Napoli harus melalui momen menegangkan, 20 tendangan adu penalti untuk menyingkirkan Cagliari dalam 16 besar Piala Italia. Di laga lainnya, Inter melenggang mulus.
04 Des 2025 16:31 WIB · Olahraga
AP
NAPOLI, RABU — Napoli melangkah ke babak perempat final Piala Italia setelah melalui momen menegangkan, 20 tendangan adu penalti, setelah Cagliari mampu memaksa hasil 1-1 dalam 90 menit. Ini mirip dengan babak 32 besar Coppa Italia musim lalu, saat Napoli melawan Modena.
Langkah Napoli berkebalikan dengan Inter Milan yang tampil solid meskipun sama-sama merotasi pemainnya, bahkan menurunkan tiga pemain U-23. Inter menggulung Venezia 5-1 untuk melangkah ke perempat final, di mana pemenang laga AS Roma vs Torino akan jadi lawan mereka.
Pelatih Napoli Antonio Conte melakukan rotasi pemain dalam laga kontra Cagliari ini karena dia harus berhitung dengan jadwal ketat sepekan ke depan. Napoli akan melawan Juventus di Serie A dan kemudian menjamu Benfica di Liga Champions. Rotasi membuat dinamika permainan Napoli sedikit berubah, tetapi mereka masih mampu tampil dominan. Gol mereka dicetak melalui organisasi permainan yang solid, di mana striker Lorenzo Lucca menyundul asis Antonio Vergara.
Namun, Cagliari mampu menyamakan kedudukan pada menit ke-67 melalui sepakan kaki kanan pemain pengganti Sebastiano Esposito. Kedudukan berakhir 1-1 hingga laga 90 menit berakhir. Siapa yang lolos ke perempat final pun ditentukan melalui adu penalti.
Ini momen menegangkan karena Napoli dan Cagliari bergantian memimpin skor. Napoli sempat unggul 5-4 menyusul kegagalan eksekusi Mattia Felici. Momen ini dimanfaatkan Marcus Holjun untuk membawa Napoli unggul 5-4.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/12/04/c98593e6abf9c396b7700fd751a23112-1000036720.jpg)
Namun, keunggulan itu tidak berselang lama karena tendangan David Neres berhasil ditepis kiper Cagliari Elia Caprile. Momen ini dimaksimalkan oleh Sebastiano Luperto untuk membawa Cagliari unggul 6-5.
Titik balik terjadi pada penendang ke-10 Cagliari, Zito Luvombo, yang arah bolanya ke sisi kiri gawang Napoli mampu ditebak kiper Vanja Milinkovic-Savic. Kiper asal Serbia ini berperan besar karena dia juga sukses menyelesaikan penalti dan membawa skor Napoli 7-7.
Ketegangan adu penalti ini diakhiri oleh eksekusi tenang dari Alessandro Buongiorno melalui sepakan kaki kiri ke sudut kanan bawah gawang. Arah bola sebenarnya tertebak oleh Caprile, tetapi bola meluncur lebih cepat. Napoli pun melaju ke babak perempat final dengan skor 1-1 (9-8), dan akan melawan pemenang laga Fiorentina vs Como, pada 28 Januari 2026.
”Penampilan yang positif dan pada akhirnya kami memang pantas lolos,” ujar Conte.
”Kebobolan gol yang berawal dari bola pantulan sungguh mengecewakan. Selebihnya, kami senang dengan pendekatan para pemain terhadap pertandingan dan keberhasilan mereka lolos di Coppa Italia. Saya melihat beberapa respons positif dari para pemain yang biasanya hanya bermain sedikit, dan kami harus terus seperti ini karena kami harus memanfaatkan apa yang kami miliki hingga pemain kunci kami yang lain kembali,” lanjut Conte.
”Kami tahu kami harus berjuang keras pada tahap ini di musim ini, jadi kami semua harus memberikan yang terbaik, seperti yang telah kami lakukan. Saya senang dengan sikap para pemain saya, dan kami harus mempertahankan itu,” tegas Conte.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/12/04/7886a0450b04aaaa93703d581b4b0afa-1000036718.jpg)
Bagi Buongiorno, yang masuk sebagai pemain pengganti, tekanan dia rasakan menjelang eksekusi pebalti. Namun, dia hanya fokus untuk menyelesaikan tugasnya sebaik mungkin, tanpa banyak berpikir.
”Tekanan memang ada pada saya, tetapi semuanya berjalan dengan baik. Saya tidak terlalu memikirkan itu, dan saya hanya berusaha untuk menyelesaikan itu. Adu penalti tidak pernah mudah,” ungkap bek tengah Napoli itu.
”Sekarang kami akan menikmati kemenangan ini dan mulai besok kami akan mulai mempersiapkan diri untuk pertandingan berikutnya melawan Juventus. Kami sangat termotivasi dan kami akan berusaha untuk terus berada di jalur ini untuk memberikan yang terbaik pada laga Minggu,” ujar Buongiorno.
Pada laga lainnya, Inter Milan melenggang ke perempat final Coppa Italia dengan hasil solid 5-1 atas klub Serie B Venezia. Rotasi pemain yang dilakukan Pelatih Cristian Chivu berjalan dengan mulus.
