kamar mandi di sekitar lapangan Vatikan. Tujuannya, agar gelandangan bisa mandi. Ia juga menyediakan sarapan gratis.

”Setiap tanggal 1 Januari, Paus juga menulis surat tentang perdamaian dunia. Terkait orang miskin, ia dedikasikan hari minggu ke-33 sebagai hari orang miskin sedunia.

Keberpihakan pada kaum marjinal juga terlihat dalam sejumlah kebijakannya. Di lingkaran lembaga kepausan saat ini, kata Mgr Laurentius, banyak diisi oleh perempuan. Meski menimbulkan kontroversi, Paus juga melibatkan perempuan sebagai representasi rasul Yesus saat pembasuhan kaki di misa Kamis Putih.

Paus Fransiskus juga memilih Pulau Lampedusa di Italia sebagai tujuan perjalanan resmi pertama ke luar negeri sebagai Pemimpin Tertinggi Gereja Katolik Roma. Pulau ini menjadi salah satu tujuan pengungsi dunia meskipun tidak mudah mencapainya. Paus hendak menjadikan kunjungannya ke Pulau Lampedusa sebagai pernyataan keberpihakan akan pekerja migran.

Dalam pertemuan dengan biarawan/biarawati, Paus Fransiskus memang menyiapkan teks pidato. ”Akan tetapi, Paus tidak membaca teks, tetapi mendengarkan pertanyaan yang kami sampaikan, baik seputar kehidupan religius, kehidupan gereja, tanggapan atau harapan atas situasi dunia. Beliau orang yang sangat terbuka, mudah didekati, tidak protokoler,” katanya.

Paus Fransiskus Kunjungi Vanimo, Kota Terpencil dan Terisolir di Papua Niugini

Wakil Jenderal Ordo Karmel Benny Phang, OCarm juga memetik beragam keteladanan dari sosok Paus Fransiskus. Benny pernah mendengar Paus menceritakan kisah ilustrasi tentang penjahat yang ditahan dan tidak dikunjungi satu orang pun. Namun, ada satu orang yang menjenguk penjahat ini di penjara.

”Paus bertanya kepada audiens, menurut kalian, siapakah yang mengunjungi penjahat besar? Pertanyaan ini dijawab sendiri oleh Paus, ’Ibu’. Ibu enggak peduli bagaimanapun anaknya. Itulah gereja. Bunda gereja. Kata-kata Paus ini membuat saya merinding,” papar Benny yang juga tinggal di Roma.

Seruan perdamaian

Paus Fransiskus juga terkenal menyerukan perdamaian. Intensi tentang perdamaian bolak-balik disisipkannya dalam doa harian. Sebagai Kepala Negara, Paus Fransiskus juga tidak lelah membicarakan penghentian perang, efek buruk perang, dan korban perang saat pertemuan dengan kepala negara lain.

”Berbahagialah orang yang membawa damai, bukan yang menerima damai. Karena mereka inilah yang disebut anak-anak Allah. Ini keyakinan Paus. Jadi, beliau tidak lelah bekerja demi perdamaian, yang mungkin mengucurkan banyak darah,” kata Benny.

Di pengujung usianya saat kesehatan menurun, Paus Fransiskus juga masih terus menyisipkan asa adanya damai di Gaza, Ukraina, dan wilayah konflik lainnya. Tentu saja, harapan Paus ini menjadi mimpi warga yang bermukim di wilayah konflik.


Kerabat Kerja

Penulis:

Agnes Rita Sulistyawaty
 | 

Editor:

Agnes Rita Sulistyawaty
 | 

Penyelaras Bahasa:

Kusnadi .