Zverev dan Alcaraz menghadapi cuaca berbeda pada hari yang sama dalam turnamen tenis ATP Cincinnati. Zverev tertahan hujan, Alcaraz bermain dalam cuaca panas.
13 Agt 2025 13:19 WIB · Olahraga
CINCINNATI, SELASA — Menjalani pertandingan olahraga outdoor harus siap menghadapi berbagai kendala, terutama cuaca. Terik matahari yang membuat petenis kepanasan pada Selasa (12/8/2025) berubah menjadi hujan badai pada malam hingga beberapa pertandingan babak ketiga ATP/WTA Cincinnati dihentikan.
Di antara empat pertandingan tunggal putra dan putri yang dihentikan dan belum sempat berlangsung pada Selasa malam adalah pertemuan Alexander Zverev dan Brandon Nakashima. Zverev tinggal membutuhkan satu gim lagi untuk melaju ke babak keempat ketika unggul 6-4, 5-4 dan dia mendapat kesempatan servis pada gim kesepuluh.
Namun, pertandingan dihentikan karena petir muncul di Cincinnati, Ohio, Amerika Serikat, termasuk di sekitar Lindner Family Tennis Centre, tempat berlangsungnya turnamen ATP Masters 1000 dan WTA 1000 tersebut. Zverev dan Nakashima meninggalkan lapangan pukul 21.03 waktu setempat atau Rabu siang waktu Indonesia. Sekitar 30 menit setelah itu, hujan deras turun dan direktur turnamen memutuskan bahwa pertandingan Zverev melawan Nakashima akan diteruskan Rabu.
Selain Zverev melawan Nakashima, laga lain yang dihentikan adalah Jessica Pegula melawan Magda Linette pada babak ketiga tunggal putri. Saat diminta meninggalkan lapangan, mereka bersiap menjalani set ketiga setelah dua set awal berakhir dengan skor 6-7 (5), 6-3. Adapun dua pertandingan yang ditunda satu hari adalah Clara Tauson melawan Veronika Kudermetova dan Ben Shelton melawan Roberto Bautista Agut.
Dengan demikian, pemenang pertandingan Zverev melawan Nakashima dan pemenang Linette melawan Pegula harus siap menjalani dua babak pada Rabu. Zverev atau Nakashima telah dinanti Karen Khachanov yang mengalahkan Jenson Brooksby 6-3, 6-3. Jika Zverev menang, dia akan mengulang pertemuan dengan Khachanov yang baru berlangsung sepekan sebelumnya. Khachanov mengalahkan Zverev pada semifinal Kanada Masters.
Ketika petenis-petenis yang tampil Selasa malam berhadapan dengan hujan, mereka yang tampil siang hari bergelut dengan cuaca panas. Suhu udara minimal 32 derajat celsius dan dengan kelembaban tinggi menjadi tantangan tambahan di lapangan.
Alcaraz bermain dalam cuaca tersebut saat melawan Hamad Medjedovic. Taktiknya efektif untuk mengatasi pukulan keras Medjedovic. Alcaraz menang 6-4, 6-4 dan pada babak keempat akan berhadapan dengan Luca Nardi yang mengalahkan juara Miami Masters, Jakub Mensik, 6-2, 6-1.
”Saya senang bisa mengatasi situasi sulit pada pertandingan tadi,” ujar Alcaraz yang membuat Medjedovic banyak berlari untuk mengejar bola dengan arah yang selalu berbeda.
”Saya tahu, dia tidak terlalu suka berlari dari satu sisi ke sisi lain. Jadi, saya harus membuatnya seperti itu,” lanjut petenis unggulan kedua tersebut. Tentang bermain dalam cuaca panas, Alcaraz bisa mengatasinya karena dia terbiasa dengan cuaca tersebut di negaranya, Spanyol.
Alcaraz dan Medjedovic adalah petenis seusia, yaitu 22 tahun. Mereka memiliki gelar juara yang sama dari Final ATP Next Gen. Alcaraz menjuarai turnamen akhir tahun untuk petenis usia 21 tahun ke bawah ini pada 2021, sedangkan Medjedovic pada dua tahun berikutnya.
Setelah itu, perjalanan mereka di dunia tenis profesional berbeda. Alcaraz melesat lebih cepat, salah satunya dengan meraih gelar pertama Grand Slam pada 2022, yaitu di Amerika Serikat Terbuka. Saat ini, Alcaraz memiliki 21 gelar juara, termasuk lima dari Grand Slam dan pernah menjadi petenis ranking teratas dunia.
Medjedovic, yang berasal dari Serbia seperti Novak Djokovic, menjalani debut pada turnamen ATP Tour pada 2021. Adapun Medjedovic, yang saat ini menempati ranking ke-72 dunia, memiliki hasil terbaik di arena Grand Slam ketika mencapai babak ketiga Perancis Terbuka 2025.
Namun, di Cincinnati, Alcaraz masih mencari gelar pertamanya. Dia tak pernah menjuarai turnamen ATP Masters 1000 setelah melewati pertengahan musim. Dari empat turnamen Masters 1000 setelah Wimbledon, yaitu di Kanada, Cincinnati, Shanghai, dan Paris, hasil terbaik Alcaraz adalah saat tampil di final Cincinnati Masters 2023.
”Musim kompetisi tenis sangat panjang. Pada setengah musim itu, fisik sudah tidak terlalu prima. Namun, saya berusaha berpikir positif dan tetap tampil sebaik mungkin,” kata Alcaraz.
Jika bisa mengalahkan Nardi, Alcaraz berpeluang bertemu Andrey Rublev pada perempat final. Adapun calon semifinalis lain di paruh bawah undian adalah Khachanov, Zverev, Shelton, atau Jiri Lehecka.
Shelton, yang menjuarai Kanada Masters, menjadi harapan publik tuan rumah untuk melihat tunggal putra AS menjuarai Cincinnati Masters setelah Andy Roddick pada 2006. Selain itu, AS masih memiliki Taylor Fritz dan Frances Tiafoe yang akan menjalani babak keempat, Rabu. Tiafoe adalah finalis Cincinnati Masters 2024 yang dikalahkan petenis nomor satu dunia, Jannik Sinner.
Pada babak keempat tunggal putri, Elena Rybakina memiliki kesempatan untuk membalas kekalahan dari Madison Keys yang terjadi di babak keempat Australia Terbuka. Dalam persaingan Grand Slam pada awal tahun tersebut, Rybakina kalah 3-6, 6-1, 3-6, sementara Keys melaju hingga menjadi juara.
Pemenang dari laga tersebut berpeluang besar bertemu juara bertahan, Aryna Sabalenka, jika petenis nomor satu dunia ini mengalahkan Jessica Bouzas Maneiro. Adapun mantan petenis nomor satu dunia, Iga Swiatek, akan ditantang Sorana Cirstea, sementara Anna Kalinskaya berhadapan dengan Ekaterina Alexandrova.
(AFP)
Penulis:
Yulia SapthianiEditor:
Prasetyo Eko PrihanantoPenyelaras Bahasa:
Hibar Himawan