Akhirnya Ahsan/Hendra Main Juga…

Ahsan/Hendra sebenarnya nyaris tak bermain lagi di hadapan publik sendiri meski terdaftar di Indonesia Masters. Namun, ”The Daddies” akhirnya berlaga dan menang.

21 Jan 2025 21:48 WIB · Olahraga

Oleh Rebiyyah Salasah, Riana Afifah

Istora Gelora Bung Karno, Senayan, bergemuruh pada Selasa (21/1/2025) malam. Tribune seperti padat penonton saat teriakan berpadu dengan balon tepuk serentak menyambut pasangan ganda putra Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan yang masuk ke arena.

Sesuai dengan julukan ”The Daddies”, para ayah memulai langkah di turnamen penutup karier, Daihatsu Indonesia Masters 2025, didampingi tiga buah hati masing-masing. Ahsan/Hendra pun sukses mengakhiri laga itu dengan kemenangan 21-19, 22-20 atas pasangan Taiwan, Chiang Chien Wei/Wu Hsuan Yi.

Sepanjang laga, Ahsan/Hendra tampak berusaha bermain dengan efektif, mengandalkan kecerdasan dibandingkan tenaga. Alih-alih reli dan memaksa diri pontang-panting, keduanya memilih sekali dua kali serang, lalu menutup aksi dengan smes atau permainan net tipis.

Apa yang mereka lakukan persis seperti yang dikatakan Ahsan ketika bermain dalam kondisi tidak benar-benar fit atau tengah cedera. Selain penempatan bola akurat agar terhindar dari kekalahan, ”jurus” mereka adalah dengan melepaskan ”bola-bola pasrah”. Masuk syukur, tidak pun tidak masalah karena kondisi memang tidak sepenuhnya ideal.

Pebulu tangkis ganda putra Mohammad Ahsan (kanan) dan Hendra Setiawan membawa anak mereka saat akan berhadapan dengan pebulu tangkis Taiwan, Chiang Chien-Wei dan Wu Hsuan-Yi, pada babak 32 besar Daihatsu Indonesia Masters 2025 di Istora Senayan, Jakarta, Selasa (21/1/2025).  Ahsan/Hendra melaju ke-16 besar usai mengalahkan ganda putra China Taipei, Chiang Chien-Wei dan Wu Hsuan-Yi, dengan skor 21-19 dan 22-20.
Pebulu tangkis ganda putra Indonesia Mohammad Ahsan (kanan) dan Hendra Setiawan membawa anak mereka saat akan berhadapan dengan pebulu tangkis ganda putra Taiwan, Chiang Chien-Wei dan Wu Hsuan-Yi, pada babak 32 besar Daihatsu Indonesia Master 2025 di Istora Senayan, Jakarta, Selasa (21/1/2025).
Pebulu tangkis ganda putra Indonesia Mohammad Ahsan (kiri) dan Hendra Setiawan membawa anak mereka saat akan berhadapan dengan pebulu tangkis ganda putra Taiwan, Chiang Chien-Wei dan Wu Hsuan-Yi, pada babak 32 besar Daihatsu Indonesia Master 2025 di Istora Senayan, Jakarta, Selasa (21/1/2025).
Pebulu tangkis ganda putra Indonesia Mohammad Ahsan (kiri) dan Hendra Setiawan membawa anak mereka saat akan berhadapan dengan pebulu tangkis ganda putra China Taipei, Chiang Chien-Wei dan Wu Hsuan-Yi, pada babak 32 besar Daihatsu Indonesia Master 2025 di Istora Senayan, Jakarta, Selasa (21/1/2025). Mhammad Ahsan dan Hendra Setiawan melaju ke-16 besar seusai mengalahkan ganda putra China Taipei, Chiang Chien-Wei dan Wu Hsuan-Yi, dengan skor 21-19 dan 22-20. Indonesia Master 2025 resmi digelar mulai dari 21-26 Januari 2025. Indonesia Masters Super 500 yang menjadi turnamen level menengah ini menjadi ajang para pemain muda Indonesia memperlihatkan kemampuannya. KOMPAS/FAKHRI FADLURROHMAN (FAK) 21-01-2025
Quote

Padahal, sudah menyiapkan kata-kata terakhir, ternyata malah menang.

