Apa yang bisa Anda pelajari dari artikel berikut ini?
- Tumbangkan raksasa Eropa, Al Hilal kejutkan dunia
- Bagaimana Fluminense menciptakan keajaiban lawan Inter Milan?
- Bagaimana nasib klub-klub raksasa Eropa lainnya?
- Bagaimana peta persaingan di babak delapan besar?
Tumbangkan raksasa Eropa, Al Hilal kejutkan dunia
Kejutan besar mewarnai Piala Dunia Antarklub setelah Al Hilal menaklukkan raksasa Eropa, Manchester City, 4-3, Selasa (1/7/2025) pagi WIB, untuk melaju ke babak delapan besar. Itu adalah kejutan kedua yang diciptakan klub Arab Saudi itu sepanjang turnamen.
Pada babak penyisihan grup, Al Hilal berhasil menahan imbang raksasa Eropa lainnya, Real Madrid, dengan skor 1-1. Hasil itu menegaskan bahwa dengan mendatangkan pemain-pemain bintang, klub-klub dari benua lain bisa bersaing dengan klub-klub Eropa.
Bagi Al Hilal, kemenangan atas City juga menjadi semacam penebusan bagi Pelatih Simone Inzaghi. Dua kali gagal menaklukkan City dan Pep Guardiola bersama Inter Milan, Inzaghi memetik pelajaran penting dari duel di Liga Champions Eropa.
Inzaghi menebus rasa penasarannya untuk membantu Al Hilal menyingkirkan City pada babak 16 besar. Al Hilal mengukuhkan diri sebagai satu-satunya wakil Asia yang melaju ke perempat final Piala Dunia Antarklub.
Empat gol yang diciptakan Al Hilal membuktikan Inzaghi menyempurnakan kekurangan Inter dalam dua laga kontra City pada final Liga Champions musim 2022-2023 dan fase grup musim 2024-2025. Kala itu, Inter kalah 0-1 pada laga puncak di Istanbul, Turki, lalu menahan City imbang tanpa gol di Stadion Etihad, Manchester.
Dikejutkan oleh gol Bernardo Silva ketika laga baru berjalan sembilan menit, Al Hilal mencetak dua gol balasan pada awal babak kedua melalui sontekan Marcos Leonardo pada menit ke-46, kemudian Malcom menghukum City melalui fast-break atau serangan balik cepat untuk membalas peluang sepak pojok City di menit ke-52.
Balasan City melalui tembakan Erling Haaland melalui kemelut pada tiga menit berselang memaksa laga dilanjutkan ke babak perpanjangan waktu. Al Hilal menambah dua gol melalui Kalidou Koulibaly pada menit ke-94 dan Leonardo menit ke-112. Sementara ”The Citizens” hanya menghasilkan satu gol balasan melalui Phil Foden pada menit ke-104.
Bagaimana Fluminense menciptakan keajaiban lawan Inter Milan?
Keajaiban lain diciptakan Fluminense yang menyingkirkan Inter Milan. Keberhasilan klub asal Brasil itu tak lepas dari kepandaian mereka memanfaatkan kegagapan skuad Inter terhadap perubahan taktik yang diterapkan pelatih baru, Christian Chivu.
Di bawah asuhan Chivu, Inter menggunakan materi pemain dan formasi sama. Namun, pendekatan taktiknya sangat berbeda dari pelatih sebelumnya, Simone Inzaghi.
Walaupun kalah jauh dalam kualitas skuad, Fluminense menumbangkan Inter lewat kemenangan 2-0 di Stadion Bank of America, Charlotte, Selasa (1/7/2025) dini hari WIB. Saking istimewa kemenangan itu, bek legendaris Thiago Silva sampai berlutut dan menadahkan dua tangan ke arah langit setelah peluit panjang.
Silva telah memenangkan banyak trofi bergengsi sepanjang kariernya, tetapi tetap emosional karena hasil itu mematahkan perkiraan di atas kertas. Skuad Fluminense berselebrasi seakan sudah menjuarai turnamen.
Mereka membentuk lingkaran di tengah lapangan, mengelilingi bendera klub. Silva dan rekan-rekan berdoa bersama untuk hasil indah itu, lalu saling merangkul dan melompat-lompat penuh sukacita.
Bagaimana nasib klub-klub raksasa Eropa lainnya?
Berbeda dengan Manchester City dan Inter Milan yang menghadapi klub dari luar Eropa, dua raksasa lain, Juventus dan Real Madrid, harus saling berjumpa. Pertemuan itu dimenangi oleh Real dengan skor 1-0.
Gol itu dicetak oleh Gonzalo Garcia melalui sundulan mematikan pada laga Rabu (2/7/2025) WIB, di Stadion Hard Rock, Miami, Florida, Amerika Serikat. Ia mencetak gol kemenangan Real pada menit ke-54.
