Makan Ramen ala Osaka

Ingin mencicipi kuliner lezat Jepang? Cobalah cita rasa Osaka. Wilayah berjuluk ”dapurnya” Negeri Jepang di mana orang makan sampai bangkrut alias ”Kuidaore”

01 Mar 2025 07:33 WIB · Gaya Hidup

Oleh Wisnu Dewabrata

Orang Osaka, Jepang, terkenal doyan makan alias gemar berkuliner. Cita rasa masakan apa pun mereka cenderung suka. Saking terkenal dengan budaya makan-makannya, kota terbesar ketiga di ”Negeri Matahari Terbit” itu sampai disebut sebagai ”Dapurnya” Jepang.

Tak hanya itu, saking tenarnya pula kecintaan mereka pada kuliner, orang Osaka sampai punya satu istilah khusus untuk menggambarkannya.

Kata Kuidaore alias makan sampai bangkrut sepertinya cukup menggambarkan semua hal tadi: ”Biar habis uang asal perut kenyang”. Boleh jadi seperti itulah ”semboyan” tak resmi atau selorohan orang-orang asli Osaka sana.

Aneka Ramen Kolagen khas Osaka, Jepang, di Ramen Seiya (Kompas/ Wisnu Dewabrata)

”Orang Osaka (cenderung) suka semua cita rasa. Jika dibandingkan dengan daerah lain macam Hokkaido, Kyoto, atau Tokyo, kami bebas-bebas saja. Kami suka ramen juga mi soba. Untuk makanan, mungkin yang sedikit asin. Tapi tidak ada hal spesifik (soal) rasa tertentu yang digemari,” ujar Presiden Makotoya Group, Masashi Kasai.

Masashi hadir di Mal Bintaro Jaya Xchange 2, Jumat (21/2/2025), untuk membuka cabang pertama restoran ramen khas Osaka di kawasan Jabodetabek berjenama Ramen Seiya.

Restoran ini menyajikan produk kuliner ramen daging sapi paitan khas Osaka, yang sudah ada sejak tahun 1999, bagian dari Makotoya Ramen. Sebelumnya mereka sudah buka cabang di Kota Denpasar, Bali.

Menurut Masashi, menu andalan Beef Paitan atau Daging Sapi Paitan (Gyu Paitan) di restorannya adalah yang pertama dan belum banyak dikenal orang, termasuk di negerinya sendiri.

Hal itulah yang menurut dia akan menjadikan menu hidangan utama di restonya itu spesial. Dari Osaka, jaringan ramen daging sapi paitan mereka telah berkembang ke 98 lokasi di seluruh dunia, seperti Taiwan, Sri Lanka, Austria, Spanyol, Mongolia, dan kini Indonesia.

Ramen Seiya -- (Dari kiri ke kanan) Shin Matsufuji (Co-Founder & CEO), Masashi Kasai (Presiden Makotoya Group), Abdul Antoni (Direktur, COO). (Kompas/ Wisnu Dewabrata)

”Dalam bahasa Jepang daging sapi disebut gyu. Sementara paitan berarti sup putih lembut, yang berasal dari tulang sapi (Gyu-kotsu),” papar Masashi.

Sup paitan kolagen

Secara umum Ramen Seiya di Mal Bintaro Jaya Xchange 2 ini punya beberapa varian menu ramen alias mi berkuah paitan. Kuah paitan adalah kuah ramen berupa kaldu berbahan dasar kolagen, yang bertekstur kental, berwarna mirip kopi susu, serta terasa gurih dan berkrim (creamy) di mulut.

Di negara asalnya, kuah kaldu kolagen itu dibuat dari bagian tulang hewan, baik sapi, ayam, maupun babi, yang direbus selama lebih dari 24 jam. Untuk Ramen Seiya yang dijual di Mal Bintaro Jaya Xchange 2 ini berbahan tulang sapi dan ayam.