Walau mereka tampak bermain dengan hemat tenaga, para penonton tetap dibuat deg-degan dengan selisih skor mepet. Tiap kok menghantam net atau melebar dari lapangan, lamat-lamat terdengar suara dari bangku penonton, ”Ayo The Daddies”, ”Semangat Daddies”.

Kegelisahan rupanya bukan hanya milik penonton di dalam lapangan. Ibu penjaga pintu menuju arena yang hanya bisa mendengar teriakan penonton sontak bertanya ketika satu per satu keluar dengan wajah bungah. ”Menang, kan? Alhamdulillah.”

Para penggemar lain sudah pasang ancang-ancang menyapa The Daddies di area khusus sambil membawa aneka printilan. Salah satunya bertuliskan ”Sembako: Semangat Babah Kokoh”.

Sementara di lapangan, pasangan yang terakhir kali berlaga pada November 2024 di China Masters ini banyak tersenyum sambil sesekali menahan tawa jika ada pukulan yang tak menyeberang net.

”Target saya cuma mau dadah-dadah sama penonton terus balik lagi, tapi dikasih menang. Ini menang babak pertama kayak menang final,” ungkap Ahsan selepas pertandingan disambut tawa.

Pebulu tangkis ganda putra Indonesia, Mohammad Ahsan dan Hendra Setiawan, berhadapan dengan pebulu tangkis ganda putra China Taipei, Chiang Chien-Wei dan Wu Hsuan-Yi, pada babak 32 besar Daihatsu Indonesia Master 2025 di Istora Senayan, Jakarta, Selasa (21/1/2025). Mhammad Ahsan dan Hendra Setiawan melaju ke-16 besar seusai mengalahkan ganda putra China Taipei, Chiang Chien-Wei dan Wu Hsuan-Yi, dengan skor 21-19 dan 22-20. Indonesia Master 2025 resmi digelar mulai dari 21-26 Januari 2025. Indonesia Masters Super 500 yang menjadi turnamen level menengah ini menjadi ajang para pemain muda Indonesia memperlihatkan kemampuannya. KOMPAS/FAKHRI FADLURROHMAN (FAK) 21-01-2025

Kemenangan pada babak pertama Indonesia Masters ini di luar ekspektasi Ahsan/Hendra. Hari ini, mereka seolah sudah mempersiapkannya sebagai laga pembuka sekaligus penutup. Namun, ujungnya justru mereka melanjutkan perjalanan ke babak 16 besar.

”Padahal, sudah menyiapkan kata-kata terakhir, ternyata malah menang,” kata Ahsan, kembali disambut tawa.

Sebenarnya Ahsan/Hendra bahkan nyaris tidak akan bermain lagi di hadapan publik sendiri. Nama Ahsan/Hendra sudah terdaftar di Indonesia Masters 2025, tetapi hingga sepekan sebelum turnamen belum ada kepastian bahwa mereka akan benar-benar bertanding secara profesional untuk terakhir kali di ajang itu.

Ahsan masih berkukuh tak mau bertanding selepas mengumumkan pensiun pada Desember 2024. Pebulu tangkis yang kini sudah berusia 37 tahun tersebut merasa badannya telah memberikan sinyal tidak mampu bermain lagi.

Bujukan bermain

Dengan rasa sakit bekas cedera yang selalu tiba-tiba muncul, Ahsan takut tidak bisa memberikan hasil maksimal ketika tampil lagi. Apalagi, ia belum pernah berlatih lagi secara serius setelah turnamen terakhir di China Masters, November 2024.

