Menjelang penetapan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Pram-Doel menyiapkan 11 program prioritas yang akan dilaksanakan dalam 100 hari pertama masa kerja.
07 Jan 2025 15:12 WIB · Metro
JAKARTA, KOMPAS — Komisi Pemilihan Umum Jakarta berencana menggelar penetapan pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung-Rano Karno sebagai pemenang Pilkada Jakarta 2024 pada Kamis (9/1/2025). Pasangan ini menyatakan telah mempersiapkan langkah-langkah awal yang komprehensif untuk memastikan masa jabatannya berjalan dengan efektif.
Sementara itu, warga Jakarta tak sabar menantikan janji-janji kampanye pasangan Pramono Anung-Rano Karno atau Pram-Doel segera terwujud. ”Penetapan Gubernur (dan Wakil Gubernur DKI Jakarta) terpilih direncanakan pada 9 Januari 2025,” kata Ketua Divisi Data dan Informasi Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Jakarta Fahmi Zikrillah, Selasa (7/1/2025).
Pada acara itu, KPU Jakarta mengundang semua peserta Pilkada Jakarta 2024 serta perwakilan partai politik. Acara ini akan dihadiri pula oleh seluruh pasangan calon (paslon), tim dari paslon, perwakilan parpol peserta pemilu, jajaran forum koordinasi pimpinan daerah, pimpinan dan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah, pemantau, kelompok masyarakat, dan media.
Pada Minggu (5/1/2025), KPU Jakarta juga secara resmi menyerahkan undangan penetapan pasangan gubernur terpilih kepada calon Gubernur Jakarta, Pramono Anung, di kediamannya di Jakarta. Pihaknya juga telah menyampaikan undangan ke Balai Kota Jakarta.
Meski demikian, Fahmi menyebut, tugas KPU Jakarta sebatas menetapkan gubernur dan wakil gubernur terpilih. Sementara jadwal pelantikan Gubernur-Wakil Gubernur DKI Jakarta terpilih merupakan wewenang pemerintah.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2024/11/17/e277c68a5c9655a0d14e1b4410629e43-20241117RAM_Paslon_Nomor_urut_III_.jpg)
Menjelang penetapan, Pram-Doel telah menyiapkan 11 program prioritas yang akan dilaksanakan dalam 100 hari pertama masa jabatannya. Program-program ini difokuskan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya kalangan menengah ke bawah.
Juru bicara Pram-Doel, Iwan Tarigan, mengatakan, pasangan Pram-Doel telah mempersiapkan langkah-langkah awal yang komprehensif untuk memastikan masa jabatannya berjalan dengan efektif.
”Persiapan khusus Mas Pram dan Bang Doel adalah membentuk tim transisi agar mempersiapkan program 100 hari bisa berjalan dengan tepat waktu. Kemudian, sinkronisasi visi misi Mas Pram dan Bang Doel dengan program yang sudah berjalan dan postur APBD 2025,” kata Iwan.
Adapun 11 program kerja Pram-Doel yang direncanakan akan dituntaskan dalam 100 hari kerja ialah mengembalian warga Kampung Bayam ke kampung susun di kawasan Jakarta International Stadium tidak lebih dari 1 bulan setelah pelantikan. Selain itu, pasangan ini juga ingin menggratiskan penerima Kartu Jakarta Pintar (KJP) untuk masuk wisata edukasi dan membangun kantor kepengurusan KJP dan Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU) di tiap kecamatan agar tidak hanya di Jatinegara.
Selanjutnya, pasangan ini menyediakan sarapan gratis untuk siswa di Jakarta, sejalan dengan program Makan Bergizi Gratis pemerintah pusat dengan pendanaan dari APBD Jakarta. Pasangan ini juga berencana memberikan layanan rumah (home service) untuk lansia. Lalu, Pram-Doel ingin meningkatkan kebudayaan melalui Benyamin S Award untuk mendorong pelestarian dan pengembangan kebudayaan Betawi.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2024/11/18/5b9eb3c7822e5449fb130a8fb832b0df-e1e27645_27f0_4bec_b86e_9f3f6fe95ccd_jpg.jpg)
Selain itu, pasangan ini akan menggratiskan transportasi publik untuk 15 golongan, yakni memberikan akses gratis ke Transjakarta, LRT, dan MRT bagi kelompok tertentu, antara lain pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), penyandang disabilitas, pengurus tempat ibadah, dan penghuni rumah susun sederhana.
