Petenis China, Zheng Qin Wen, memenangi babak pertama Perancis Terbuka. Zheng terinspirasi Olimpiade untuk tampil di turnamen tersebut.
25 Mei 2025 23:01 WIB · Olahraga
PARIS, MINGGU — Terakhir kali menginjakkan kaki di lapangan tanah liat Philippe Chatrier, Roland Garros, Paris, Perancis, Zheng Qin Wen berdiri di podium tertinggi dengan kalungan medali emas Olimpiade Paris 2024. Dia membawa banyak memori dari momen tersebut untuk tampil di tempat yang sama, setahun kemudian.
Kali ini, Zheng kembali ke Roland Garros untuk bersaing di Grand Slam Perancis Terbuka, panggung tertinggi persaingan petenis profesional di lapangan tanah liat. Petenis tunggal putri asal China itu menjadi salah satu yang tampil pada hari pembuka, Minggu (25/5/2025), selain Aryna Sabalenka, Elina Svitolina, Tommy Paul, Ben Shelton, dan Jasmine Paolini (finalis tunggal putri Perancis Terbuka 2024).
Tantangan sulit yang selalu dihadapi setiap petenis pada babak pertama bertambah sulit bagi Zheng karena dia berhadapan dengan petenis berpengalaman, Anastasia Pavlyuchenkova. Meskipun tak pernah menjuarai Grand Slam, Pavlyuchenkova bersaing di Grand Slam sejak 2007 ketika Zheng masih berusia lima tahun. Pavlyuchenkova juga pernah tampil pada laga puncak Perancis Terbuka, yaitu pada 2021, sebelum dikalahkan Barbora Krejcikova.
Maka, Zheng harus menjalani pertandingan yang tak mudah meski dia langsung unggul 3-0 pada set pembuka dan akhirnya menang dengan skor 6-4, 6-3. Bermain di lapangan utama Roland Garros dengan atap ditutup karena hujan, Zheng mematahkan servis lawan pada gim kedua yang membuatnya unggul 3-0. Akan tetapi, keunggulan Zheng tertahan ketika Pavlyuchenkova berbalik mencuri servis Zheng hingga skor menjadi 4-4.
Tersadarkan oleh situasi tersebut, Zheng begitu fokus ketika berada dalam posisi menerima servis setelah unggul 5-4. Dia merebut set pertama melalui love game (40-0) saat Pavlyuchenkova melakukan servis. Zheng mempertahankan momentum permainannya pada set kedua hingga memenangi babak pertama setelah bertanding selama 1 jam 22 menit.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/05/25/33a08ae0-5ecc-444c-b32c-5ce09c77ef22_jpg.jpg)
Saat sesi wawancara di depan penonton di stadion, pertanyaan tentang medali emas Olimpiade yang didapat di tempat Zheng berdiri tak terhindarkan. ”Rasanya luar biasa ketika saya bisa menjadi juara di Olimpiade dan itu menjadi pengalaman terbaik dalam hidup hingga saat ini. Saya akan membawa mentalitas peraih medali emas di sepanjang turnamen ini,” ujar Zheng.
Perjalanan Zheng untuk menjadi petenis China pertama yang meraih emas Olimpiade, salah satunya, ditentukan oleh kemenangan atas Iga Swiatek di semifinal. Dia mengalahkan Swiatek sebagai petenis yang paling difavoritkan meraih emas berkat empat gelar juara dari Perancis Terbuka. Gelar keempat di Roland Garros bahkan diraih hanya dua bulan sebelum tampil di Olimpiade.
Kemenangan dengan skor 6-2, 7-5 menjadi yang pertama bagi Zheng setelah selalu kalah dalam enam pertemuan sebelumnya melawan Swiatek. Maka, kemenangan tersebut bisa dikatakan sebagai kunci keberhasilan Zheng meraih emas bagi China.
Zheng akan melawan Emiliana Arango pada babak kedua. Arango menang atas salah satu debutan pada babak utama Perancis Terbuka, Alexandra Eala.
Mentalitas peraih emas itu dia perlukan, apalagi jika berjumpa Sabalenka pada perempat final Perancis Terbuka. Setelah enam kali kalah, Zheng mendapat momentum baik melalui kemenangan pada pertemuan terakhir dengan Sabalenka, yaitu di perempat final WTA 1000 Roma, dua pekan sebelum Perancis Terbuka.
Zheng dan Sabalenka berpeluang bertemu untuk pertama kalinya di Roland Garros, setidaknya setelah mereka memenangi babak pertama. Sabalenka melewati rintangan pertama dengan skor telak 6-1, 6-0 ketika bertanding melawan teman baiknya, Kamila Rakhimova.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/05/25/41ebf64e-18bb-42f8-b351-16e3e1946e6b_jpg.jpg)
Namun, kedua petenis itu harus memfokuskan diri pada tantangan terdekat lebih dulu. Zheng akan melawan Emiliana Arango pada babak kedua. Arango menang atas salah satu debutan pada babak utama Perancis Terbuka, Alexandra Eala, 6-0, 2-6, 6-3. Sementara Sabalenka akan berhadapan dengan Jil Teichmann.