Untuk mempersingkat pembuatannya dari 24 jam menjadi tinggal beberapa jam saja, Ramen Seiya mengklaim punya teknik khusus. Mereka menggunakan panci masak bertekanan (pressure cooker) khusus berukuran besar, yang ditempatkan langsung di outlet mereka.

Dengan begitu, pelanggan bisa menyaksikan secara langsung proses memasak kuah ramennya di dapur outlet, yang ditata dengan konsep dapur terbuka (open kitchen).

Pelanggan juga bisa menyaksikan langsung pembuatan mi mentahnya di dapur terbuka tersebut. Semua itu, menurut Abdul Antoni, chef sekaligus Direktur (Chief Operating Officer/COO) Ramen Seiya, menjadi salah satu kelebihan dari tempatnya.

”Semua kami buat sendiri langsung di dapur outlet. Baik mi maupun sup paitannya. Konsumen bisa lihat sendiri prosesnya, terutama pembuatan kaldu kolagen tadi. Jadi pembuatannya tidak seperti di tempat lain, yang biasanya dilakukan di central kitchen lalu hasilnya baru dibawa ke outlet,” ujar Antoni.

Dari kuah paitan kolagen itulah kemudian sejumlah varian menu ramen lezat khas Osaka dibuat dan disajikan. Dari segi bahan baku kuah paitan kolagen tadi, ada dua macam ramen bisa dipesan, yakni Beef Collagen Ramen dan Chicken Collagen Ramen.

Beef Collagen Ramen khas Osaka ala Ramen Seiya.
Tori Jan Ramen khas Osaka ala Ramen Seiya.
Tan Tan Men khas Osaka ala Ramen Seiya.
Chicken Collagen Ramen khas Osaka ala Ramen Seiya.

Setiap pilihan punya sensasi rasa khas, terutama pada kuah ramen kolagennya. Jika dibandingkan, kuah (paitan) kolagen ayam sedikit lebih tercecap ringan, lembut, dan juga sedikit lebih manis jika dibandingkan dengan kuah sama berbahan kolagen sapi.

Kuah kolagen yang gurih dan creamy itu kemudian dipadupadankan dengan jalinan seporsi mi buatan sendiri. Mi ramen buatan sendiri Ramen Seiya tersebut punya tingkat kekenyalan dan konsistensi, terutama saat dikunyah di dalam mulut.  

Sensasi rasa ramen makin lengkap dengan tambahan irisan-irisan daging tebal sesuai pilihan menu ramen. Untuk menu Beef Collagen Ramen ada dua macam irisan daging pendamping yang dimasukkan ke kuah ramennya.

Pilihan pertama berupa daging sapi goreng tepung alias beef katsu (gyukatsu), sementara yang kedua berupa daging sapi irisan tipis dimasak sukiyaki atau beef suki (gyusuki). Masing-masing punya tekstur dan rasa berbeda.

Untuk pilihan topping Gyukatsu, irisan daging sapi yang lumayan tebal terasa masih bisa mempertahankan tingkat keempukan dan rasa bersari (juiciness). Padahal daging tadi sudah dilapisi tepung panir, yang membuatnya terasa renyah (crispy).

Sementara untuk pilihan Chicken Collagen Ramen, kuah ramen dan minya dipadukan dengan irisan tebal daging ayam yang dimasak ala cha siu alias dipanggang. Citarasa kuah kaldu kolagen ayam yang ringan dan sedikit manis tercecap berbaur (blending) dan menguatkan rasa irisan daging ayamnya.

Pedas dan nonkolagen

Bagi mereka penyuka pedas, Ramen Seiya juga punya tantangan pilihan rasa pedas, yang terbagi dalam tiga derajat kepedasan. Pilihan rasa pedas level 1 atau disebut Level Pedas Osaka masih bisa dibilang berkategori moderat alias pedas namun tak sampai membuat kepedasan.