Bahkan dia juga menurunkan tiga pemain U-23, Matteo Cocchi, Leonardo Bovo, dan Matteo Spinacce. Ini merupakan laga kedua Cocchi di tim utama Inter setelah melawan Feyenoord tahun lalun. Adapun bagi gelandang bertahan Bovo dan striker 19 tahun, Spinacce, ini debut mereka di tim senior Inter Milan.
Dalam laga ini, Chivu juga menurunkan Andy Diouf di posisi yang tidak lazim, bek sayap kanan. Pemain asal Perancis itu mampu menjalankan perannya dengan baik meskipun di luar posisi terbaiknya sebagai gelandang.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/12/04/96a757e28e489f3659c0dff0eda6c7a0-1000036721.jpg)
Chivu juga menguji gelandang Davide Frattesi yang dijawab dengan dua asis untuk gol pembuka Diouf dan gol keempat yang dicetak Marcus Thuram. Dalam laga ini, Thuram mencetak brace. Dua gol Inter lainnya dicetak Pio Esposito dan Ange-Yoan Bonny. Adapun gol Venezia dicetak pemain sayap Richie Sagrado pada menit ke-66.
Kemenangan Inter ini tidak istimewa mengingat lawan mereka adalah tim peringkat kelima di Serie B. Namun, bagi Chivu, permainan dari para pemain pelapis menunjukkan konsistensi dengan tim utama. Mereka juga memiliki sikap positif, menghormati lawan, meskipun di atas kertas jauh di bawah mereka.
”Saya sangat senang. Saya menyukai sikap dan rasa hormat yang ditunjukkan kepada lawan. Saya senang untuk para pemain dan atas apa yang telah mereka tunjukkan, ini adalah tim yang tahu apa yang harus dilakukan dan melanjutkan pekerjaan yang telah mereka lakukan selama beberapa bulan terakhir. Saya sangat senang dengan penampilan mereka dan untuk mereka yang bermain untuk pertama kalinya di San Siro hari ini,” ujar Chivu di laman Inter Milan.
Penampilan para pemain muda yang baru pertama kali di tim utama juga tidak mengubah pola permainan. Mereka bisa cepat menyatu karena para pemain utama menyambut kehadiran mereka dengan tangan terbuka. Mentalitas itu sangat penting bagi pemain seperti Bovo dan Spinacce.
”Saya juga senang untuk Diouf. Ini adalah penampilan pertamanya sebagai starter dan dia mencetak gol. Begitu banyak hal positif, saya senang untuk semua orang. Penghargaan tertinggi dan terbesar untuk mereka (yang baru bermain pertama), tetapi juga untuk mereka yang menyambut mereka. Tidak pernah mudah untuk bergabung dengan tim yang sudah mapan dan langsung merasa menjadi bagian dari tim. Para pemain kami, yang telah berada di sini selama bertahun-tahun, telah mengintegrasikan mereka dengan sangat baik. Ini adalah tim yang bekerja keras, yang terus berkembang, dan perjalanan akan terus berlanjut karena kami masih memiliki ruang untuk perbaikan,” kata Chivu.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/12/04/6053fe19b66dfef9254e936bee2bef50-1000036722.jpg)
”Ya, kami menyadari jalan kami dan apa yang ingin kami capai. Kami juga tahu bahwa akan ada momen-momen yang berbeda dan lebih rumit, dan kami perlu tahu bagaimana mengelola itu. Frattesi selalu siap sedia. Hari ini giliran dia, dia bertahan 90 menit dan kami tahu seberapa besar kontribusinya. Saya tahu saya bisa mengandalkan pemain yang krusial bagi kami,” kata Chivu.
Bagi Thuram, laga kontra Venezia ini melebihi kemenangan dengan banyak gol. Ini merupakan laga yang ditentukan oleh sikap positif dan kekompakan tim untuk maju bersama-sama.
”Melebihi gol-gol itu, karena kami mencetak banyak gol malam ini, sikap kami juga penting. Bahkan setelah kebobolan, saya rasa kami bermain dengan serius. Kami tim yang solid. Kami punya 23-24 pemain kelas atas, serta para pemain muda yang berlatih bersama kami dan mendapatkan menit bermain penting hari ini. Bagi mereka, ini krusial dan mereka bisa memberikan kontribusi besar. Seperti yang saya katakan sebelum pertandingan, kami bermain di setiap kompetisi untuk melaju sejauh mungkin, setelah itu kita lihat saja nanti,” ujar striker asal Perancis itu.
Inter kini menantikan pemenang laga antara AS Roma dan Torino yang baru berlangsung pada 14 Januari 2026. Di atas kertas Roma akan menjadi favorit melaju ke perempat final Coppa Italia, dan menjadi lawan sepadan bagi Inter.
Inter yang mengistirahatkan sejumlah pemain inti bersiap untuk menjamu Como dalam lanjutan Serie A, dan kemudian menjamu Liverpool dalam Liga Champions pada Rabu (10/12/2025) mulai pukul 03.00 WIB.
Penulis:
Agung SetyahadiEditor:
Prasetyo Eko PrihanantoPenyelaras Bahasa:
Nur Adji