Akankah Trump Membuktikan Ancamannya ke Iran?

Sebanyak 36 pengunjuk rasa kembali tewas di Iran.

07 Jan 2026 13:24 WIB · Internasional

AP / Alex Brandon

Oleh Ignatius Danu Kusworo

Foto yang diambil pada 6 Januari 2026 dari sebuah video menunjukkan ratusan orang berkumpul di bazar Teheran. Mereka dimotori oleh para pedagang yang mengeluhkan turunnya daya beli masyarakat karena meningkatnya biaya hidup di Iran.

Unjuk rasa serupa sebelumnya terjadi pada 28 Desember 2025. Tak lama, aksi ini membesar dan menyebar di banyak kota di Iran, terutama di daerah yang mayoritas penduduknya kelompok minoritas Kurdi dan Lor. 

Para pengunjuk rasa berbaris di pusat kota Teheran, Iran, Senin, 29 Desember 2025.

Aksi ini menjadi aksi protes terbesar dalam tiga tahun terakhir sejak kematian Mahsa Jina Amini yang tewas dalam tahanan polisi. Ia ditangkap oleh polisi moral karena tidak mengenakan jilbab dengan benar. Kepala Bank Sentral Mohamad Reza Farzin mengundurkan diri karena mata uang negara itu anjlok ke titik terendah sepanjang sejarah terhadap dolar AS.

Ribuan warga segera bergabung dengan pedagang dan menyuarakan kritik terhadap pemerintah dan otoritas ulama. Sedikitnya 12 orang tewas, termasuk anggota pasukan keamanan dalam kejadian ini. Ratusan lainnya telah ditahan dan diancam dengan hukuman yang berat. Aksi mendukung unjuk rasa juga terjadi di Paris dan London.

Seorang penjual ikan menunggu pelanggan di bazar utama tua di kota utara Rasht, Iran, 26 Desember 2025.
Seorang penjual menunggu pelanggan di pasar tradisional di kota pelabuhan Bandar Anzali di pantai selatan Laut Kaspia, Iran, pada 25 Desember 2025.
Seorang penjual menunggu pelanggan di pasar jalanan di kota pelabuhan Bandar Anzali di pantai selatan Laut Kaspia, Iran, pada 25 Desember 2025.
Seorang penjual berbicara dengan pelanggan di pasar tradisional di kota pelabuhan Bandar Anzali di pantai selatan Laut Kaspia, Iran, pada 25 Desember 2025.
Seorang pria mengendarai sepeda di depan toko-toko yang tutup selama protes di bazar utama Teheran yang berusia berabad-abad, Iran, Selasa (6/1/2026).i

Presiden Amerika Serikat Donald Trump bahkan mengancam Iran jika lebih banyak demonstran meninggal. Ini dikatakan Trump di atas pesawat Air Force One sehari setelah operasi AS untuk menangkap sekutu Iran, Presiden Venezuela Nicolas Maduro. 

”Kami mengawasinya dengan sangat cermat. Jika mereka mulai membunuh orang seperti yang telah mereka lakukan di masa lalu, saya pikir mereka akan mendapat balasan yang sangat keras dari Amerika Serikat,” kata Trump kepada wartawan. 

Orang-orang berjalan saat toko-toko tutup selama protes di pasar utama Teheran yang berusia berabad-abad, Iran, Selasa (6/1/2026).

Memasuki tahun 2026, gelombang unjuk rasa terus terjadi dan makin membesar. Para pengunjuk rasa yang marah atas perekonomian Iran yang terus terpuruk melakukan aksi duduk pada Selasa (6/1/2026) di Grand Bazaar Teheran. Pasukan keamanan akhirnya menembakkan gas air mata dan membubarkan ribuan demonstran.

Grand Bazaar telah lama menjadi jantung ekonomi dan politik Iran selama berabad-abad. Sedikitnya 36 orang tewas dan polisi menahan 2.000 orang. Presiden Iran Masoud Pezeshkian memerintahkan penyelidikan atas insiden ini. 

Pezeshkian menugaskan kementerian dalam negeri untuk membentuk tim khusus guna melakukan ”investigasi menyeluruh” atas apa yang telah terjadi di Provinsi Ilam. Banyak pengunjuk rasa di Kabupaten Malekshahi di Provinsi Ilam, sekitar 515 kilometer barat daya ibu kota Teheran, tewas. Rekaman video yang diduga pasukan keamanan sedang menembaki warga sipil beredar di media sosial.

Suasana ini diambil pada 6 Januari 2026, dari gambar UGC yang diposting di media sosial pada hari yang sama menunjukkan orang-orang berkumpul di Bazaar Teheran selama bentrokan antara pasukan keamanan dan pengunjuk rasa. Republik Islam Iran menghadapi gelombang protes paling serius sejak demonstrasi nasional 2022-2023 yang dipicu oleh kematian dalam tahanan Mahsa Amini, yang telah ditangkap karena diduga melanggar aturan berpakaian ketat untuk wanita.
Perebutan ini diambil pada 6 Januari 2026, dari gambar UGC yang diposting di media sosial pada hari yang sama menunjukkan para pengunjuk rasa bentrok dengan pasukan keamanan Iran di pasar Teheran. Pasukan keamanan Iran menembakkan gas air mata pada 6 Januari untuk membubarkan para pengunjuk rasa di pasar Teheran yang meneriakkan slogan-slogan menentang otoritas ulama.
Suasana ini diambil pada 6 Januari 2026, dari gambar UGC yang diposting di media sosial pada hari yang sama menunjukkan para pengunjuk rasa bentrok dengan pasukan keamanan Iran di pasar Teheran. Iran menghadapi gelombang protes paling serius sejak demonstrasi nasional 2022-2023 yang dipicu oleh kematian dalam tahanan Mahsa Amini.
Para pengunjuk rasa berbaris di pusat kota Teheran, Iran, Senin, 29 Desember 2025.

Meningkatnya jumlah korban jiwa membawa serta kemungkinan intervensi Amerika. Pada Jumat, Presiden Trump memperingatkan jika Teheran membunuh demonstran damai secara brutal, Amerika Serikat akan datang untuk menyelamatkan mereka.

Akankah Trump membuktikan ancamannya kepada Iran? (AP/AFP/REUTERS)


Kerabat Kerja

Penulis:

Ignatius Danu Kusworo
 | 

Editor:

Iwan Setiyawan
 | 

Penyelaras Bahasa:

Nur Adji