Pasangan ini juga ingin meningkatkan kesempatan kerja melalui pameran lowongan kerja (job fair) dengan mengadakan bursa kerja setiap tiga bulan di seluruh kecamatan untuk mengurangi pengangguran.
Selanjutnya, Pram-Doel ingin menjalin kontrak pertanian dengan petani di daerah-daerah untuk menekan harga bahan pokok di Jakarta dengan melanjutkan program yang pernah diterapkan sebelumnya. Lalu, pasangan ini ingin mempermudah mekanisme pendaftaran petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) dengan membuka kesempatan bagi lulusan SD yang mampu membaca dan menulis.
Selain itu, Pram-Doel juga berkomitmen membuka akses taman kota selama 24 jam, mengembalikan fungsi sumur resapan, dan meningkatkan kebersihan ruang publik dengan memberdayakan pasukan oranye.
Pasangan ini juga ingin melanjutkan bantuan operasional untuk tempat ibadah dan memberikan dukungan kepada guru keagamaan, seperti guru mengaji dan guru sekolah minggu. Lalu, pasangan ini ingin membangun bank sampah di setiap RT dan RW untuk memudahkan daur ulang sampah dan mengurangi volume sampah yang dibuang ke tempat pembuangan akhir.
Kualitas hidup
Iwan berharap program-program tersebut dapat membawa perubahan positif dan meningkatkan kualitas hidup warga Jakarta. Langkah-langkah persiapan ini dinilai menunjukkan komitmen Pram-Doel untuk memulai kepemimpinannya dengan pendekatan yang strategis, inklusif, dan berbasis solusi terhadap tantangan Jakarta.
Di sisi lain, Iwan menegaskan, pihaknya tak mau ambil pusing dengan jadwal pelantikan yang belum pasti. Saat ini, pihaknya lebih memilih untuk fokus mempersiapkan tim transisi agar program 100 hari kerja bisa berjalan tepat waktu.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2024/11/18/6e136b709e12b9fd92a7b74f89e94dcb-1bfe13f5_38cd_4308_9aad_682908097ea4_jpg.jpg)
Selain program 100 hari pertama kerja, sebelumnya, sepanjang kampanye dan debat Pilkada 2024, pasangan Pram-Doel juga telah mengutarakan janji-janjinya kepada masyarakat untuk menjadikan ”Jakarta Menyala” seperti slogannya.
Jakarta dinilai memiliki sejumlah permasalah krusial yang perlu diatasi segera, antara lain kemacetan, polusi udara, ketersediaan air bersih, permasalahan hunian layak, dan banjir. Lantas apa saja janji-janji Pram-Doel untuk mengatasi masalah tersebut?
Pada Debat Pertama Pilkada Jakarta 2024 di JIExpo Kemayoran, Minggu (6/10/2024), Pram-Doel menawarkan program Jakarta Bergerak sebagai solusi kemacetan Jakarta. Program ini nantinya akan berfokus pada peningkatan cakupan layanan transportasi publik terintegrasi, seperti MRT, LRT, Transjakarta, dan Mikrotrans Jaklingko.
Pramono akan bekerja sama dengan pemerintah pusat dan daerah lain untuk menguatkan kualitas layanan transportasi publik di wilayah penyangga Jakarta. Selain itu, pasangan ini akan membuat transportasi bernama ”Transjakarta Laut” untuk melayani warga di Kabupaten Kepulauan Seribu.
Selanjutnya, ada rencana penghapusan wacana penyesuaian tarif dan subsidi transportasi publik MRT, LRT, dan Transjakarta berbasis nomor induk kependudukan (NIK) atau account based ticketing.
”Penyediaan bus sekolah juga akan diintegrasikan sehingga dapat berguna bagi siswa sekolah negeri maupun swasta. Hal ini juga mendukung penguraian kemacetan pada jam-jam sibuk,” ujarnya.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2024/11/20/4785e18400249b30cefc546294de3903-IMG_3347.jpeg)
Selain itu, Pramono menekankan sejumlah strategi untuk mengatasi masalah polusi udara yang menjadi masalah di Jakarta. Ia berpandangan bahwa jumlah ruang terbuka hijau (RTH) di Jakarta masih kurang ideal.
