Akses menuju Aceh Tamiang mulai terbuka. Namun, beberapa kecamatan masih terisolasi.
03 Des 2025 09:52 WIB · Politik & Hukum
AP/©2025 Vantor
JAKARTA, KOMPAS — Akses menuju Aceh Tamiang diakui sebagai salah satu yang tersulit dalam penanganan bencana di Sumatera bagian utara kali ini. Bantuan untuk warga Aceh Tamiang dikirimkan pada Rabu (3/12/2025) seiring akses yang mulai terbuka.
”Pada dasarnya semua mendapatkan atensi. Utamanya untuk daerah-daerah yang masih terisolasi untuk memberikan dukungan logistik. Salah satunya adalah Aceh Tamiang,” tutur Menteri Sosial Saifullah Yusuf kepada wartawan di Jakarta, Selasa (2/12/2025) malam.
Namun, beberapa titik jalur menuju Aceh Tamiang baru mulai terbuka, Selasa. Menurut Bupati Aceh Tamiang Armia Pahmi, kata Saifullah, masih ada sekitar sepuluh kecamatan yang masih terisolasi, sedangkan dua kecamatan sudah bisa dibuka aksesnya.
”Kita harus akui ada beberapa titik yang belum bisa ditembus, tetapi saya dapat kabar tadi malam ini akses ke Tamiang lewat darat paling tidak sudah mulai bisa dilalui oleh kendaraan roda empat,” tambah Saifullah.
Masih ada kekurangan-kekurangan, tetapi dengan kerja sama ini makin hari kebutuhan-kebutuhan (warga) akan bisa dicukupi secara bertahap.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/12/01/e8a344a899719759eb2c8bd9ce5a9098-IMG_20251201_WA0017.jpg)
Oleh karena itu, pengiriman bantuan akan menjadi lebih memungkinkan. Kementerian Sosial berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) akan mengirimkan logistik seperti makanan siap saji, pakaian, obat-obatan, tenda, dan keperluan pengungsi lainnya. Pengiriman akan dikawal langsung oleh Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono.
Pengiriman bantuan melalui helikopter juga akan dilanjutkan untuk wilayah-wilayah yang dinilai masih sulit dijangkau. Selain itu, personel dari TNI, Polri, dan institusi lain pun ikut membantu mendistribusikan bantuan secara simultan.
Koordinasi dengan Bupati Aceh Tamiang, lanjut Saifullah, juga dilakukan. Dengan demikian, kondisi-kondisi terkini bisa dipantau. ”Masih ada kekurangan-kekurangan, tetapi dengan kerja sama ini makin hari kebutuhan-kebutuhan (warga) akan bisa dicukupi secara bertahap,” lanjutnya.
Sejauh ini, bantuan yang disalurkan untuk korban bencana di Sumatera bagian utara sudah senilai Rp 25 miliar. Bantuan yang didistribusikan berbentuk natura, seperti keperluan dapur umum, pembiayaan sumber daya manusia, dan bantuan lainnya.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/12/03/fec564e9-2ae3-497f-971f-1d2035658a1c_jpg.jpg)
Sampai saat ini, menurut Saifullah, sudah ada sekitar 30 dapur umum mandiri yang dibangun oleh masyarakat dan yang dibuat oleh Kementerian Sosial bekerja sama dengan dinas sosial setempat. Adapun bantuan bisa dikirimkan dari Jakarta dan dari gudang-gudang Kemensos yang tersebar di beberapa wilayah rawan bencana.
Kemensos juga akan memberikan santunan kepada korban bencana yang meninggal atau luka-luka. Ahli waris korban meninggal akan mendapat santunan Rp 15 juta, sedangkan korban luka berat mendapatkan Rp 5 juta.
Penyaluran santunan dilakukan setelah pendataan dan penilaian. Selain itu, ke depan, Kementerian Sosial juga akan melanjutkan dengan program pemberdayaan untuk membantu warga bangkit kembali.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/12/01/0359e1e88593428d4e562f8478bec781-IMG_20251201_WA0021.jpg)
Selain itu, BNPB juga akan menyiapkan hunian sementara (huntara) untuk korban bencana. ”Itu sudah menjadi bagian dari perencanaan BNPB untuk menyiapkan huntara dan tentu nanti hunian tetapnya. Saya kemarin mendengar beliau sudah melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah, maupun dengan Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian Perumahan, untuk melakukan identifikasi dan perencanaan pembuatan hunian sementara,” tambah Saifullah.
Sebelumnya, Sekretariat Kabinet melalui unggahannya mencatat penanganan bencana di Aceh Tamiang terus dipercepat. Pemulihan akses jalur darat sedang dan terus dilakukan.
Seiring jalur jalan yang bisa diakses, bahan bakar minyak dari Pertamina dan alat berat dari Kementerian Pekerjaan Umum mulai mengalir. Unggahan itu pun menampilkan rekaman iringan mobil tangki Pertamina dan alat berat bergerak menembus jalan yang masih digenangi banjir.
BNPB mencatat, pembersihan jalur terus dilakukan dengan target pada Rabu jalur sudah bisa dilalui 100 persen. Material yang masih menumpuk di pinggir jalan pun akan dibersihkan.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/06/06/3716df14-cd0e-4d12-b3db-f308d6af6a6e_jpg.jpg)
Sebelumnya, Selasa (2/11/2025) sore, Presiden Prabowo Subianto menerima Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Ahmad Muzani di Istana Merdeka, Jakarta. Pada pertemuan tersebut, keduanya membahas sejumlah isu nasional, termasuk perkembangan penanganan bencana di tiga provinsi yang terdampak bencana, yaitu Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
”Beliau melihat langsung musibah yang terjadi di Sumatera Utara, Aceh, dan Sumatera Barat. Beliau melihat langsung kerusakan dari musibah tersebut. Beliau melihat langsung kerugian yang didapatkan akibat dari bencana tersebut. Beliau juga melihat langsung pengungsi dan masyarakat yang terdampak akibat dari musibah tersebut,” ujar Muzani kepada awak media seusai pertemuan.
Menurut Muzani, Presiden memberikan perhatian penuh terhadap pemulihan kondisi di tiga provinsi tersebut. Fokus penanganan mencakup pemenuhan kebutuhan warga, percepatan pemulihan sosial ekonomi, dan perbaikan infrastruktur yang terputus akibat bencana.
Koordinasi lintas kementerian dan lembaga dilakukan untuk mempercepat pemulihan. Salah satunya memastikan pemulihan jaringan listrik dan pasokan BBM berjalan optimal. ”Bahkan, dirut PLN, dirut Pertamina, sudah dikerahkan untuk memulihkan kondisi listrik, suplai bahan bakar di sana agar normal,” kata Muzani.
Penulis:
Nina Susilo, Iqbal BasyariEditor:
Cyprianus Anto SaptowalyonoPenyelaras Bahasa:
Hibar Himawan