Ademola Lookman menegaskan dirinya sebagai penentu pada laga-laga besar. Golnya ke gawang Barcelona mengantarkan Atletico Madrid ke semifinal Liga Champions.
15 Apr 2026 15:53 WIB · Olahraga
AFP/Oscar Del Pozo
Ademola Lookman sekali lagi menjadi penentu bagi timnya di laga besar. Kali ini, gol pemain sayap Nigeria itu mengantarkan Atletico Madrid ke semifinal Liga Champions Eropa untuk pertama kali sejak 2017, yaitu dengan menyingkirkan Barcelona. Lookman memiliki aura berbeda di laga-laga krusial karena dia berulang kali menjadi penentu di momen kritis.
Lookman sudah menunjukkan kemampuannya sebagai pembeda saat membela tim nasional usia muda Inggris. Dalam Piala Dunia U-20 2017, dia berperan besar di babak gugur dengan mencetak tiga gol yang memuluskan Inggris ke final.
Dua gol dia cetak ke gawang Kostarika di babak 16 besar dan satu gol lainnya ke gawang Italia di laga semifinal. Lookman berperan besar mengantar Inggris juara Piala Dunia U-20 di Korea Selatan itu.
Namun, di awal karier profesionalnya, Lookman tidak menemui jalan mudah. Dia mencapai level senior pada 2015 saat bergabung dengan klub Divisi Championship Inggris, Charlton Athletic. Lookman tampil solid dan mencetak gol perdananya pada laga kelima.
Dalam dua musim, dia tampil 45 kali dan mencetak 10 gol. Performanya pun dilirik klub-klub Liga Primer. Dia pun bergabung dengan Everton pada 2017.
”Kami mengharapkan banyak dari anak muda ini. Saya pikir dia adalah salah satu pemain yang bisa mencapai level tinggi jika dia berkembang dengan baik dan terus meningkatkan kemampuannya,” ujar manajer Everton kala itu, Ronald Koeman, dikutip BBC.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/04/15/b09076ce809ecd4936555ae85e594219-wires_photo.jpg)
Lookman memiliki potensi besar, tetapi belum cukup untuk menjadi pilihan utama pelatih. Dia kemudian dipinjamkan ke klub Bundesliga, RB Leipzig, pada 2018 dan dikontrak pada musim berikutnya. Namun, kemudian terjadi pandemi Covid-19 sehingga dia tidak bisa menunjukkan potensinya.
Dia pun dipinjamkan ke Fulham (2020-2021) dan Leicester City (2021-2022). Meskipun jarang dimainkan, Lookman terus berlatih dengan motivasi tinggi. ”Dia akan berada di lapangan dengan sekantong bola, berlatih tendangan hingga lama setelah para pemain lain masuk (ruang ganti), melatih kaki kanannya, kaki kirinya,” ujar Manajer Leicester Brendan Rodgers.
Lookman akhirnya menemukan jalan ke panggung sepak bola elite bersama klub Liga Italia, Atalanta, 2022-2026. Momen paling epik adalah saat dia mencetak tiga gol ke gawang Bayer Leverkusen di final Liga Europa 2024 dan mengantar Atalanta meraih gelar pertama di kompetisi Eropa.
Momen seperti hari ini sangat sulit, tetapi kami tetap bersama dan meraih hasil yang kami inginkan di akhir. (Ademola Lookman)
Di level tim nasional bersama Nigeria, yang dia bela sejak 2021, Lookman menjadi motor skud ”Elang Super” mencapai final Piala Afrika 2023. Nigeria menjadi runner-up karena kalah 1-2 dari Pantai Gading di final.
Lookman pun menjadi salah satu dalam kandidat Ballon d’Or, tetapi finis di posisi ke-14. Namun, dia menjadi pemain terbaik Afrika 2024. ”Kepada generasi muda Afrika, saya katakan: ’Jangan pernah menyerah. Ubah penderitaan menjadi kekuatan,’” pesan Lookman dalam pidato penghargaan pemain terbaik Afrika 2024 di Marrakesh, Maroko.
