Akhirnya, Swiatek Kembali ke Final

Iga Swiatek akan tampil dalam final turnamen WTA Bad Homburg melawan Jessica Pegula. Ini menjadi final pertama Swiatek di lapangan rumput.

28 Jun 2025 10:51 WIB · Olahraga

Oleh Yulia Sapthiani

BAD HOMBURG — Empat besar turnamen dalam rentang satu tahun satu tahun 19 hari. Selama itulah masa penantian Iga Swiatek untuk tampil di final hingga dia akhirnya mendapat kesempatan itu pada turnamen tenis WTA 500 Bad Homburg di Jerman.

Final itu akan dijalani di lapangan rumput Bad Homburg Tennis Centre, Jerman, Sabtu (28/6/2025), melawan Jessica Pegula. Swiatek mengalahkan Jasmine Paolini dengan skor 6-3, 6-1 di semifinal, sementara Pegula menang atas Linda Noskova 6-7 (2), 7-5, 6-1.

Meski telah bertemu sepuluh kali, dengan keunggulan 6-4 bagi Swiatek, pertemuan dua petenis peringkat sepuluh besar dunia itu menjadi yang pertama di lapangan rumput. Dari sepuluh pertemuan lain, sembilan di antaranya berlangsung di lapangan keras dan satu di tanah liat. Pegula memenangi pertemuan terakhir yang berlangsung di perempat final Grand Slam Amerika Serikat Terbuka 2024.

Maka, final yang akan berlangsung hanya dua hari sebelum Wimbledon, 30 Juni-13 Juli, ini akan menjadi tes bagi Swiatek. Selain karena Pegula memenangi persaingan terakhir, dia pun memiliki pengalaman menjuarai turnamen lapangan rumput, yaitu WTA Berlin 2024. Sebaliknya, final di Bad Homburg menjadi final pertama Swiatek di lapangan berkarakter cepat tersebut.

Swiatek memiliki 22 gelar juara dari 26 final, termasuk lima gelar dari arena Grand Slam. Akan tetapi, petenis Polandia berusia 24 tahun itu belum pernah menembus final di turnamen lapangan rumput meski dia adalah juara tunggal putri Wimbledon kategori yunior pada 2018. Pencapaian terbaiknya di lapangan rumput adalah perempat final Wimbledon 2023.

Germany WTA Tennis

Final WTA Bad Homburg juga menjadi yang pertama dalam rentang sekitar setahun setelah Swiatek menjuarai Perancis Terbuka 2024. Ini menjadi momen yang sangat langka, setidaknya sejak Swiatek menjadi bagian dari tunggal putri top dunia pada 2022.

Dalam musim kompetisi 2022, Swiatek menjuarai delapan turnamen, enam di antaranya secara beruntun sejak Februari hingga Juni. Keenam turnamen itu adalah WTA 1000 Doha, Indian Wells, Miami, WTA 500 Stuttgart, WTA 1000 Roma, dan Grand Slam Perancis Terbuka.

Pada musim yang lebih buruk, yaitu 2024, Swiatek masih bisa menjuarai lima turnamen. Tiga gelar didapat secara berturut-turut di WTA 1000 Madrid, Roma, dan Perancis Terbuka.

Namun, setelah itu, performa Swiatek menurun dalam standarnya sendiri. Swiatek tak pernah mencapai final setelah di Roland Garros pada 2024 hingga tak dapat mempertahankan lima gelar juara yang didapat pada tahun tersebut. Sejak 18 Mei, Swiatek terlempar dari ranking dua besar dunia yang ditempati sejak April 2022. Saat ini, dia berada di posisi kedelapan.

Maka, walaupun gelar juara belum tentu diraih, final Bad Homburg membuatnya sedikit lega. Setelah tersingkir pada semifinal Perancis Terbuka, dia membutuhkan momen untuk menumbuhkan rasa percaya diri menjelang Wimbledon.

”Meski tak berharap memenangi pertandingan tadi, saya sangat antusias menjalaninya. Saya berusaha bermain tanpa beban dan senang bisa mempertahankan momentum sepanjang pertandingan. Apalagi, Jasmine adalah pejuang, saya tak boleh memberinya celah,” tutur Swiatek.

