Kompas.id Brief

Giliran Inggris Mendominasi Liga Champions?

Dua klub Inggris, Arsenal dan Aston Villa, memetik kemenangan pada laga pertama babak 16 besar Liga Champions. Sanggupkah Liverpool menyusul jejak keduanya?

05 Mar 2025 17:00 WIB · Olahraga

Oleh Tim Kompas

Apa yang bisa Anda pelajari dari artikel berikut ini?

  1. Bagaimana penampilan klub-klub Inggris di babak 16 besar Liga Champions?
  2. Apakah Liverpool bisa mengikuti jejak Arsenal dan Aston Villa?
  3. Bagaimana hasil pertandingan derbi Madrid?
  4. Mengapa Real Madrid menjadi tim paling berbahaya di Eropa?
  5. Mengapa Liga Champions kali ini menjadi musim kelabu bagi sepak bola Italia?

Bagaimana penampilan klub-klub Inggris di babak 16 besar Liga Champions?

copy title

Dua tim asal Inggris, Arsenal dan Aston Villa tampil gemilang saat tampil di pertandingan pertama babak 16 besar Liga Champions, Rabu (5/3/2025) dini hari WIB. Bermain di kandang lawan, mereka mampu memetik kemenangan besar atas lawan-lawan mereka.

Arsenal membantai tuan rumah PSV Eindhoven di Belanda dengan skor telak, 7-1, adapun Villa menang, 3-1, di kandang klub Belgia, Club Brugge. Meski belum memastikan lolos ke babak perempat final, kedua tim memiliki modal kemenangan besar pada pertandingan kedua di kandang.

Hasil tersebut membuktikan bahwa tim-tim Inggris pantas diwaspadai di babak-babak berikutnya. Dari empat tim Inggris yang berlaga di Liga Champions musim ini, hanya Manchester City yang gagal melaju setelah disingkirkan Real Madrid pada laga playoff.

Inggris juga diuntungkan karena klub-klub mereka tidak langsung bertemu di babak 16 besar. Berbeda dengan Spanyol dan Jerman yang salah satu wakil dipastikan harus tersingkir karena saling bertemu, yaitu Real Madrid lawan Atletico Madrid dan Bayern Muenchen versus Bayer Leverkusen.

Apakah Liverpool bisa mengikuti jejak Arsenal dan Aston Villa?

copy title

Satu klub Inggris lainnya yang masih tersisa di Liga Champions, Liverpool, baru akan menjalani pertandingan pertama babak 16 besar, Kamis (6/3/2025). Seperti juga Arsenal dan Aston Villa, mereka juga menjalani laga tandang, yaitu melawan PSG di Paris.

Laga besar ini menjadi kesempatan unjuk gigi para pemain paling bersinar di dalam tim. PSG bakal sangat bergantung kepada magis dari Ousmane Dembele yang telah menegaskan diri sebagai bintang sekaligus ”wajah” baru ”Les Parisiens”.

Di sisi lain, Mohamed Salah selalu ditunggu-tunggu menciptakan aksi-aksi brilian demi membantu Liverpool menjaga asa memenangi Liga Champions musim ini.

Kedua pemain itu memiliki tiga persamaan menjelang duel di kota mode kontemporer, Paris. Dembele dan Salah sama-sama berkaki kidal alias bertumpu utama pada kaki kiri. Mereka juga adalah Muslim yang taat sehingga tidak ragu tetap menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan ini meski pada hari pertandingan.

Apakah Liverpool mampu melanjutkan dominasi klub Inggris dengan memetik kemenangan seperti halnya Arsenal dan Villa?

Bagaimana hasil pertandingan derbi Madrid?

copy title

Duel pertama derbi Madrid pada babak 16 besar Liga Champions 2024-2025, Rabu (5/3/2025) WIB, di Stadion Bernabeu dimenangi Real Madrid, 2-1. Meski kalah, Atletico Madrid membawa pulang kepercayaan diri tinggi demi revans di gim kedua.

Tiga aksi individu brilian dari tiga pemain berbeda menjadi pembeda derbi Madrid pertama di Liga Champions sejak 2017. Rodrygo Goes (4’), Julian Alvarez (32’), dan Brahim Diaz (55’) mencatatkan nama di papan skor dari situasi yang probabilitas golnya amat minim.

Rodrygo membawa ”Los Blancos” unggul di awal laga melalui sepakan dari dalam kotak penalti yang hanya catatkan 0,16 expected goals (xG). Di tengah kawalan pemain belakang Atletico, sejatinya peluang Rodrygo menghasilkan gol setara hanya 16 persen. Tetapi, ia tetap mampu menaklukkan kiper tim tamu, Jan Oblak.

Di babak kedua, giliran Diaz yang menyajikan momen sensasional. Ia mencetak gol di tengah kawalan tiga pemain Atletico dan ruang tembak yang amat minim. Diaz mampu mencetak gol di tengah probabilitas peluang itu menghasilkan gol hanya 10 persen.

Namun, aksi yang lebih memukau patut disematkan kepada gol Alvarez. Pemain asal Argentina itu sempat membuat publik Bernabeu terdiam karena mencetak gol dari posisi yang tidak disangka-sangka dari ujung kanan sisi luar kotak penalti Real.

Mengapa Real Madrid menjadi tim paling berbahaya di Eropa?

copy title

Usaha Real Madrid untuk mempertahankan gelar Liga Champions musim ini tidak berjalan dengan mulus. Pasukan Carlo Ancelotti harus berjuang hingga pertandingan terakhir untuk sekadar melaju ke babak playoff. Mereka gagal lolos langsung ke babak 16 besar setelah hanya menempati peringkat ke-11 fase liga.

Meski demikian, meremehkan Madrid sama saja dengan bunuh diri. Di kompetisi terbesar antarklub Eropa ini, Madrid adalah rajanya. Itu dibuktikan dengan dominasi mereka di ajang kontinen, dengan torehan 15 trofi, jauh melebihi capaian tim-tim besar Eropa lainnya.

Keberhasilan menyingkirkan Manchester City pada laga playoff menjadi peringatan bagi tim-tim lainnya. Tidak ada tim yang mau bertemu Madrid pada babak 16 besar atau babak-babak berikutnya.

Jika mampu melewati rival sekota pada babak 16 besar, Real Madrid akan menjadi ancaman bagi tim-tim lain di babak berikutnya. Bahkan, akan banyak yang menjagokan mereka akan kembali menjadi juara musim ini.

Mengapa Liga Champions kali ini menjadi musim kelabu bagi sepak bola Italia?

copy title

Hanya satu klub Italia yang lolos langsung ke babak 16 besar dari empat wakil di fase liga, yaitu Inter Milan. Sisanya, AC Milan, Atalanta, dan Juventus, harus berjuang lewat playoff.

Dalam undian playoff, mereka bisa dibilang beruntung bertemu lawan yang di atas kertas bisa mereka atasi. Nyatanya, ketiga tim Italia itu justru tersungkur.

Padahal, Milan dan Juventus memiliki sejarah mentereng di Liga Champions, sedangkan Atalanta juga memiliki prestasi bagus di Eropa setelah berhasil menjadi juara Liga Europa. Namun, ketiganya gagal mempertahankan martabat sepak bola Italia setelah dikalahkan lawan-lawan mereka.


Kerabat Kerja

Penulis:

Tim Kompas
 | 

Editor:

Prasetyo Eko Prihananto
 | 

Penyelaras Bahasa:

Apolonius Lase