Sebanyak 22 penumpang selamat di KMP Virgo Transport 8 dibawa dari KRI Nala ke Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin. Sebanyak 129 orang masih dicari.
15 Sep 2026 14:48 WIB · Nasional
KOMPAS/DEFRI WERDIONO
BANJARMASIN, KOMPAS — Sejumlah korban selamat dalam kecelakaan Kapal Motor Penumpang Virgo Transport 8 di Laut Jawa telah dievakuasi ke Pelabuhan Trisakti di alur Sungai Barito, Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Pada Selasa (15/9/2026), sebanyak 22 orang dievakuasi dari KRI Nala ke Pelabuhan Trisakti.
Berdasarkan pantauan Kompas, saat tiba di Pelabuhan Trisakti, para korban itu rata-rata dalam kondisi lemas sehingga mesti dibawa menggunakan tandu ke ruang tunggu terminal pelabuhan yang disulap menjadi tempat medis sementara.
Satu per satu dari mereka kemudian diperiksa kondisi kesehatannya. Korban yang membutuhkan penanganan lebih lanjut langsung dibawa ke rumah sakit di Kota Banjarmasin.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2026/09/15/8965b589e3193e1453defa0d187dbbf1-20260915WER1.jpg)
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banjarmasin I Putu Sudayana mengatakan, dari KRI Nala, 22 penumpang selamat itu dievakuasi menggunakan kapal Rigit Inflatable Boat (RBB) Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Banjarmasin ke Pelabuhan Trisakti. Mereka diangkut dalam dua giliran, masing-masing mengangkut 16 orang dan 6 orang.
RBB Lanal Banjarmasin dimanfaatkan untuk memindahkan korban selamat karena KRI Nala tidak memungkinkan bersandar di Pelabuhan Trisakti karena besarnya ukuran kapal tersebut.
Putu menambahkan, terkait empat korban meninggal yang berada di atas kapal tunda DCP, ada dua helikopter yang menuju ke lokasi untuk melakukan evakuasi. Begitu sampai di Bandara Syamsudin Noor di Banjarbaru, keempat korban langsung dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Banjarmasin.
Menurut Putu, para penumpang selamat yang berada di KRI Nala itu sebenarnya akan dievakuasi pada Senin (14/9/2026). Namun, karena adanya gelombang tinggi serta kondisi malam hari, proses transfer penyintas dari KRI Nala ke RBB Lanal Banjarmasin belum bisa dilakukan saat itu.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2026/09/15/45cff9b5ed73fd0fd78ee4737e17c7b0-20260915WER.jpg)
Dengan tambahan 22 orang itu, hingga Selasa siang, jumlah penumpang selamat yang dievakuasi ke Pelabuhan Trisakti sebanyak 108 orang. Adapun korban meninggal enam orang.
Sementara itu, jumlah korban masih dalam pencarian sebanyak 129 orang. Secara keseluruhan, jumlah penumpang dan awak KMP Virgo Transport 8 sebanyak 243 orang.
Putu menambahkan, pada Selasa ini, area pencarian korban diperluas menjadi 4.600 mil laut dengan membagi area pencarian dalam enam sektor. Luas area pencarian ini naik dua kali lipat dibandingkan dengan sehari sebelumnya.
Pencarian dilakukan dengan melibatkan sejumlah kapal, seperti KRI Canopus, KRI Nala, KRI Gusti Ngurah Rai, KRI Pulau Fani, KN SAR Laksamana, KN Kunyit, dan KAL Kumai.
Terkait rencana penggunaan drone bawah air, Putu menyebut, hal itu akan disesuaikan dengan kondisi di lapangan. ”Tadi malam sudah dijelaskan bahwa kondisi cuaca yang tak bersahabat, maka digunakan pelayanan teknologi, drone bawah air, sonar, dan lain-lain. Itu semua diupayakan opsi-opsinya,” ujarnya.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2026/09/15/8c93e89aa6dadb66af0c67e5cdd3efb0-20260915WER2.jpg)
Sementara itu, sejumlah keluarga dan kerabat korban masih sabar menunggu kabar terbaru terkait nasib anggota keluarga mereka. Salah satu keluarga korban asal Flores, Nusa Tenggara Timur, FX Rato (46), mengaku masih mencari keberadaan salah satu kerabatnya bernama Winfidus.
Winfidus naik KMP Virgo Transport 8 bersama adiknya, Masianus. Sang adik telah ditemukan selamat, sedangkan sang kakak belum diketahui nasibnya.
”Mereka dari Surabaya dan Banjarmasin membawa mobil paket. Adik sudah ditemukan kemarin, sedangkan sang kakak belum,” ujar Rato yang sudah berada di tempat itu selama dua hari terakhir.
Begitu tahu kapal miring sekitar 80 derajat, saya langsung naik ke atas. Kapal itu cepat sekali turunnya. Lalu, saya melalui lambung kapal dan berusaha menjangkau sekoci dan lompat.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2026/09/15/9bfe9a2e65a286c4e06b34c4908df52a-20260915WER5.jpg)
Salah satu korban selamat, Ari (38), mengaku sedang tidur sebelum KMP Virgo Transport 8 terbalik pada Minggu (13/9/2026) dini hari. Saat mendengar teriakan mengenai kondisi kapal yang miring, Ari yang merupakan pengemudi truk dan beberapa penumpang lainnya langsung lari ke sisi belakang kapal.
”Saat itu saya tidur di ruangan sopir (truk). Begitu tahu kapal miring sekitar 80 derajat, saya langsung naik ke atas. Kapal itu cepat sekali turunnya. Lalu, saya melalui lambung kapal dan berusaha menjangkau sekoci dan lompat,” tuturnya.
Saat itu, kata Reza, banyak penumpang takut melompat ke sekoci karena kondisi ombak yang besar. Setelah berenang sesaat, Reza akhirnya bisa naik ke atas sekoci. ”Yang pertama naik ke sekoci kemungkinan saya, baru penumpang lain. Satu sekoci enam orang. Terus tidak tahu dibawa ke mana sama ombak sekocinya,” katanya.
Peristiwa itu diperkirakan terjadi pada Minggu sekitar pukul 01.00 Wita. Saat itu, kondisi kapal gelap. Lampu yang tadinya masih menyala di kapal langsung padam seiring terbaliknya badan kapal. Menurut Ari, saat itu juga tidak terdengar adanya alarm.
Penulis:
Defri WerdionoEditor:
Haris FirdausPenyelaras Bahasa:
Retma Wati