”Di lapangan hawanya pengin tempur lagi. Takutnya hatinya mau, badannya nggak ngikut,” kata Ahsan saat ditemui pada Sabtu (11/1/2025).

Pebulu tangkis ganda putra Indonesia, Hendra Setiawan, membantu rekannya, Mohammad Ahsan, di tengah pertandingan melawan pebulu tangkis ganda putra Taiwan, Chiang Chien-Wei dan Wu Hsuan-Yi, pada babak 32 besar Daihatsu Indonesia Master 2025 di Istora Senayan, Jakarta, Selasa (21/1/2025).
Pebulu tangkis ganda putra Indonesia, Mohammad Ahsan dan Hendra Setiawan, berhadapan dengan pebulu tangkis ganda putra Taiwan, Chiang Chien-Wei dan Wu Hsuan-Yi, pada babak 32 besar Daihatsu Indonesia Masters 2025 di Istora Senayan, Jakarta, Selasa (21/1/2025).
Pebulu tangkis ganda putra Indonesia, Mohammad Ahsan dan Hendra Setiawan, berhadapan dengan pebulu tangkis ganda putra Taiwan, Chiang Chien-Wei dan Wu Hsuan-Yi, pada babak 32 besar Daihatsu Indonesia Masters 2025 di Istora Senayan, Jakarta, Selasa (21/1/2025).
Pebulu tangkis ganda putra Indonesia, Mohammad Ahsan (kanan), ditahan Hendra Setiawan di tengah pertandingan melawan pebulu tangkis ganda putra Taiwan, Chiang Chien-Wei dan Wu Hsuan-Yi, pada babak 32 besar Daihatsu Indonesia Masters 2025 di Istora Senayan, Jakarta, Selasa (21/1/2025).

Namun, Ahsan juga tak mau memberikan kepastian bahwa ia tidak akan benar-benar bertanding. Ahsan hanya menyebutnya sebagai ”kemungkinan”, kemungkinan tidak main. Katanya, agar tetap ada harapan bagi orang-orang untuk melihat penampilan terakhir The Daddies.

Di sisi lain, banyak pihak yang membujuk Ahsan untuk mau melakukan ”tarian” terakhir di Indonesia Masters. Istri Ahsan, Christine Novitania, termasuk sosok yang membujuk suaminya agar The Daddies menutup kisah di turnamen yang digelar di hadapan publik sendiri.

Christine memahami alasan Ahsan enggan untuk bermain lagi. Sebagai istri, Christine pun tak tega melihat suaminya merasa sakit karena memaksakan bertanding. Ia pun memahami suaminya tak mau tampil hanya untuk jadi bulan-bulanan lawan.

Namun, di sisi lain, Christine mengaku juga memiliki keinginan melihat Ahsan tampil terakhir kali di Indonesia. Menurut Christine, itu adalah momen penting yang dinantikan banyak orang, terlepas bagaimana nanti hasil pertandingannya.

”Coba dulu deh dateng latihan. Siapa tahu naluri bermainnya keluar,” kata Christine membujuk Ahsan saat itu.

Suporter menggunakan pernak-pernik pebulu tangkis ganda putra Indonesia, Mohammad Ahsan dan Hendra Setiawan, saat menyaksikan pertandingan melawan ganda putra China Taipei, Chiang Chien-Wei dan Wu Hsuan-Yi, pada babak 32 besar Daihatsu Indonesia Master 2025 di Istora Senayan, Jakarta, Selasa (21/1/2025). Mhammad Ahsan dan Hendra Setiawan melaju ke-16 besar seusai mengalahkan ganda putra China Taipei, Chiang Chien-Wei dan Wu Hsuan-Yi, dengan skor 21-19 dan 22-20. Indonesia Master 2025 resmi digelar mulai dari 21-26 Januari 2025. Indonesia Masters Super 500 yang menjadi turnamen level menengah ini menjadi ajang para pemain muda Indonesia memperlihatkan kemampuannya. KOMPAS/FAKHRI FADLURROHMAN (FAK) 21-01-2025

Selepas pertandingan Indonesia Masters, Christine mengatakan, tak menyangka juga sang suami akhirnya memutuskan untuk bermain lagi. Keputusan itu diambil setelah Ahsan mendapatkan telepon yang berisi bujukan dari Hendra. Di sisi lain, kata Christine, rasa sakit juga sudah tidak terlalu dirasakan Ahsan.

