FIFA batalkan rencana format Piala Dunia U-17 2025 dengan mini-turnamen. Penentuan ”bracket” fase gugur didasari performa tim di babak penyisihan.
14 Apr 2025 14:49 WIB · Olahraga
Mesir dan Uganda, dua wakil asal Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF), melengkapi komposisi susunan 48 tim kontestan Piala Dunia U-17 2025. Mereka meraih tiket terakhir ke pentas dunia yunior setelah memenangi laga playoff Piala Afrika U-17 2025, Sabtu (12/4/2025).
Piala Dunia U-17 2025 akan menjadi debut bagi format anyar turnamen itu. Sejak dimulai pada 1985, turnamen digelar dwitahunan. Namun, mulai tahun ini, turnamen akan dilangsungkan setiap tahun.
Qatar telah dipastikan menjadi tuan rumah bagi lima edisi beruntun dengan format baru berisi 48 negara. Sebelumnya, Piala Dunia U-17 diikuti hanya 24 tim. Remaja berusia 16-17 tahun akan mendapat kesempatan mengetuk dunia sepak bola profesional dari Qatar pada 2025 hingga 2029.
Kehadiran format baru tentu juga membawa FIFA menyajikan sejumlah penyesuaian. FIFA awalnya menginisiasi adanya format turnamen baru yang unik dengan membagi 48 tim ke dalam tiga mini-turnamen. Namun, gagasan itu diurungkan pada Maret 2025.
Berikut Kompas sajikan sejumlah penyegaran yang akan tersaji di Piala Dunia U-17 2025. Sekaligus bisa menggambarkan peluang tim U-17 Indonesia asuhan Nova Arianto di Qatar pada turnamen yang digelar 3 hingga 27 November 2025 itu.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/04/13/c27f15679d1311dda061d7c874bb69a8-IMG_0039.jpeg)
Babak kualifikasi digelar melalui turnamen level konfederasi, baik yang berupa kejuaraan maupun murni turnamen kualifikasi. Konfederasi Sepak Bola Oceania (OFC) merupakan zona yang paling awal memastikan duta di Piala Dunia U-17 2025. Mereka telah menggelar Kejuaraan OFC U-16 pada Agustus 2024.
Kemudian, disusul oleh Concacaf (Konfederasi Sepak Bola Amerika Utara dan Tengah) yang menyelenggarakan kualifikasi Piala Dunia U-17 pada Februari 2024. UEFA memastikan duta di Piala Dunia U-17 2025 melalui babak kualifikasi.
Selanjutnya, pada periode April 2024, Amerika Selatan (Conmebol), Afrika (CAF), dan Asia (AFC) menggelar kejuaraan yang mencari tim remaja terbaik sekaligus memperebutkan tiket ke Qatar 2025.
Asia (8 tim kualifikasi dan 1 tim tuan rumah)
Qatar (tuan rumah), Arab Saudi, Uzbekistan, Indonesia, Korea Selatan, Jepang, Uni Emirat Arab, Korea Utara, dan Tajikistan
Eropa (11 tim)
Belgia, Inggris, Austria, Kroasia, Ceko, Perancis, Jerman, Italia, Portugal, Republik Irlandia, dan Swiss
Amerika Selatan (7 tim)
Brasil, Chile, Kolombia, Venezuela, Argentina, Paraguay, dan Bolivia
Afrika (10 tim)
Burkina Faso, Mali, Maroko, Afrika Selatan, Zambia, Pantai Gading, Senegal, Tunisia, Mesir, dan Uganda
Amerika Utara dan Tengah (8 tim)
El Salvador, Honduras, Panama, Amerika Serikat, Kanada, Kosta Rika, Haiti, dan Meksiko
Oceania (3 tim)
Fiji, Selandia Baru, dan Kaledonia Baru
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/04/11/ce24b91848af6a317ef02b474bdb5eff-IMG_0036.jpeg)
Awalnya, Rapat FIFA 2024 memutuskan Qatar sebagai tuan rumah Piala Asia U-17 dalam lima edisi beruntun serta mengumumkan format unik yang dimulai pada edisi 2025 demi mengakomodasi penambahan 100 persen kontestan dari 24 menjadi 48 tim.