Sementara untuk tingkatan lebih tinggi, pelanggan Ramen Seiya boleh mencicipi tingkat kepedasan di Level 2 alias Level Jakarta atau yang terpedas, Level 3 alias Level Padang. Jika masih kurang pedas pihak Ramen Seiya juga bisa menyediakan kondimen tambahan berupa irisan cabai atas permintaan.

Seperti lazimnya menu ramen, di dalam mangkuk saji hidangan juga dilengkapi irisan telur Omega rebus, tauge segar, dan jamur kuping. Satu jenis topping istimewa lagi, yang juga jadi ciri khas Ramen Seiya, adalah lembaran rumput laut olahan (nori) yang digoreng tepung ala tempura.

Tambahan topping Nori Tempura itu menurut Antoni berperan menghadirkan kenikmatan maksimal, terutama bagi para pelanggan Indonesia. Dalam berkuliner orang Indonesia dikenal suka memadukan makanan utama dengan tambahan kudapan bertekstur kriuk seperti kerupuk.

Gyoza khas Osaka ala Ramen Seiya dengan saus celupan kecap asin Jepang (shoyu) dan cuka.
Beragam pilihan kudapan tambahan (side dish) ala Osaka di Ramen Seiya macam Gyoza, Crispy Gyo, dan Chicken Karaage Tar Tar.
Pilihan menu nasi Beef Katsu Don dan Nasi Goreng Jepang khas Osaka juga disediakan di Ramen Seiya.

Sementara itu pilihan citarasa kuah ramen pedas yang menggigit dan tak kalah menyegarkan bisa dirasakan pada menu Tan Tan Men. Menu satu ini punya kelebihan berupa tambahan topping berupa olahan daging ayam bagian paha, yang digiling, dibumbui, dan dimasak.

Olahan daging ayam giling berbumbu tadi disajikan ke dalam ramen berkuah kolagen ayam pedas, dengan tambahan biji wijen berlimpah. Citarasa wijen itu lah yang menjadi ciri khas ramen ini

Buat mereka yang juga ingin mencicipi ramen berkuah non kolagen bisa memilih Tori-Jan Ramen. Ramen satu ini menjadi tak kalah menarik lantaran disajikan dengan kuah paitan terbuat dari bahan shoyu (kecap asin Jepang) yang diolah dengan kaldu ayam.

Rasanya gurih dan sedikit asin namun tak sekaya dan berkrim seperti sup kolagen. Walau demikian, citarasa asin ini tidak sampai berlebihan sehingga membuat orang tak merasa mbelenger.

Hidangan sampingan

Selain hidangan utama berupa ramen kuah kolagen ayam atau sapi, di Ramen Seiya juga ditawarkan aneka macam menu lain yang tak kalah mengundang selera.

Mulai dari sajian nasi ala rice bowl (don) dengan aneka pilihan topping hingga beragam menu sampingan (side dish) khas Osaka. Untuk menu pilihan berakhiran kata ”Don” ada beberapa pilihan, yang disesuaikan dengan topping masing-masing.

Beberapa seperti Tori Karaage Don alias nasi ber-topping daging ayam goreng tepung. Atau Tori Soboro Don alias nasi ber-topping telur orak arik dan daging cincang.

Selain itu juga ada nasi ber-topping irisan tipis daging sapi, baik diolah kecap manis (Gyudon) maupun digoreng tepung (Beef Katsu Don). Semua pilihan menu nasi cukup mengenyangkan dan disajikan dengan nasi yang pulen, lunak, lengket, serta lembut, sedap disajikan agak panas.

Jika masih belum puas juga masih tersedia menu-menu sampingan lain macam aneka pilihan Gyoza, dengan saus celupan kecap asin khas Jepang dan cuka, serta Takoyaki.

Dengan semua pilihan lezat khas Osaka tadi jangan heran jika bahkan kita pun akan jajan seperti Orang Osaka, ”Kuidaore” alias makan sampai bangkrut!


Kerabat Kerja

Penulis:

Wisnu Dewabrata
 | 

Editor:

Dahono Fitrianto