Ahsan mengatakan hal serupa ketika ditanya alasannya memutuskan bermain. ”Semua karena rayuan maut dari Koh Hendra. Rayuannya apa? Rahasia. Pokoknya rayuan maut,” kata Ahsan yang terus tersenyum.

Sebelumnya, Ahsan bercerita bahwa Hendra pernah membujuknya dengan menawarkan pergantian peran di lapangan. Hal tersebut dilakukan agar Ahsan tidak perlu banyak melakukan gerakan meloncat untuk smes atau dropshot sehingga terhindar dari rasa sakit di badan.

Pergantian peran itu terlihat dalam pertandingan kontra Chiang Chien Wei/Wu Hsuan Yi. Hendra lebih banyak bermain di belakang, sedangkan Ahsan bermain di depan net.

Kendati demikian, saat Ahsan berada di belakang, gerakan lincahnya tak bisa terhindarkan. Beberapa kali Ahsan harus meloncat untuk melakukan smes. Kendati setelahnya beberapa kali berkacak pinggang seperti kelelahan, tetapi upaya Ahsan selalu berbuah manis karena lawan kesulitan mengembalikan bola smesnya.

”Kami secara persiapan sebenarnya bisa dibilang apa adanya, tidak seintens sebelumnya. Jadi, memang kemenangan ini di luar ekspektasi. Waktu rutin latihan, kami malah kalah dari mereka,” kata Hendra merujuk hasil pada pertemuan sebelumnya dengan Chiang Chien Wei/Wu Hsuan Yi di Thailand Terbuka 2024.

Pebulu tangkis ganda putra Indonesia, Hendra Setiawan (kanan) dan Mohammad Ahsan, berpose seusai pertandingan melawan pebulu tangkis ganda putra China Taipei, Chiang Chien-Wei dan Wu Hsuan-Yi, pada babak 32 besar Daihatsu Indonesia Master 2025 di Istora Senayan, Jakarta, Selasa (21/1/2025). Mhammad Ahsan dan Hendra Setiawan melaju ke-16 besar seusai mengalahkan ganda putra China Taipei, Chiang Chien-Wei dan Wu Hsuan-Yi, dengan skor 21-19 dan 22-20. Indonesia Master 2025 resmi digelar mulai dari 21-26 Januari 2025. Indonesia Masters Super 500 yang menjadi turnamen level menengah ini menjadi ajang para pemain muda Indonesia memperlihatkan kemampuannya. KOMPAS/FAKHRI FADLURROHMAN (FAK) 21-01-2025

Dengan kemenangan ini, Ahsan/Hendra berhasil melaju ke babak 16 besar. Mereka akan kembali merasakan dua perasaan berbeda saat melangkah ke Istora, yakni senang karena kembali berlaga di hadapan publik sendiri, tetapi sedih karena itu juga adalah turnamen terakhir mereka.

Terlepas dari itu, keberhasilan Ahsan/Hendra meraih kemenangan yang tak terduga tersebut memberikan kesempatan tambahan bagi pencinta bulu tangkis Tanah Air. Para penonton bisa kembali menikmati dan menyaksikan penampilan ganda putra terbaik Indonesia dan dunia yang segera menjadi legenda hidup….


Kerabat Kerja

Penulis:

Rebiyyah Salasah, Riana Afifah
 | 

Editor:

Wisnu Aji Dewabrata