Ziarah Kebangkitan Inter Milan ke Markas Pisa Setelah Tiga Dekade

Inter Milan kembali bertemu tim kecil, tapi selalu menyulitkan tim-tim besar, Pisa, untuk pertama kali dalam 34 tahun. Laga ini krusial untuk kebangkitan Nerazzurri.

29 Nov 2025 14:31 WIB · Olahraga

AFP

Oleh Agung Setyahadi

MILAN, SABTU — Inter Milan akan mengunjungi Arena Garibaldi, markas Pisa, untuk pertama kali setelah kedua klub Serie A itu terakhir kali bertemu di sana pada 3 Maret 1991. Pisa bukanlah tim besar, tetapi selalu mampu membuat hidup para pemain klub-klub besar sangat sulit di sepanjang 90 menit laga. Akhir pekan ini, Inter yang di atas kertas unggul segalanya atas Pisa akan menghadapi ujian besar untuk menembus pertahanan gerendel Pisa, sekaligus memupus serangan balik tuan rumah.

Laga pekan ke-13 Serie A ini sangat krusial bagi Inter, untuk kembali ke jalur kemenangan setelah dua laga beruntun pulang dengan tangan kosong. Dalam laga pekan ke-12 Serie A, Inter menggempur pertahanan tim sekota AC Milan, tetapi justru kecolongan satu gol yang menentukan hasil laga. Dalam laga berikutnya di kandang Atletico Madrid dalam Liga Champions, gol di injury time melukai ”Nerrazzuri” dalam laga yang berakhir 2-1 itu.

Dua hasil mengecewakan itu mempertegas benang merah, Inter sering kehilangan fokus saat melawan tim yang memiliki pertahanan solid. Serangan balik menjadi momok yang perlu diselesaikan oleh Cristian Chivu, Pelatih Inter, dengan membangun transisi yang lebih dinamis. Dari empat kekalahan di Serie A musim ini—melawan Udinese, Juventus, Napoli, AC Milan—Inter selalu kemasukan gol-gol yang seharusnya bisa mereka hindari jika fokus pertahanan tidak mengendur, dan sedikit pragmatis.

Kita tengok ke laga kontra Napoli. Gol Scott McTominay dan Frank Anguissa disebabkan kelengahan para pemain bertahan Inter. Bahkan, Anguissa bisa mencetak gol ketiga Napoli dengan dribel yang sangat panjang. Gol Christian Pulisic dalam derby della madonnina lalu juga buah dari keterlambatan respons membersihkan risiko setelah bola ditepis kiper Yann Sommer.

Inter Milan's players pose ahead of the Italian Serie A football match between Inter Milan and AC Milan at San Siro stadium in Milan, northern Italy, on November 23, 2025. (Photo by Marco BERTORELLO / AFP)
Quote

Bermain bagus tidak cukup. Kami memerlukan poin, dan kami harus memahami momen-momen berbeda dalam pertandingan.

Akhir pekan ini, Minggu (30/11/2025), mulai pukul 21.00 WIB, Inter akan menghadapi lawan yang mengabdi pada permainan bertahan dan serangan balik. Ini bukan laga mudah karena Pisa telah mengukuhkan karakter permainannya dengan menghindari kekalahan dalam enam laga terakhir.

Tim asuhan Alberto Gillardino itu bahkan mampu mencetak dua gol ke gawang AC Milan, Torino, dan Sassuolo untuk meraih hasil 2-2. Dan, hebatnya, Pisa selalu bisa memimpin dengan keunggulan gol, sebelum disamakan oleh lawan. Pisa juga bermain agresif di awal laga uuntuk mencetak gol secepat mungkin, kemudian bertahan ketat.

Karakter permainan Pisa ini tidak berubah dibandingkan 34 tahun lalu saat Inter terakhir berkunjung ke Arena Garibaldi. Inter yang diperkuat para pemain legendaris, seperti Andreas Brehme, Lothar Matthaeus, Juergen Klinsmann, dan Giuseppe Bergomi, dibuat kesulitan untuk meraih kemenangan 1-0 berkat gol Nicola Berti.