Ia menjelaskan bahwa saat ini RTH di Jakarta hanya 5,2 persen. Padahal, undang-undang mengatur bahwa RTH harus mencapai 30 persen dari total luas kota. Pram-Doel pun berkomitmen untuk meningkatkan jumlah RTH di Jakarta jika terpilih sebagai gubernur.
Untuk mengurangi polusi udara, Pramono juga mengusulkan penambahan moda transportasi Jabodetabek berbasis listrik sebagai langkah untuk menurunkan emisi kendaraan. Selanjutnya, ia ingin mencanangkan program pemasangan alat pemantau di cerobong asap serta filter udara di perusahaan dengan memberikan sanksi bagi perusahaan yang tidak mematuhi aturan ini.
Pada debat ketiga Pilkada Jakarta 2024 yang digelar di Hotel Sultan, Jakarta Selatan, pada Minggu (17/11/2024) malam, pasangan Pram-Doel berjanji memprioritaskan Jakarta menjadi kota layak huni dengan jangkauan transportasi publik dan fasilitas sanitasi yang memadai.
Dalam debat tersebut, Pramono mengatakan ingin menata kampung di Jakarta berkonsep tanpa kesan kumuh. Ia pun mengatakan telah mengelilingi Jakarta selama hampir 2,5 bulan dan mendapati ada 445 RW yang termasuk kampung kumuh di Jakarta, sehingga ini menunjukkan perbedaan kaya dan miskin yang begitu mencolok di Jakarta.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2024/11/22/71a8ea5af4eac328bf42652b75c7bb99-WhatsApp_Image_2024_11_22_at_18.06.10.jpeg)
Pramono menyebutkan di antara kampung yang dikunjungi antara lain kawasan Tanah Tinggi, Kampung Bayam, Kampung Apung, dan Tambora. Ia juga menemukan pada beberapa kawasan itu sejumlah hal termasuk sanitasi yang sulit dan rumah tak layak huni.
Pihaknya pun berencana akan menyediakan hunian yang terjangkau bagi warga. Keduanya akan memanfaatkan tanah milik BUMN atau milik pemerintah Jakarta untuk membangun hunian layak.
Dalam kesempatan yang sama, Pramono menegaskan akan melanjutkan program sumur resapan untuk mengatasi banjir di Jakarta jika terpilih. Selain itu, ia berkomitmen mengoptimalkan kinerja pasukan oranye untuk penanganan banjir.
”Kami berdua jika menjadi gubernur dan wakil gubernur, maka kami berjanji 100 persen seluruh air bersih bagi warga Jakarta bisa terpenuhi pada tahun 2029,” ujar Pram.
Di sisi lain, warga Jakarta sudah bisa bernapas lega karena persaingan politik pemilihan kepala daerah sudah selesai. Kini, tinggal saatnya menunggu penetapan dan pelantikan pasangan Pramono Anung dan Rano Karno sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Jakarta.
Ismaya Aini (31), warga Jakarta Pusat, berharap agar Pram-Doel nantinya berpegang teguh pada janji-janji yang mereka sampaikan saat kampanye. Aini mangatakan, ia sangat menantikan kegiatan job fair tiga bulan sekali di kantor kecamatan yang digagas Pram-Doel.
”Mas Pram dan Bang Doel juga mengatakan akan menyediakan penitipan anak balita bagi orangtua yang bekerja di setiap pusat perkantoran. Semoga dengan ini, para wanita bisa berkarier tanpa takut meninggalkan anaknya,” ujarnya, Selasa (7/1/2025).
Sementara itu, Muhammad Ayos (29), warga Jakarta Barat, sudah merindukan Jakarta segera dipimpin kembali oleh gubernur definitif. Ia berharap besar agar kebijakan ”Jakarta Menyala” segera terlaksana.
Sebagai salah satu penjual di Tanah Abang, Ayos mengingatkan program pemberian fasilitas Rp 300 miliar bagi UMKM yang digagas Pram-Doel. ”Saat ini penurunan omzet penjualan sampai 50 persen. Saya berharap pemerintah dapat membantu memfasilitasi Tanah Abang menjadi menarik,” ujarnya.
Penulis:
Atiek Ishlahiyah Al-HamasyEditor:
Mukhamad Kurniawan