Sundulan itu menjadikan Garcia satu-satunya pemain Real yang mampu menaklukkan kiper Juve, Michele Di Gregorio. Penjaga gawang asal Italia itu tampil gemilang dengan menciptakan 10 penyelamatan.
Kemenangan juga ditorehkan oleh juara Liga Champions, Paris Saint-Germain, Bayern Muenchen, Chelsea, dan Borussia Dortmund. Pada babak 16 besar, PSG mengalahkan klub tuan rumah Inter Miami, 4-0, Bayern menang 4-2 atas Flamengo, dan Chelesea menang 4-1 atas Benfica, dan Dortmund menyingkirkan Monterrey, 2-1.
Bagaimana peta persaingan di babak delapan besar?
Delapan tim terbaik tersisa di Piala Dunia Antarklub 2025. Tiga unggulan teratas, yaitu Paris Saint-Germain, Bayern Muenchen, dan Real Madrid, akan saling mengalahkan demi satu tiket final. Salah satu dari tiga tim itu berpeluang menghadapi klub non-Eropa yang sangat berambisi menyajikan kejutan.
PSG, penguasa Liga Champions Eropa musim 2024-2025, akan menantang Bayern yang mulai menemukan sentuhan juara di bawah asuhan Vincent Kompany. Duel kedua tim pada Sabtu (5/7/2025) pukul 23.00 WIB di Stadion Mercedes-Benz, Atlanta, tersaji demi menentukan satu tim berlaga pada babak semifinal.
Dari empat pertarungan di babak perempat final, pertemuan PSG dan Bayern, sang kampiun di liga masing-masing musim ini, paling layak disebut final dini. Secara materi skuad, kedua tim sangat berimbang.
Perjalanan mereka di Piala Dunia Antarklub 2025 membuat kedua tim pantas disematkan status unggulan. PSG masih menjadi tim dengan pertahanan terbaik. Hanya Botafogo yang bisa mencetak sebuah gol ke gawang anak asuhan Luis Enrique.
Empat tim yang sudah dihadapi ”Les Parisiens”, tiga tim saja yang mampu membuat kiper, Gianluigi Donnarumma, menciptakan penyelamatan. Atletico Madrid, Botafogo, dan Inter Miami yang mampu menguji kiper tim nasional Italia itu.
Pertahanan yang kokoh itu tidak lepas dari permainan ofensif sekaligus agresif Vitinha dan kawan-kawan. Koleksi 72 persen penguasaan bola per laga membuktikan PSG tidak pernah membuat lawan memiliki waktu lama untuk mengontrol bola.
Apa yang bisa Anda pelajari dari artikel berikut ini?
- Tumbangkan raksasa Eropa, Al Hilal kejutkan dunia
- Bagaimana Fluminense menciptakan keajaiban lawan Inter Milan?
- Bagaimana nasib klub-klub raksasa Eropa lainnya?
- Bagaimana peta persaingan di babak delapan besar?
Tumbangkan raksasa Eropa, Al Hilal kejutkan dunia
Kejutan besar mewarnai Piala Dunia Antarklub setelah Al Hilal menaklukkan raksasa Eropa, Manchester City, 4-3, Selasa (1/7/2025) pagi WIB, untuk melaju ke babak delapan besar. Itu adalah kejutan kedua yang diciptakan klub Arab Saudi itu sepanjang turnamen.
Pada babak penyisihan grup, Al Hilal berhasil menahan imbang raksasa Eropa lainnya, Real Madrid, dengan skor 1-1. Hasil itu menegaskan bahwa dengan mendatangkan pemain-pemain bintang, klub-klub dari benua lain bisa bersaing dengan klub-klub Eropa.
Bagi Al Hilal, kemenangan atas City juga menjadi semacam penebusan bagi Pelatih Simone Inzaghi. Dua kali gagal menaklukkan City dan Pep Guardiola bersama Inter Milan, Inzaghi memetik pelajaran penting dari duel di Liga Champions Eropa.
Inzaghi menebus rasa penasarannya untuk membantu Al Hilal menyingkirkan City pada babak 16 besar. Al Hilal mengukuhkan diri sebagai satu-satunya wakil Asia yang melaju ke perempat final Piala Dunia Antarklub.
Empat gol yang diciptakan Al Hilal membuktikan Inzaghi menyempurnakan kekurangan Inter dalam dua laga kontra City pada final Liga Champions musim 2022-2023 dan fase grup musim 2024-2025. Kala itu, Inter kalah 0-1 pada laga puncak di Istanbul, Turki, lalu menahan City imbang tanpa gol di Stadion Etihad, Manchester.
Dikejutkan oleh gol Bernardo Silva ketika laga baru berjalan sembilan menit, Al Hilal mencetak dua gol balasan pada awal babak kedua melalui sontekan Marcos Leonardo pada menit ke-46, kemudian Malcom menghukum City melalui fast-break atau serangan balik cepat untuk membalas peluang sepak pojok City di menit ke-52.