Eala adalah petenis Filipina berusia 20 tahun yang tengah menapaki jalan menuju persaingan level atas. Juara Grand Slam Amerika Serikat Terbuka 2020 pada kategori yunior itu mendapat hasil terbaik di arena profesional ketika menjadi semifinalis WTA 1000 Miami, Maret lalu. Akan tetapi, Eala belum bisa memenangi babak utama di level Grand Slam.
Pada persaingan tunggal putra, kemenangan pada babak pertama di hari pertama diraih Paul yang menjadi unggulan ke-12. Petenis AS itu mengalahkan Elmer Moller, 6-7 (7), 6-2, 6-3, 6-1.
Hari kedua turnamen, Senin, akan menjadi hari pembuka bagi juara bertahan, yaitu Iga Swiatek dan Carlos Alcaraz. Swiatek akan melawan Rebecca Sramkova, sedangkan Alcaraz berhadapan dengan petenis kualifikasi, Giulio Zeppieri.
Persaingan Senin juga akan diwarnai beberapa pertandingan yang diprediksi berlangsung ketat, salah satunya pada pertemuan Naomi Osaka dan Paula Badosa. Badosa, yang menjadi unggulan kesepuluh, didera cedera punggung pada tahun ini. Akan tetapi, dia pun mendapat momen terbaik ketika untuk pertama kalinya lolos ke semifinal Grand Slam, yaitu di Australia Terbuka.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/05/08/a0abaa65-9136-47f9-bc24-5f71ae0d209e_jpg.jpg)
Sementara Osaka mendapat momentum positif setelah mendapat gelar pertama di lapangan tanah liat meski dari turnamen level rendah, WTA 125. Dia menjadi juara di Saint Malo, Perancis, 28 April-4 Mei.
Potensi ”laga panas” lain pada babak pertama ada pada tunggal putra, yaitu pada pertandingan Holger Rune (unggulan kesepuluh) melawan Roberto Bautista Agut dan Casper Ruud (7) versus Albert Ramos-Vinolas. Agut dan Ramos-Vinolas bukan petenis unggulan (Ramos-Vinolas bahkan tampil sejak kualifikasi), tetapi mereka adalah petenis Spanyol yang terbiasa bermain di lapangan tanah liat.
Selain beberapa pertandingan babak pertama, pada hari pertama turnamen diselenggarakan pula acara penghormatan bagi mantan petenis Rafael Nadal. Panitia penyelenggara kejuaraan menggelar acara tersebut seusai tiga pertandingan sesi siang (Minggu tengah malam waktu Indonesia) di Lapangan Philippe Chatrier.
Penghormatan diberikan kepada Nadal sebagai petenis dengan gelar juara terbanyak di Perancis Terbuka, yaitu 14 kali. Acara ini baru diadakan pada tahun ini karena Nadal masih bertanding di Perancis Terbuka 2024.
Ketika itu, Direktur Turnamen Perancis Terbuka Amelie Mauresmo dan timnya telah menyiapkan acara perpisahan bagi Nadal karena telah beredar kabar bahwa dia akan pensiun pada 2024. Akan tetapi, Nadal menolak penyelenggaraan acara tersebut karena dia belum memastikan akhir perjalanan kariernya.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/05/25/b19a4e43-1e6b-49f4-8fec-16df5cd050f1_jpg.jpg)
Peraih 22 gelar juara Grand Slam itu akhirnya berpamitan dari kompetisi pada November setelah membela Spanyol dalam kejuaraan beregu putra Piala Davis. Panitia Perancis Terbuka akhirnya tetap membuatkan acara bagi Nadal dengan tujuan menghormatinya sebagai legenda di Perancis Terbuka.
Ribuan penggemar tenis memadati kompleks lapangan tenis Roland Garros sejak Minggu pagi meskipun cuaca mendung dan akhirnya hujan disertai embusan angin cukup kencang. Mereka dan panitia turnamen menyambut kembalinya Nadal ke Roland Garros meski bukan untuk bertanding.
Panitia merahasiakan detail acara, tetapi Mauresmo mengatakan bahwa Nadal meminta agar acara digelar dengan sederhana. Salah satu pesaing terberat Nadal selama berkompetisi, Novak Djokovic, menyebut, petenis lain dalam ”Big Four” akan hadir untuk menghormati Nadal.
Julukan itu diberikan penggemar tenis untuk menyebut empat petenis putra yang mendominasi persaingan level tinggi selama sekitar 15 tahun sejak 2005, yaitu Nadal, Djokovic, Andy Murray, dan Roger Federer. Nadal, Djokovic, dan Murray juga hadir ketika Federer berpamitan dari kompetisi profesional pada Piala Laver, September 2022. (AFP/REUTERS)
Penulis:
Yulia SapthianiEditor:
Yulvianus HarjonoPenyelaras Bahasa:
Nanik Dwiastuti