Iga Swiatek baru mengikuti turnamen lapangan rumput pada sepekan terakhir menjelang Wimbledon. Adaptasi pertamanya menghasilkan kemenangan atas Victoria Azarenka.
25 Jun 2025 11:42 WIB · Olahraga
BAD HOMBURG, SELASA — Tahun ini, Iga Swiatek memiliki agenda berbeda di antara Perancis Terbuka dan Wimbledon dibandingkan 2024. Swiatek menjalani persiapan sebelum Wimbledon dengan tampil dalam turnamen WTA 500 Bad Homburg di Jerman, 22-28 Juni.
Adaptasi pertama dalam turnamen, pada peralihan dari lapangan tanah liat ke lapangan rumput, dilakukan saat melawan mantan petenis nomor satu dunia, Victoria Azarenka. Dalam babak kedua yang berlangsung Selasa (24/6/2025), Swiatek menang dengan skor 6-4, 6-4.
Meskipun hanya dua set, Swiatek tak dapat dikatakan mudah dalam memperoleh kemenangannya. Pada gim kesepuluh set pertama, saat Swiatek unggul 5-4 dan memegang servis, Azarenka membuat break point 40-15. Juara Australia Terbuka 2012 dan 2013 ini tinggal membutuhkan satu poin untuk membuat skor menjadi 5-5. Namun, Swiatek mempertahankan servisnya dan merebut set pertama.
Sama seperti set pembuka, Swiatek memenangi set kedua karena dua kali mematahkan servis lawan untuk membalas satu servisnya yang dicuri Azarenka. Swiatek menang setelah bertanding selama satu jam 36 menit dengan membuat 25 winner, termasuk enam as.
”Pada beberapa gim di awal pertandingan, saya merasa bermain sangat baik karena punya kesempatan mematahkan servis Azarenka, tetapi ternyata tak bisa melakukannya. Permainan saya kurang intens,” kata Swiatek yang akan melawan Ekaterina Alexandrova atau Maria Sakkari pada perempat final.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/06/25/097a4ba8-f2f9-4676-b452-39f025a0ee1a_jpg.jpg)
Turnamen di Negara Bagian Hesse, di Jerman bagian tengah ini, menjadi yang pertama bagi Swiatek setelah gagal mempertahankan gelar juara Perancis Terbuka. Rangkaian kemenangan yang membuatnya mencetak hat-trick juara Perancis Terbuka, pada 2022-2024, dihentikan Aryna Sabalenka di semifinal.
Baru berselang 18 hari setelah kekalahan itu, Swiatek kembali ke kompetisi untuk beradaptasi di lapangan rumput. Dia tampil dalam persaingan ”lebih ringan” dibandingkan WTA 500 Berlin yang diikuti hampir semua petenis tunggal putri ranking sepuluh besar dunia, kecuali dirinya.
Di Berlin, persaingan diikuti petenis top seperti Sabalenka, Cori Gauff, Jessica Pegula, dan Jasmine Paolini meski trofi juara didapat petenis non-unggulan, Marketa Vondrousova. Di Bad Homburg, hanya lima petenis sepuluh besar yang bersaing, yaitu Swiatek, Pegula, Paolini, Mirra Andreeva, dan Emma Navarro.
Dengan performa yang menurun dibandingkan 2024, Swiatek membutuhkan persiapan yang lebih baik untuk Wimbledon, apalagi rekam jejaknya di lapangan rumput menjadi yang terburuk. Di antara empat Grand Slam, Swiatek belum pernah mencapai semifinal hanya di Wimbledon. Hasil terbaiknya adalah perempat final pada 2023 dan dia tersingkir pada babak kedua, setahun berikutnya.
Tahun ini, tak sekali pun Swiatek menembus final dalam sembilan turnamen hingga dia gagal mempertahankan lima gelar juara. Maka, petenis Polandia itu mengikuti WTA Bad Homburg alih-alih langsung ke Wimbledon seperti yang dilakukannya pada 2024. Swiatek tampil di Bad Homburg, salah satu turnamen yang digelar pada pekan terakhir sebelum Wimbledon, 30 Juni-13 Juli.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/06/25/d545dd7a-e983-4617-9169-a0be711efde8_jpg.jpg)
”Ini turnamen pertama saya di lapangan rumput pada tahun ini. Mendapat bye di babak pertama tidak selalu menyenangkan karena saya butuh banyak pertandingan sebelum Wimbledon. Meski demikian, saya senang bisa melaju ke babak berikutnya,” kata Swiatek yang meraih kemenangan ke-300 dalam kariernya ketika mengalahkan Azarenka.
Selain Swiatek, petenis unggulan yang memenangi babak kedua adalah Pegula (1), Paolini (2), dan Navarro (5). Navarro, yang akan melawan Pegula di perempat final, mengalahkan mantan petenis nomor satu dunia lainnya, Naomi Osaka, 6-4, 6-4.
”Saya dan Naomi bermain baik. Dia membuat saya kesulitan. Sudah pasti, banyak yang harus saya perbaiki dan saya berusaha untuk bermain lebih baik pada babak berikutnya. Apalagi, Pegula adalah petenis yang cerdas dan selalu bermain dengan tenang. Saya banyak belajar darinya,” tutur Navarro dalam laman resmi WTA.
Dalam persaingan tenis putra, Novak Djokovic juga kembali ke lapangan setelah Perancis Terbuka. Petenis dengan 24 gelar juara Grand Slam itu bersiap dengan latihan di All England Club, London, tempat penyelenggaraan Wimbledon.
Sejak 2019, Djokovic memang tak pernah mengikuti turnamen di antara Perancis Terbuka dan Wimbledon. Mantan petenis nomor satu dunia ini melakukan persiapan hanya dengan latihan.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/06/25/a7484e94-c747-421f-a251-b11d6c26db44_jpg.jpg)
Dia bagaikan memahami setiap jengkal All England Club dengan selalu lolos ke final dalam enam penyelenggaraan terakhir sejak 2018. Djokovic juara pada 2018, 2019, 2021, dan 2022, sebagai bagian dari tujuh gelar Wimbledon. Pada 2020, turnamen tenis tertua ini batal diselenggarakan karena pandemi Covid-19.
Namun, Djokovic kalah dalam dua tahun terakhir dari bintang muda, Carlos Alcaraz. Jika bisa menambah gelarnya di All England Club, Djokovic akan menyamai Roger Federer sebagai tunggal putra dengan gelar terbanyak di Wimbledon, yaitu delapan.
Performa Djokovic, yang berusia 38 tahun, pada 2025 tak begitu baik dengan tersingkir pada penampilan pertama dalam empat turnamen, yaitu di ATP 500 Doha, ATP Masters 1000 Indian Wells, Monte Carlo Masters, dan Madrid Masters. Namun, performanya di arena Grand Slam tak bisa diremehkan petenis lain karena Djokovic masih bisa menembus semifinal Australia Terbuka dan Perancis Terbuka.
Tiba di London pada pekan ini, Djokovic latihan di Aorangi Park sejak Selasa, tempat yang dijadikan lapangan latihan untuk Wimbledon. Dia berlatih bersama petenis Yunani, Stefanos Tsitsipas, yang didampingi mantan pelatih Djokovic, Goran Ivanisevic. Tsitipas mengumumkan kerja sama dengan Ivanisevic sejak Mei dan dia didampingi mantan petenis Kroasia itu di ATP Halle, pekan lalu. (AFP)
Penulis:
Yulia SapthianiEditor:
Emilius Caesar AlexeyPenyelaras Bahasa:
Nur Adji