Pola permainan bertahan dan serangan balik akan menjadi tantangan bagi Inter. Alberto Gillardino bisa dipastikan akan menerapkan pola 3-5-2 yang terbukti sakti bagi Pisa. Tiga bek tengah Antonio Caracciolo, Raul Albiol, dan Arturo Calabresi akan menjadi tembok untuk membendung gempuran lini serang Inter di pundak Marcus Thuram, Lautaro Martinez, dan Hakan Chalanoglu.

Musim ini, Inter selalu mampu tampil bagus, dengan permainan atraktif. Namun, permainan bagus tidak cukup untuk meraih kemenangan. Kadang, bermain pragmatis demi kemenangan bukanlah dosa besar.

”Bermain bagus tidak cukup. Kami memerlukan poin, dan kami harus memahami momen-momen berbeda dalam pertandingan,” kata Chivu seusai Inter kalah di kandang Atletico Madrid dalam laga Liga Champions, Kamis lalu.

Penyerang Inter Milan Ange-Yoan Bonny mengontrol bola saat pertandingan derbi Liga Italia antara Inter Milan dan AC Milan di Stadion Giuseppe Meazza, Milan, Italia, Minggu (23/11/2025). Inter akan menghadapi Pisa dalam lanjutan Liga Italia, Minggu (30/11/2025).

”Kami menunjukkan tekad dan keuletan dan kami bermain sangat bagus, terlepas dari kami kemasukan gol pertama ketika kami sedikit terpecah konsentrasinya,” kata mantan bek Inter saat meraih treble itu.

Konsentrasi dan kejelian membaca momentum dalam laga itulah yang sering membuat Inter gagal meraih kemenangan. Dua kekalahan beruntun dari AC Milan dan Atletico Madrid juga berisiko mengusik kepercayaan diri para pemain jika tak kunjung kembali ke jalur kemenangan.

”Secara mental ini sangat penting. Kami harus belajar cara mengatasi hal tertentu, dan melakukan hal tertentu. Apa yang kami lakukan saat ini jelas tidak cukup. Kami perlu pragmatis, tanpa mengubah identitas kami, sekaligus berusaha membuat keberuntungan di pihak kami,” ujar Chivu.

Dalam laga kontra Pisa, Chivu ingin para pemainnya menunjukkan permainan yang lebih berorientasi pada kemenangan meskipun itu sedikit mengurangi permainan cantik. Tiga poin menjadi target paling utama karena mereka kini berada di posisi keempat dengan 24 poin, sama dengan Bologna di posisi kelima, yang sama-sama sudah menjalani 12 laga. Adapun Como di posisi keenam, juga mengumpulkan 24 poin dengan 13 laga.

”Kami memiliki identitas dan kami ingin mempertahankan itu, tetapi kami perlu melakukan sesuatu yang lebih, menjadi lebih pragmatis, menjadi lebih tajam di depan gawang, menjadi lebih berhati-hati dalam melakukan hal tertentu, menunjukkan tekad lebih untuk tidak terjebak pada tekel-tekel dan memenangi lebih banyak tekel. Itu yang berusaha kami lakukan ke depan, tetapi kami bisa melihat apa yang kami lakukan saat ini belum cukup,” tegas Chivu.

Italy Serie A Soccer

Inter sangat memerlukan kemenangan karena persaingan papan atas Serie A sangat ketat. Saat ini, AS Roma memimpin dengan 27 poin, disusul AC Milan dan Napoli di posisi kedua dan ketiga yang sama-sama meraih 25 poin.

Pada pekan ke-13 ini, Milan akan melawan tim yang sedang bermasalah, Lazio, dan berpotensi meraih kemenangan. Sementara Roma menjamu Napoli, yang menjadi laga besar pekan ini. Inter memiliki peluang mengambil keuntungan dari laga pada pekan ke-13 ini untuk kembali ke jalur kemenangan dan membangun fondasi solid untuk scudetto.


Kerabat Kerja

Penulis:

Agung Setyahadi
 | 

Editor:

Wisnu Aji Dewabrata
 | 

Penyelaras Bahasa:

Nur Adji