Balasan City melalui tembakan Erling Haaland melalui kemelut pada tiga menit berselang memaksa laga dilanjutkan ke babak perpanjangan waktu. Al Hilal menambah dua gol melalui Kalidou Koulibaly pada menit ke-94 dan Leonardo menit ke-112. Sementara ”The Citizens” hanya menghasilkan satu gol balasan melalui Phil Foden pada menit ke-104.
Bagaimana Fluminense menciptakan keajaiban lawan Inter Milan?
Keajaiban lain diciptakan Fluminense yang menyingkirkan Inter Milan. Keberhasilan klub asal Brasil itu tak lepas dari kepandaian mereka memanfaatkan kegagapan skuad Inter terhadap perubahan taktik yang diterapkan pelatih baru, Christian Chivu.
Di bawah asuhan Chivu, Inter menggunakan materi pemain dan formasi sama. Namun, pendekatan taktiknya sangat berbeda dari pelatih sebelumnya, Simone Inzaghi.
Walaupun kalah jauh dalam kualitas skuad, Fluminense menumbangkan Inter lewat kemenangan 2-0 di Stadion Bank of America, Charlotte, Selasa (1/7/2025) dini hari WIB. Saking istimewa kemenangan itu, bek legendaris Thiago Silva sampai berlutut dan menadahkan dua tangan ke arah langit setelah peluit panjang.
Silva telah memenangkan banyak trofi bergengsi sepanjang kariernya, tetapi tetap emosional karena hasil itu mematahkan perkiraan di atas kertas. Skuad Fluminense berselebrasi seakan sudah menjuarai turnamen.
Mereka membentuk lingkaran di tengah lapangan, mengelilingi bendera klub. Silva dan rekan-rekan berdoa bersama untuk hasil indah itu, lalu saling merangkul dan melompat-lompat penuh sukacita.
Bagaimana nasib klub-klub raksasa Eropa lainnya?
Berbeda dengan Manchester City dan Inter Milan yang menghadapi klub dari luar Eropa, dua raksasa lain, Juventus dan Real Madrid, harus saling berjumpa. Pertemuan itu dimenangi oleh Real dengan skor 1-0.
Gol itu dicetak oleh Gonzalo Garcia melalui sundulan mematikan pada laga Rabu (2/7/2025) WIB, di Stadion Hard Rock, Miami, Florida, Amerika Serikat. Ia mencetak gol kemenangan Real pada menit ke-54.
Sundulan itu menjadikan Garcia satu-satunya pemain Real yang mampu menaklukkan kiper Juve, Michele Di Gregorio. Penjaga gawang asal Italia itu tampil gemilang dengan menciptakan 10 penyelamatan.
Kemenangan juga ditorehkan oleh juara Liga Champions, Paris Saint-Germain, Bayern Muenchen, Chelsea, dan Borussia Dortmund. Pada babak 16 besar, PSG mengalahkan klub tuan rumah Inter Miami, 4-0, Bayern menang 4-2 atas Flamengo, dan Chelesea menang 4-1 atas Benfica, dan Dortmund menyingkirkan Monterrey, 2-1.
Bagaimana peta persaingan di babak delapan besar?
Delapan tim terbaik tersisa di Piala Dunia Antarklub 2025. Tiga unggulan teratas, yaitu Paris Saint-Germain, Bayern Muenchen, dan Real Madrid, akan saling mengalahkan demi satu tiket final. Salah satu dari tiga tim itu berpeluang menghadapi klub non-Eropa yang sangat berambisi menyajikan kejutan.
PSG, penguasa Liga Champions Eropa musim 2024-2025, akan menantang Bayern yang mulai menemukan sentuhan juara di bawah asuhan Vincent Kompany. Duel kedua tim pada Sabtu (5/7/2025) pukul 23.00 WIB di Stadion Mercedes-Benz, Atlanta, tersaji demi menentukan satu tim berlaga pada babak semifinal.
Dari empat pertarungan di babak perempat final, pertemuan PSG dan Bayern, sang kampiun di liga masing-masing musim ini, paling layak disebut final dini. Secara materi skuad, kedua tim sangat berimbang.
Perjalanan mereka di Piala Dunia Antarklub 2025 membuat kedua tim pantas disematkan status unggulan. PSG masih menjadi tim dengan pertahanan terbaik. Hanya Botafogo yang bisa mencetak sebuah gol ke gawang anak asuhan Luis Enrique.
Empat tim yang sudah dihadapi ”Les Parisiens”, tiga tim saja yang mampu membuat kiper, Gianluigi Donnarumma, menciptakan penyelamatan. Atletico Madrid, Botafogo, dan Inter Miami yang mampu menguji kiper tim nasional Italia itu.
Pertahanan yang kokoh itu tidak lepas dari permainan ofensif sekaligus agresif Vitinha dan kawan-kawan. Koleksi 72 persen penguasaan bola per laga membuktikan PSG tidak pernah membuat lawan memiliki waktu lama untuk mengontrol bola.