Akhirnya Terungkap, Misteri Pria Berjas Saat Perampokan di Louvre

Pria misterius yang ada dalam foto saat perampokan Museum Louvre itu adalah Pedro.

11 Nov 2025 11:11 WIB · Internasional

AP/Thibault Camus

Oleh Ignatius Danu Kusworo

Dalam keriuhan kasus perampokan di Museum Louvre, foto seorang pria bertopi fedora dengan setelan jas dan rompi krem serta paduan mantel hitam yang berjalan melewati beberapa polisi menarik perhatian warganet. Foto itu diambil oleh pewarta foto AP, Thibault Camus, pada 19 Oktober 2025.

Saat mengambil momen itu, Camus bahkan cenderung melakukan gerakan refleks sebagai pewarta foto pada umumnya. Ada visual yang ”tidak biasa” dan ia abadikan. Saaf foto itu dipublikasikan, mulailah banyak spekulasi tentang pria berdandan necis itu.

Banyak yang menduga bahwa ia adalah bagian dari polisi yang menangani kejadian perampokan. Ada pula yang mengira ia pasti punya kaitan dengan kelompok perampok dan banyak dugaan atau teori yang lain.  Semua salah.

Police officers block an access to the Louvre museum after a robbery Sunday, Oct. 19, 2025 in Paris. (AP Photo/Thibault Camus)

Pria itu adalah Pedro Elias Garzon Delvaux yang masih berusia 15 tahun. Secara pribadi, dia adalah seorang remaja yang cerdas dan jeli yang secara tidak sengaja berkelana ke dalam sebuah cerita global. 

Saat ia sadar bahwa keberadaannya dalam sebuah foto telah menarik jutaan penayangan disertai ”bumbu” yang menyertainya, insting pertamanya adalah tidak terburu-buru membuka kedoknya. Justru sebaliknya. Dia diam saja selama beberapa hari lalu mengubah akses akun Instagramnya dari pribadi menjadi publik. 

Dia santai saja dengan apa pun yang akan terjadi selanjutnya. Sebagai penggemar Sherlock Holmes dan Hercule Poirot, Pedro memutuskan untuk ikut serta dalam ketegangan dunia. Ia bahkan masih santai di rumah ketika berbagai teori bermunculan tentang orang asing berpakaian rapi dalam perampokan di Museum Louvre.

Petugas polisi bekerja di dalam Museum Louvre, di Paris, Perancis, Minggu (19/10/2025).
Pengunjung mengamati perhiasan di Galeri Apollo museum Louvre di Paris, Perancis, Kamis (4/9/2025).
Pengunjung menyaksikan perhiasan di Galeri Apollo museum Louvre di Paris, Perancis, Kamis (4/9/2025).
Pengunjung memotret lukisan Mona Lisa karya Leonardi da Vinci di museum Louvre,  Paris, Perancis, Minggu (31/9/2025).

Berawal sederhana

Kisah yang menghebohkan jagat maya itu ternyata berawal dari hal yang sebenarnya sederhana. Pedro, ibu, dan kakeknya hari itu bermaksud mengunjungi Louvre. Saat tiba, ia mendapati gerbang museum tutup. Bahkan, ia tidak tahu kalau ada perampokan. 

Beberapa detik kemudian, fotografer AP, Thibault Camus, yang mendokumentasikan pengepungan keamanan, menangkap Pedro di tengah perjalanan. Foto itu dimaksudkan untuk mendokumentasikan sebuah tempat kejadian perkara. 

Pedro Elias Garzon Delvaux saat diwawancara Associated Press, Sabtu (8/11/2025).
Proses wawancara Pedro Elias Garzon Delvaux, Sabtu (8/11/2025).
Pedro Elias Garzon Delvaux berpose setelah wawancara, Sabtu, (8/11/2025), di Rambouillet, selatan Paris.

Tiga petugas polisi bersandar pada sebuah mobil perak yang menghalangi pintu masuk Museum Louvre, beberapa jam setelah para pencuri melakukan perampokan pada siang hari. Seorang pria necis berada satu frame dengan polisi. 

”Waktu foto itu diambil, saya tidak tahu,” katanya. Ia saat itu hanya sekadar lewat. Empat hari kemudian, seorang kenalan mengirim pesan, ”Apakah itu Anda?” sambil menyertakan foto yang telah dilihat 5 juta kali. Lalu ibunya menelepon dan mengabarkan bahwa dia ada di The New York Times. 

Namun, Pedro mengerti alasan kehebohan itu. Di foto ia berpakaian seperti model di tahun 1940-an, sedangkan saat itu ada di tahun 2025. Penampilan yang mengejutkan puluhan juta orang ini bukanlah kostum yang dibuat untuk kunjungan ke museum. 

Sebuah lift yang digunakan oleh pencuri terlihat di Museum Louvre, Minggu (19/10/2025), di Paris, Perancis.
Pengunjung mengantre di luar Museum Louvre di Paris, Perancis, Senin (20/10/2025), sehari setelah perampokan perhiasan hari Minggu.
Sebuah papan pengumuman, Senin (20/10/2025), berisi pemberitahuan penutupan Museum Louvre sehari setelah perampokan perhiasan hari Minggu.
Pedro Elias Garzon Delvaux selama wawancara dengan Associated Press, Sabtu (8/11/2025), di Rambouillet, selatan Paris.

Pedro mulai berdandan seperti ini kurang dari setahun yang lalu, terinspirasi oleh sejarah abad ke-20 dan gambar hitam-putih para negarawan berjas dan detektif fiktif. Ia bahkan pergi ke sekolah dengan tampilan itu. Di sekolahnya yang tidak berseragam, gayanya sudah mulai menyebar. 

Sejak kecil, Pedro kerap diajak ibunya untuk mengunjungi museum dan berbagai pameran seni. Bagi Pedro, seni dan citra adalah bagian dari kehidupan sehari-hari.

Pedro Elias Garzon Delvaux menunjukkan foto Associated Press saat dirinya di luar Louvre pada hari perampokan permata mahkota, Sabtu, (8/11/2025), di Rambouillet, selatan Paris.

Maka, ketika jutaan kisah dikaitkan ke dalam satu bingkai foto dirinya yang mengenakan topi fedora di samping polisi bersenjata di Museum Louvre, ia menyadari kekuatan sebuah citra dan membiarkan mitos itu berembus sebelum melangkah maju.

(AP)


Kerabat Kerja

Penulis:

Ignatius Danu Kusworo
 | 

Editor:

Iwan Setiyawan
 | 

Penyelaras Bahasa:

Hibar Himawan