Zaki Bawa Pola Pikir Berbeda di Makau Terbuka

Setelah menjuarai ajang yunior, Mohammad Zaki Ubaidillah mengasah diri pada turnamen lebih tinggi. Di Makau Terbuka, dia bersaing dengan senior, termasuk Alwi Farhan

30 Jul 2025 19:39 WIB · Olahraga

Oleh Yulia Sapthiani

MAKAU, RABU – Pebulu tangkis tunggal putra Indonesia, Mohammad Zaki Ubaidillah, langsung bertanding di turnamen Makau Terbuka Super 300 setelah menjadi juara Asia yunior. Zaki membawa pola pikir berbeda karena para pesaingnya adalah pebulu tangkis yang memiliki lebih banyak pengalaman bertanding di arena BWF World Tour.

Zaki menjadi juara tunggal putra Kejuaraan Asia Yunior 2025 yang digelar di Solo, Jawa Tengah, 23-27 Juli. Para pesaingnya adalah sesama atlet berusia 19 tahun ke bawah.

Pada level yang sama di tingkat dunia, Zaki menjadi semifinalis ketika bertanding di Nanchang, China, pada 2024. Dia juga turut mengantarkan Indonesia menjadi juara dunia dalam kategori beregu.

Setelah menjadi tunggal putra terbaik di kawasan Asia di antara atlet-atlet seusia, Zaki kembali ke turnamen BWF World Tour. Makau Terbuka, 29 Juli-3 Agustus, menjadi turnamen BWF World Tour ketiga bagi atlet berusia 18 tahun itu setelah mencapai babak kedua Thailand Masters dan menjadi perempat finalis Taiwan Terbuka. Kedua turnamen tersebut juga berlevel Super 300, level terendah dalam struktur turnamen BWF World Tour.

Pada babak pertama di Macau East Asian Games Dome, Rabu (30/7/2025), Zaki mengalahkan Mads Christophersen dengan skor 21-19, 21-16. Tak seperti pemain-pemain top dunia asal Denmark lainnya, seperti Viktor Axelsen dan Anders Antonsen, Christophersen tak punya prestasi cemerlang. Akan tetapi, dengan usia 27 tahun, Christophersen mempunyai lebih banyak pengalaman bertanding dalam turnamen BWF.

Pemain Indonesia Mohammad Zaki Ubaidillah mengembalikan kok ke pemain Malaysia Muhammad Faiq pada perempat final Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis Yunior di Nanchang, China, Jumat (11/10/2024). Zaki menang dengan skor 21-18, 21-15.

Zaki menjadikan performa dan gelar juara Asia yunior sebagai sumber kepercayaan diri untuk bertanding di Makau. Tetapi, di sisi lain, dia berusaha mengontrol optimismenya agak tak berlebihan.

Rasa percaya diri yang tak tidak terkontrol bisa membuat atlet berpikir terlalu jauh untuk mencapai target hingga kehilangan fokus saat bertanding. Zaki berusaha untuk menghindari hal itu.

“Target saya di sini menembus delapan besar atau semifinal, tetapi yang terpenting, saya bisa menampilkan permainan terbaik. Apalagi, berbeda dengan kejuaraan sebelumnya, lawan di sini adalah pemain-pemain senior,” katanya.

Tantangan berikutnya bagi Zaki adalah pertandingan melawan senior yang juga rekan latihannya di pelatnas, Cipayung, Jakarta, Alwi Farhan. Alwi mengalahkan pemain Malaysia, Cheam June Wei, 21-16, 21-14.

Alwi dan Zaki tak terpaut usia yang jauh, hanya dua tahun. Zaki mengalahkan Alwi pada pertemuan sebelumnya dalam turnamen BWF, yaitu di final Indonesia Masters Super 100 pada 2024.

Akan tetapi, Alwi punya bekal bermain dalam turnamen BWF World Tour lebih banyak, yaitu sejak 2024, dan sudah tampil pada level tinggi, Super 750 dan 1000. Dia pun punya pengalaman berhadapan dengan pemain top dunia, seperti Antonsen, Prannoy H.S., dan Kunlavut Vitidsarn. Pengalaman tersebut bisa menjadi keuntungan Alwi dalam menghadapi tekanan pada pertandingan.

Alwi Farhan berusaha mengembalikan kok dengan backhand pada babak pertama China Terbuka. Di Changzhou, Selasa (22/7/2025), Alwi kalah dari tunggal putra nomor satu dunia, Kunlavut Vitidsarn.

Selain Alwi dan Zaki, Indonesia memiliki tunggal putra lainnya yang tampil di Makau Terbuka, yaitu Chico Aura Dwi Wardoyo dan Yohanes Saut Marcellyno. Saut, yang bermain sejak babak kualifikasi, mengalahkan Prannoy 18-21, 21-15, 21-16 dan akan berhadapan dengan Zhu Xuan Chen pada babak kedua.

Sesama pelatnas

Kemenangan pada babak pertama yang berlangsung Rabu didapat tiga ganda campuran, salah satunya dari persaingan sesama pemain pelatnas Indonesia. Adnan Maulana/Indah Cahya Sari Jamil mengalahkan Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari 20-22, 21-18, 21-10. Pasangan yang juga melaju ke babak kedua adalah Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah dan Rehan Naufal Kusharjanto/Gloria Emanuelle Widjaja.

Sehari sebelumnya, tiga ganda putra Indonesia memenangi babak pertama. Mereka adalah Sabar Karyaman Gutama/Mohammad Reza Pahlevi Isfahani, Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan/Rahmat Hidayat, dan Muhammad Putra Erwiansyah/Daniel Edgar Marvino.

Satu-satunya wakil ganda putri Indonesia juga menang. Apriyani Rahayu/Febi Setianingrum mengalahkan unggulan kelima, Chen Qing Chen/Keng Shu Liang, 21-13, 21-19. Apriyani dan Chen adalah peraih medali emas Olimpiade yang saat ini berpasangan dengan pemain muda. Apriyani adalah peraih emas ganda putri Tokyo 2020 (bersama Greysia Polii), sementara Chen meraih emas di paris 2024 bersama Jia Yi Fan.

“Chen Qing Chen adalah pemain yang punya kualitas sangat baik. Dia sedang membimbing yuniornya. Auranya masih sama di lapangan walau sekarang terasa lebih kalem,” kata Apriyani tentang salah satu rival beratnya itu saat bermain bersama Greysia.


Kerabat Kerja

Penulis:

Yulia Sapthiani
 | 

Editor:

Yulvianus Harjono