Dalam format semula, 48 tim dibagi ke dalam tiga mini-turnamen, yang berisi masing-masing 16 tim. Sebanyak 16 tim itu akan dibagi ke dalam empat grup yang terdiri atas empat tim. Juara dan runner-up grup akan bersaing dalam perempat final, lalu berlanjut ke semifinal dan final mini-turnamen.
Selanjutnya, tiga tim juara mini-turnamen plus satu finalis terbaik akan melanjutkan perjalanan ke babak semifinal besar untuk memperebutkan trofi juara. Final empat (final four) tim itu akan menyajikan laga semifinal serta gim final dan perebutan tempat ketiga. Jadi, empat tim terbaik akan menjalani dua pertandingan pamungkas.
Dengan format itu, tim yang menembus final empat akan menjalani delapan pertandingan. Adapun tim yang gugur di babak penyisihan memainkan tiga laga. Secara total, dengan format mini-turnamen, Piala Dunia U-17 2024 menyajikan 78 pertandingan.
Namun, format yang telah diumumkan itu diubah oleh FIFA. Dalam publikasi ”Regulasi Piala Dunia U-17 Qatar 2025-2029” tertanggal 5 Maret 2025, tidak ada mini-turnamen. Sebanyak 48 tim akan dibagi ke dalam 12 grup—Grup A sampai Grup L—setiap grup terdiri atas empat tim.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/04/13/ec630ee01467d47729647b8013052336-IMG_0038.jpeg)
Babak gugur akan dimulai dengan 32 besar, lalu dilanjutkan babak 16 besar, perempat final, semifinal, perebutan tempat ketiga, dan final.
Itu berarti, selain dua tim teratas yang lolos dari fase grup, terdapat jatah delapan tim peringkat ketiga terbaik yang juga berpeluang tampil di babak 32 besar.
Kondisi itu jelas membuka kesempatan Indonesia untuk lolos dari babak penyisihan dibandingkan jika FIFA tetap menginginkan format mini-turnamen seperti sebelumnya. Tentu, itu akan menyajikan kans ”Garuda Muda” menuliskan tinta emas baru dalam sejarah sepak bola Indonesia.
Berkat format baru, kuantitas pertandingan membengkak. FIFA bakal menyelenggarakan 104 pertandingan pada setiap edisi Piala Dunia U-17 mulai 2025 hingga 2029. Meski begitu, FIFA memastikan setiap tim memiliki waktu istirahat antarlaga minimal 48 jam.
Satu hal yang mencolok dari perbedaan dua format itu adalah ketersediaan kualitas pertandingan yang lebih setara karena tim-tim besar bisa saling berjumpa di babak awal. Adapun dengan format mini-turnamen, tim-tim yang punya tradisi sepak bola bagus akan terpisah di tiap zona mini-turnamen.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/04/11/8a688b84c3fdfdd2e9d70706f8664ed5-WhatsApp_Image_2025_04_11_at_14.04.05.jpeg)
FIFA menentukan grup berdasarkan perhitungan poin yang didasari performa tim pada lima edisi Piala Dunia U-17 sebelumnya. Dengan penentuan ini, Jerman, Perancis, Mali, Jepang, Brasil, dan Argentina merupakan tim-tim yang bakal mengisi pot pertama pada undian babak penyisihan. Qatar, tim tuan rumah, juga bakal mengisi pot pertama.
Adapun Indonesia akan mengisi pot keempat. Jika membandingkan delapan wakil Asia lainnya, Garuda Muda adalah tim dengan tradisi paling tidak cemerlang di ajang Piala Dunia U-17. Indonesia baru tampil pada edisi 2023.
