Dua kisah kontras beradu di City Ground saat Forest dan Chelsea bertemu. Chelsea bisa memulai awal manis di era Maresca saat Forest harus meratapi akhir tragis.
26 Mei 2025 05:00 WIB · Olahraga
NOTTINGHAM, MINGGU — Stadion City Ground menjadi saksi ironi tuan rumah Nottingham Forest. Setelah berada di papan atas nyaris sepanjang musim, Forest gagal masuk lima besar. Target mereka untuk masuk ke Liga Champions justru beralih ke genggaman tim tamu, Chelsea.
Antiklimaks Forest ditandai dengan kekalahan dari Chelsea 0-1 di Stadion City Ground dalam pekan terakhir Liga Inggris, Minggu (25/5/2025) WIB. Gol satu-satunya dari bek Levi Colwill membuat tuan rumah harus rela finis di peringkat ketujuh. Sementara itu, Chelsea menggapai peringkat keempat.
Forest sebenarnya berpeluang masuk lima besar jika berhasil menang di kandang. Dua pesaing lain, Newcastle United dan Aston Villa, sama-sama menelan kekalahan di pekan ini. Namun, tim asuhan pelatih Nuno Espirito Santo itu justru takluk dari Chelsea yang tampil sangat rapi.
Alih-alih lolos ke Liga Champions, Forest harus puas hanya dengan raihan tiket ke Liga Konferensi Eropa. “Kami memiliki peluang yang bagus (untuk ke Liga Champions). Itu bisa terlihat, tetapi kami gagal menggapainya. Sulit ketika semua sudah ada di tangan anda, lalu lepas begitu saja,” kata Santo.
Forest tidak bisa berbuat lebih. Mereka sudah melakukan segalanya selama 90 menit. Namun, Dewi Fortuna tidak berpihak memihak. Penyerang andalan Chris Wood, contohnya. Dia mendapatkan dua peluang emas di depan gawang, tetapi tembakannya selalu melambung di atas mistar gawang.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/05/26/49d0fd1fdc40f3e826b340fa80807b5e-wires_photo_2025_05_26T015602.218.jpg)
Tidak biasanya Wood yang sudah mencetak 20 gol di liga, melewatkan peluang seperti itu. Santo juga memasukkan pemain ofensif setelah tertinggal pada awal paruh kedua, yaitu Callum Hudson-Odoi dan Jota Silva. Hanya saja, upaya itu dibendung Chelsea yang langsung tampil ekstra defensif.
Laga versus Chelsea hanyalah puncak gunung es dari kejatuhan Forest. Tim yang finis di peringkat ke-17 pada musim lalu memang sudah menunjukkan inkonsistensi jelang akhir musim. Wood dan rekan-rekan mulai merasakan tekanan dan beban untuk lolos ke Liga Champions.
Terbukti, Forest hanya menang dua kali dalam delapan pertandingan terakhir di liga. Tren buruk tersebut yang membuat mereka kehilangan peringkat ketiga. Padahal, sebelum itu, mereka sempat difavoritkan untuk finis di atas Manchester City dan Chelsea oleh superkomputer Opta.
Meskipun berujung pahit, Santo tetap bangga dengan tim asuhannya. Pencapaian tim sudah jauh melebihi ekspektasi di awal musim. “Kami bangga dan siap melanjutkan lagi (musim depan). Jika anda tanya saya, ini adalah musim yang baik karena komitmen dari para pemain,” tuturnya.
Di sisi lain, masa depan cerah menanti Chelsea. Maresca, di musim pertama, berhasil memenuhi target untuk lolos ke Liga Champions. “Si Biru” akan kembali ke turnamen paling bergengsi itu setelah absen semusim. Cole Palmer dan rekan-rekan sudah jauh lebih dewasa pada musim ini.
Itu terlihat saat situasi penting, seperti laga penentu tadi. Mereka sangat berhati-hati sepanjang laga. Ketika mendapatkan peluang kecil, seperti gol Colwill, Chelsea memanfaatkan dengan sangat baik. Efisiensi di pertahanan dan serangan itu tidak tampak pada musim lalu, terutama dalam laga besar.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/05/26/3af83fc3bd8de85b5eed4dd063695002-wires_photo_2025_05_26T020028.164.jpg)
Maresca berkata, capaian peringkat keempat sangat spesial karena persaingan di papan atas sangat ketat. Lima tim masih berburu tiga tiket Liga Champions di pekan terakhir. “Mereka sudah berkembang banyak sebagai pemain dan tim. Itu terlihat dalam penampilan mereka,” ujarnya.
Menariknya, Chelsea bisa berbicara banyak musim ini dengan skuad yang sangat muda. Menurut Opta, rerata usia starter Chelsea di Liga Inggris musim ini adalah 24 tahun 36 hari. Itu merupakan rekor tim termuda dalam semusim yang pernah tercatat dalam sejarah kompetisi.
“Sebelum musim dimulai, banyak orang yang meragukan kami. Mereka berkata ‘kami masih muda, tidak berpengalaman, dan akan gagal’. Namun, kami berada di sini setelah musim yang panjang dan berat. Kami masih menatap final (Liga Konferensi) dan trofi,” kata kapten Chelsea Reece James.
Enam tim sudah dipastikan untuk mewakili Inggris di Liga Champions musim depan. Lima tim mendapatkan tiket dari liga domestik, yaitu Liverpool, Arsenal, City, Chelsea, dan Newcastle. Sementara itu, Tottenham Hotspur lolos lewat jalur khusus sebagai juara Liga Europa.
Newcastle sangat beruntung bisa tetap berada di lima besar walaupun kalah dari Everton 0-1 pada pekan terakhir. Tim asuhan pelatih Eddie Howe itu tertolong kekalahan Villa dan Forest. Adapun Villa finis di peringkat keenam dan harus puas dengan jatah ke Liga Europa musim depan. (AP/REUTERS)
Penulis:
Kelvin HianusaEditor:
Prasetyo Eko PrihanantoPenyelaras Bahasa:
Kusnadi .