Helikopter diturunkan untuk mengevakuasi korban dan menurunkan logistik. Berpengalaman dalam misi tempur, kemampuan mereka diuji melayani korban bencana di Sumatera.
01 Des 2025 16:38 WIB · Sains & Teknologi
KOMPAS/KURNIA YUNITA RAHAYU
Pemerintah menerjunkan 28 helikopter dalam misi kemanusiaan di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Helikopter berjuluk si lumba-lumba hingga kucing padang rumput ikut berjibaku menurunkan logistik di daerah sulit.
Salah satu jenis helikopter yang bertugas adalah H225M Caracal milik TNI Angkatan Udara. Pada Minggu (30/11/2025), helikopter ini berangkat dari Bandara Sultan Iskandar Muda, Kabupaten Aceh Besar, Aceh. Dua unit helikopter tersebut membawa bantuan logistik ke Takengon dan Gayo Lues, Aceh.
Ada berbagai macam barang yang dibawa helikopter bernomor HT-7202 dan HT-7205 asal Skuadron Udara 8 Lapangan Udara Atang Sendjaja, Bogor, Jawa Barat, ini. Dari Lanud Sultan Iskandar Muda, Caracal membawa mi instan, berbagai bahan pokok, hingga genset untuk penyintas bencana.
”Selain menyalurkan logistik, Caracal juga ditugaskan menurunkan petugas PLN yang akan memperbaiki jaringan listrik di wilayah Bireuen,” kata Komandan Lanud Sultan Iskandar Muda Kolonel Nav Sudaryanto.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/06/18/9d3f94d1a565730e8d6a6acd64307d61-FullSizeRender.jpeg)
Ketangguhan H225M caracal singgah di daerah sulit tidak diragukan. Helikopter ini adalah yang tercanggih dari keluarga Super Puma atau Cougar militer buatan Airbus. Itu sejalan dengan nama Caracal yang disematkan kepadanya.
Caracal dikenal sebagai kucing padang rumput. Pendengaran mamalia ini menjadi salah satu yang terbaik di dunia.
Seperti ketangguhan Caracal di alam, helikopter ini punya daya tahan tinggi. Pesawat ini memiliki rangka utama struktural yang diperkuat dan dilengkapi roda pendaratan penyerap energi tinggi. Selain itu, tangki bahan bakarnya dapat menutup sendiri dan tahan benturan.
Caracal piawai di segala cuaca karena didukung kompatibilitas penglihatan malam. Daya jangkaunya hingga 700 mil laut atau sekitar 1.200 kilometer. Jarak itu dapat diperluas dengan kemampuan pengisian bahan bakar udara ke udara atau melayang di udara.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/12/01/c38c69e6f5584218e2afda63c891b7ab-WhatsApp_Image_2025_12_01_at_09.51.14_2_.jpeg)
Dengan ketangguhan itu, prestasi Caracal teruji di segala medan. Berdasarkan informasi di situs Airbus, helikopter itu disebut berpengalaman dalam pertempuran di Lebanon, Afghanistan, hingga mendukung operasi NATO di Libya.
Selain itu, H225M diandalkan sebagai bagian dari operasi penyelamatan hingga bencana alam. Selain Indonesia, Caracal dilibatkan dalam operasi penyelamatan di Brasil, Meksiko, dan Hongaria.
Selain Caracal, ada juga AS365 Dauphin. Dauphin adalah lumba-lumba dalam bahasa Perancis. Badan SAR Nasional (Basarnas) mengandalkan helikopter ini untuk pencarian korban hilang.
Ditempatkan di Sumatera Barat, AS365 atau diberi nomor HR 3604, kata Kepala Basarnas Mayor Jenderal Muchammad Syafii, diturunkan untuk memantau permukiman terlanda bencana hingga pencarian korban di daerah sulit.