”Jangan biarkan kegagalan menghentikan mimpi Anda,” ujar Lookman.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/08/04/d0ee185d942b3e817242d7a5685f5a33-cropped_image.jpg)
Jalan panjang dan berliku, yang ditempuh sejak belia, menempa mental petarung dan semangat pantang menyerah pada dirinya. Dia selalu berjuang hingga akhir, berpikir positif, dan memberikan semuanya.
Mentalitas itu dia tunjukan saat Atletico dalam situasi kritis, yaitu ketika Barcelona memimpin 2-0 hanya dalam 24 menit awal laga kedua perempat final Liga Champions di Stadion Metropolitano, Madrid, Rabu (15/4/2026) dini hari WIB.
Dua gol Barca yang dicetak Lamine Yamal dan Ferran Torres itu menyamakan agregat gol 2-2. Atletico pun dalam situasi sulit karena Barcelona bermain sangat cepat dan efisien di awal babak pertama. Lengah sedikit saja, tiket ke semifinal akan melayang.
Namun, dalam situasi kritis itu, Lookman menuntaskan serangan Atletico yang bermula dari visi jernih Antoine Griezmann yang melepaskan umpan ke Marcos Llorente yang menusuk sisi kiri pertahanan Barca.
Momen serangan balik ini menguak titik lemah pertahanan Barcelona yang menyisakan ruang besar di belakang. Ruang itulah yang dieksploitasi oleh Atletico melalui harmoni pergerakan pemain.
Lookman—yang brilian dalam pergerakan vertikal—menusuk ke sisi kanan pertahahan Barca, memenangi sprint dengan bek Jules Kounde. Lalu, sentuhan sisi dalam kaki kanannya memantulkan bola umpan mendatar Llorente ke gawang Barca yang gagal ditepis kiper Joan Garcia.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/04/15/4658c8ee7e9620ebb1226cb957490650-Screenshot_2026_04_15_12_15_39_308_com.android.chrome.jpg)
Gol pada menit ke-31 itu mengobarkan motivasi ”Los Rojiblancos”. Mereka pun berjuang mati-matian menahan serangan bertubi-tubi Yamal dan kawan-kawan. Perjuangan skuad Los Rojiblancos itu mencerminkan mentalitas pelatihnya, Diego Simeone, yang saat masih bermain terkenal gigih, agresif, dan berani duel.
Hasilnya, Atletico melaju ke semifinal dengan keunggulan agregat gol 3-2 atas Barcelona. ”En la vida, hay que creer” merupakan semboyan Simeone. Artinya, ”dalam hidup, Anda harus yakin”.
Semboyan itu mengalir dalam nadi Atletico yang sudah dilatih Simeone selama 14 tahun. Semboyan itu membentuk mentalitas di mana pemain baru pun terbawa arusnya. Lookman, yang baru bergabung Atletico pada Oktober 2025 setelah memberontak di Atalanta, langsung beresonansi dengan filosofi permainan Atletico.
Dia kembali bermain seperti dirinya yang dulu, agresif, cepat, jitu membaca alur permainan, dan menjadi penentu di laga-laga besar.
”Tertinggal 0-2 (sangat berat). Pertandingan ini seperti dua babak yang kontras. Kami tetap bertahan, berjuang keras. Kami tidak menang malam ini, tetapi kami lolos ke semifinal,” ujar Lookman kepada TNT Sport.
”Momen seperti hari ini sangat sulit, tetapi kami tetap bersama dan meraih hasil yang kami inginkan di akhir,” ujar Lookman.
Di laga semifinal, Atletico akan melawan pemenang laga antara Arsenal dan Sporting CP.
Penulis:
Agung SetyahadiEditor:
Yulvianus HarjonoPenyelaras Bahasa:
Hibar Himawan