Delapan tim lain asal Asia pernah lolos ke fase gugur Piala Dunia U-17. Bahkan, Arab Saudi yang mengakhiri penantian tampil di turnamen dunia yunior itu sejak 1989 pernah merasakan gelar juara.
Selain itu, FIFA memastikan tidak ada tim dari asal konfederasi yang sama masuk ke dalam satu grup. Dengan kondisi itu, 11 tim dari Eropa akan mengisi di 11 grup berbeda. Alhasil, hanya satu grup yang tidak menyertakan duta Eropa.
Terdapat aturan berbeda yang diperkenalkan FIFA pada fase gugur Piala Dunia U-17 2025. Alih-alih bracket fase gugur yang dimulai babak 32 besar ditentukan dari alur grup, laga fase gugur Piala Dunia U-17 mulai edisi 2025 ditentukan performa tim di babak penyisihan.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/04/11/a6a07dc8b5a548107cafd777206468ed-WhatsApp_Image_2025_04_11_at_14.04.06_3.jpeg)
Performa tim di babak penyisihan akan sangat menentukan karena bakal menguntungkan mereka untuk mendapat lawan lebih mudah pada babak 32 besar dan seterusnya. FIFA akan menerapkan peringkat untuk 12 tim juara grup, lalu peringkat juga dilakukan untuk 12 tim peringkat kedua.
Jadi, pembuatan simulasi peringkat itu tidak hanya berlaku untuk penentuan delapan tim peringkat ketiga terbaik. Penentuan peringkat itu dilakukan melalui empat kriteria utama, yakni perolehan poin, selisih gol, produktivitas gol, serta nilai kedisiplinan yang dipengaruhi koleksi kartu kuning dan kartu merah.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/04/14/523c75a77ad889f61d2ac6abe476fc2f-IMG_1350.jpg)
Satu hal lagi di babak fase gugur, FIFA tidak memberlakukan babak tambahan waktu. Walakin, ketika laga berakhir imbang selama 90 menit, penentuan pemenang langsung dijalani melalui babak adu penalti.
Pemain yang didaftarkan tim lahir dalam kurun waktu 1 Januari 2008 hingga 31 Desember 2010. Jadi, pemain termuda setiap tim harus sudah berusia 15 tahun dan pemain tertua berusia maksimal 17 tahun dalam tahun kalender ketika turnamen digelar.
Setiap peserta wajib mengirimkan kepada FIFA daftar skuad sementara yang berjumlah minimal 35 pemain dan maksimal 55 pemain. Dalam 14 hari sebelum gim pertama, setiap tim sudah memberikan daftar 21 pemain final yang akan bertanding di Piala Dunia U-17 2024. Dari 21 pemain itu, tiga pemain wajib berposisi sebagai penjaga gawang.
Pergantian pemain dari daftar final hanya diperbolehkan dengan alasan cedera serius. Pergantian bisa dilakukan maksimal 24 jam sebelum pertandingan pertama dari tim yang bersangkutan. Pemain pengganti harus berasal dari daftar pemain sementara.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/04/05/88dd5a86b070d07c0676cf727cd480cf-IMG_20250405_WA0001.jpg)
Khusus untuk kiper yang menderita cedera parah, tim bisa melakukan pergantian di tengah berlangsungnya turnamen. Kiper pengganti itu juga harus yang sudah dimasukkan dalam daftar pemain sementara.
Selain itu, FIFA juga memberikan jatah kepada setiap tim untuk mendaftarkan maksimal 15 ofisial tim yang meliputi pelatih kepala, para pelatih, anggota staf tim, dan manajer.
Bagi tiga tim terbaik yang akan meraih medali emas (juara), medali perak (runner-up), dan medali perunggu (peringkat ketiga), FIFA menyediakan 36 medali per tim. Jumlah itu akan diserahkan kepada 21 pemain dan 15 ofisial tim sesuai yang terdaftar sebelum turnamen berlangsung.
Penulis:
Muhammad Ikhsan MaharEditor:
Emilius Caesar AlexeyPenyelaras Bahasa:
Nanik Dwiastuti