Mamdani lahir dari keluarga keturunan India. Ia kemungkinan akan menjadi favorit dalam pemilihan umum wali kota pada November 2025.
25 Jun 2025 16:40 WIB · Internasional
NEW YORK, RABU — Politisi muda Zohran Mamdani (33) menang dalam pemilu pendahuluan Partai Demokrat untuk Wali Kota New York, Amerika Serikat, Selasa (24/6/2025). Kemenangan pemuda India-Amerika yang sosialis dan progresif ini menjadi simbol preferensi pendukung Demokrat di era pemerintahan Presiden AS Donald Trump.
Sebagai pendatang baru, Mamdani mengalahkan Andrew Cuomo (67), gubernur ke-56 New York. Mamdani meraih suara 43,5 persen, sedangkan Cuomo 36,4 persen. Jumlah suara yang masuk sudah mencapai 95 persen, menurut dewan pemilihan kota.
Hasil akhir pemilihan akan keluar pekan depan. Sebab, pemilu di New York mengusung sistem pilihan berperingkat sehingga warga bisa memilih lima kandidat sesuai urutan preferensi. Namun, Mamdani kemungkinan unggul karena mendapat dukungan dari Brad Lander, kandidat Demokrat lainnya yang berada di posisi ketiga.
”Saya akan menjadi wali kota bagi setiap warga New York, entah Anda memilih saya, Gubernur Cuomo, atau merasa terlalu kecewa dengan sistem politik yang sudah lama rusak hingga tidak dapat memilih sama sekali. Saya akan berusaha menjadi wali kota yang akan membuat Anda bangga,” kata Mamdani.
Setelah kalah di Demokrat, Cuomo tetap bisa mencalonkan diri sebagai kandidat independen dalam pemilu. Cuomo belum membuat keputusan.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/06/25/083b0008-501f-47b2-95b0-063525c058f3_jpg.jpg)
Sejauh ini, Mamdani akan berkompetisi melawan wali kota petahana Eric Adams yang banting stir dari Demokrat ke jalur independen. Ada pula kandidat lainnya, antara lain pendiri Guardian Angels Curtis Sliwa dari Partai Republik, Ketua Dewan Kota Adrienne Adams, Senator New York Zellnor Myrie, dan mantan Pengawas Keuangan Kota Scott Stringer.
Beberapa calon kesulitan untuk mendapatkan pengakuan publik karena kebanyakan mempromosikan diri sebagai orang yang bisa menantang agenda Trump. Mamdani kemungkinan akan menjadi favorit dalam pemilihan umum pada November 2025.
New York adalah kota yang didominasi Demokrat. Di samping itu, petahana wali kota Adams terlibat serangkaian skandal korupsi dan berhubungan dengan Trump sehingga posisinya lemah. Jika menang, Mamdani akan menjadi Wali Kota New York pertama yang merupakan seorang Muslim dan keturunan India-Amerika.
Lahir di Uganda, Mamdani berasal dari keluarga keturunan India. Keluarganya pindah ke New York saat ia berusia tujuh tahun. Dalam karier politiknya, Mamdani menjabat sebagai anggota Dewan Perwakilan Negara Bagian di Distrik Queens, New York. Karena mendukung gerakan pro-Palestina, ia tidak jarang berseberangan dengan sebagian besar kalangan Demokrat.
Kemenangan Mamdani atas Cuomo menjadi petunjuk perpecahan ideologi dalam tubuh Partai Demokrat. Cuomo mewakili kaum tua yang moderat, sementara Mamdani menjadi wajah kaum progresif.
Cuomo adalah politikus berpengalaman yang mampu menggalang dukungan mengesankan dari para pemimpin dan kelompok buruh penting, antara lain mantan Presiden Bill Clinton dan mantan Wali Kota New York Michael Bloomberg. Dana kampanye Cuomo besar. Dia menggambarkan New York sebagai tempat tak terkendali sehingga butuh pemimpin kompeten.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/06/25/81527362-f977-4792-82a6-aba85b3ffba6_jpg.jpg)
Sebaliknya, Mamdani adalah politisi baru yang optimistis. Ia berjanji, New York dapat membaik selama wali kota turun tangan untuk menurunkan biaya hidup. Ia memperoleh dukungan dari dua tokoh progresif ternama di AS, yakni anggota DPR AS Alexandria Ocasio-Cortez dan Senator Bernie Sanders.
”Saya pikir sudah saatnya bagi seseorang yang muda, orang kulit multiwarna, untuk melakukan sesuatu yang berbeda,” kata Ignacio Tambunting (28), seorang aktor di luar tempat pemungutan suara di Manhattan.
Masih terlalu dini untuk menilai dampak kemenangan Mamdani kepada Demokrat. Namun, hasil pemilu itu dapat menjadi pertanda awal tentang sosok pemimpin yang dicari Demokrat di masa depan. Apalagi, saat ini Presiden AS Donald Trump dari Republikan memimpin pemerintahan dengan penuh gejolak di periode keduanya.
Dalam berkampanye menuju kursi wali kota, metode Mamdani di tingkat akar rumput mencuri perhatian. Pasukan juru kampanye Mamdani yang masih muda tanpa henti mengetuk pintu-pintu di seluruh kota untuk mencari dukungan.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/06/25/dde763c7-538d-4003-9fbc-d276f4766754_jpg.jpg)
Poster-poster wajah Mamdani dengan senyum lebar terpampang di jendela-jendela toko. Media sosial ramai dengan konten unik yang mempromosikan agendanya, seperti bus gratis, penitipan anak gratis, apartemen baru, dan upah minimum yang lebih tinggi. Anggarannya bakal berasal dari pajak baru orang-orang kaya.
”Ini adalah kota di mana satu dari empat penduduknya hidup dalam kemiskinan, kota tempat 500.000 anak tidur dalam keadaan lapar setiap malam. Dan pada akhirnya, kota ini berada dalam bahaya kehilangan apa yang membuatnya begitu istimewa,” tutur Mamdani kepada BBC baru-baru ini.
Mamdani juga tidak segan melempar bola panas. Cuomo dan beberapa politisi Demokrat menyebut dia tidak memiliki pengalaman birokrasi dan kemampuan untuk menangani krisis. Dukungan Mamdani terhadap hak asasi manusia di Palestina juga menjadi sorotan.
Sebagai tanggapan, Mamdani mengecam skandal pelecehan seksual Cuomo dan caranya menangani pandemi Covid-19. Pada 2021, Cuomo mengundurkan diri setelah muncul kesimpulan dari jaksa agung negara bagian bahwa ia melecehkan sedikitnya 11 perempuan. Cuomo selalu menyatakan aksinya tidak sengaja. (AP/REUTERS)
Penulis:
Elsa Emiria LebaEditor:
Bonifasius Josie Susilo HPenyelaras Bahasa:
Nur Adji