Menjadi pionir yang hadir di bencana Sumatera, ketangguhannya diuji saat mencari korban di bawah guyuran hujan deras. Helikopter dengan 10 penumpang dan mampu mengangkut beban seberat 900 kilogram itu jelas mempunyai jasa mengevakuasi korban tewas atau selamat.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/12/01/b099e72931989d6fcd3262608b379d76-antarafoto_basarnas_evakuasi_korban_dari_solok_1764574806.jpg)
Di dunia, AS365 memang populer untuk misi penyelamatan. Banyak penjaga pantai di berbagai negara menggunakan jasa helikopter buatan Airbus itu.
Bukan tanpa alasan helikopter ini diandalkan dalam misi penyelamatan. ”Si lumba-lumba” ini mampu terbang di lingkungan panas ataupun lembab.
Helikopter ini dilengkapi hoist atau alat untuk menarik atau mengevakuasi korban pada sisi pintu kanan. Selain itu, helikopter ini juga memiliki sistem otopilot yang mumpuni. Fokusnya pada ketinggian, bukan kecepatan.
Selain menyalurkan logistik, Caracal juga ditugaskan menurunkan petugas PLN yang akan memperbaiki jaringan listrik di wilayah Bireuen.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2025/12/01/557f65b5-4385-43eb-afa2-46a9949a8d55.jpg)
Tidak ketinggalan juga helikopter AS565MBE Panther. Pada Minggu, helikopter milik TNI Angkatan Laut ini menurunkan batuan di Sipange, Tapanuli Tengah, Sumatera Utara.
Daerah di pegunungan ini sulit dijangkau karena aksesnya rusak dihajar banjir bandang dan tertutup material longsor. Helikopter ini juga bertugas menurunkan logistik untuk daerah sulit dijangkau di Sibolga.
Panther tenar di dunia sebagai salah satu helikopter anti-kapal selam (AKS) tercanggih, stabil di atas laut dangkal dan dalam.
Namun, Panther juga berkemampuan multiperan. Bisa mengangkut 10 personel hingga beban 1.600 kg menggunakan sling, Panther mampu melaksanakan berbagai misi, seperti pencarian dan penyelamatan (SAR) tempur, pengawalan, bahkan penerbangan VIP.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2020/09/17/ad5beb81-0df8-4402-95ab-e4a33a3a1900.jpg)
TNI AD juga mengerahkan dua helikopter ke Sumatera, Jumat (28/11/2025). Kedua helikopter itu adalah Mi-17 dengan 12 personel serta 8 personel untuk Bell 412.
Mi-17 diawaki Letnan Satu Dany dan tiga penerbang lain bersama 10 kru, sedangkan Bell 412 dipimpin Mayor Henryko serta tiga penerbang lain, dengan empat kru.
Helikopter ini akan digunakan untuk pengiriman logistik, evakuasi, dan operasi udara lainnya dalam rangka penanganan bencana di berbagai wilayah Sumatera.
Keluarga helikopter Mi-17 tercatat sebagai heli militer yang paling banyak dipakai oleh kontingen pasukan penjaga perdamaian PBB. Mulai dari Benua Afrika, Eropa, hingga Timur Tengah. Mi-17 bisa mengangkut penumpang hingga 30 orang, dengan daya angkut beban maksimalnya sekitar 2 ton.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2020/03/31/20200331dhf09_1585654810.jpg)
Sementara Bell 412 tidak diragukan lagi menjadi salah satu yang populer. Punya kapasitas angkut 14 orang, helikopter ini juga diandalkan dalam berbagai misi kemanusiaan. Bell 412 banyak terlibat dalam misi pemadaman kebakaran.
Dalam informasi di situs resminya, teknologi di ekor helikopter itu diklaim bisa memberi daya angkat tambahan yang stabil dan kuat. Bahkan, akselerasinya tak berubah meski terjadi angin buritan dalam kecepatan tinggi atau dalam koneksi panas sekalipun.
Dengan segala keunggulannya, helikopter-helikopter itu terbang dan mendarat di daerah sulit. Mereka yang terdampak dicari dan dievakuasi. Bantuan yang dibutuhkan diterjunkan atau disalurkan di daerah rawan.
Penulis:
Cornelius Helmy HerlambangEditor:
Haris FirdausPenyelaras Bahasa:
FX Sukoto