Germany WTA Tennis

Berbeda dengan Swiatek yang tak pernah juara dalam setahun terakhir, Pegula dalam perburuan gelar ketiga pada 2025 setelah WTA 250 Austin dan WTA 500 Charleston. Petenis AS itu berharap bisa mengalahkan Swiatek dua kali beruntun dengan mengandalkan servisnya.

”Saya akan berusaha memanfaatkan kecepatan lapangan semaksimal mungkin. Selain dari servis keras, saya akan berupaya merusak ritme Swiatek dengan pukulan datar dan rendah,” kata Pegula.

Servis dan groundstroke keras menjadi pukulan kunci ketika petenis bermain di lapangan rumput karena lapangan ini memantulkan bola dengan sangat cepat dan rendah. Forehand keras dan datar, yang akan membuat bola memantul cepat dan rendah, bisa menyulitkan lawan.

Peluang Swiatek melawan Coco

Dengan hanya menempati peringkat kedelapan dunia dan menjadi unggulan kedelapan di Wimbledon, Swiatek harus bersiap menghadapi persaingan sulit lebih awal. Dalam undian yang dirilis pada Jumat malam, dia berada pada paruh bawah bersama para juara Grand Slam, seperti Cori ”Coco” Gauff, Elena Rybakina, dan juara bertahan Barbora Krejcikova.

Rybakina dan Coco, bahkan, bisa menjadi lawan dalam dua babak beruntun, yaitu babak keempat dan perempat final. Rybakina adalah juara Wimbledon 2022 yang menjadi bagian dari kompetitor berat Swiatek pada tahun tersebut selain Aryna Sabalenka.

Sementara, Coco datang ke All England Club, London, Inggris, dengan status sebagai juara Perancis Terbuka. Coco tertinggal 4-11 dari Swiatek, tetapi dia memenangi tiga persaingan terakhir. Pertemuan terbaru pada semifinal WTA Madrid, April, bahkan, dimenangi Coco dengan telak, 6-1, 6-1.

Coco Gauff (kiri) dan Aryna Sabalenka menari di sela-sela latihan menjelang turnamen Wimbledon di London, Jumat (27/6/2025).

Pada paruh atas undian, lawan berat Sabalenka sebagai unggulan teratas adalah Madison Keys yang mengalahkannya dalam final Australia Terbuka. Mereka berpeluang bertemu di perempat final.

Sebelum itu, Sabalenka bisa mendapat kejutan jika berjumpa Marketa Vondrousova pada babak ketiga. Meski hanya menempati ranking ke-73 dunia, Vondrousova sering kali tampil nyaman di lapangan rumput. Dia adalah juara Wimbledon 2023 dan datang ke London tahun ini dengan bekal gelar juara WTA Berlin di lapangan rumput. Sabalenka menjadi salah satu petenis yang dikalahkannya, yaitu di semifinal.

Pada persaingan tunggal putra, petenis nomor satu dunia, Jannik Sinner, berada di paruh atas bersama Novak Djokovic yang memungkinkan mereka bertemu di semifinal. Selain itu, ada pula semifinalis Wimbledon 2024, Lorenzo Musetti.

Di paruh bawah, kompetitor berat bagi juara dalam dua tahun terakhir, Carlos Alcaraz, adalah Frances Tiafoe, Daniil Medvedev, dan Taylor Fritz. Turut bergabung bersama mereka adalah petenis Brasil berusia 18 tahun, Joao Fonseca, yang akan menjalani debut pada babak utama Wimbledon.

Berdasarkan tradisi, Alcaraz akan tampil pada hari pertama laga pembuka di Lapangan Utama dengan statusnya sebagai juara bertahan tunggal putra. Adapun juara bertahan tunggal putri, Krejcikova, tampil pada laga pertama hari kedua di Lapangan Utama. (AP/AFP)


Kerabat Kerja

Penulis:

Yulia Sapthiani
 | 

Editor:

Prasetyo Eko Prihananto
 | 

Penyelaras Bahasa:

Nur Adji