Allegri Bangkitkan Mentalitas Petarung AC Milan

Allegri telah menyulap performa AC Milan. Mereka menjelma tim dengan pertahanan terbaik, dibuktikan dengan kemenangan atas Napoli. Performa itu setara ”scudetto”.

29 Sep 2025 14:39 WIB · Olahraga

Oleh Yulvianus Harjono

Dengan menumbalkan permainan indah, Massimiliano Allegri menghidupkan kembali spirit petarung dan mental pemenang pada skuad AC Milan. Soliditas yang lama menghilang pada ”I Rossoneri” itu terlahir kembali saat mereka mengalahkan juara bertahan Napoli, 2-1, pada laga Liga Italia, Senin (29/9/2025) dini hari WIB.

Kemenangan Milan itu terasa bak anomali. Tuan rumah sebetulnya kalah segalanya dalam kualitas pemain. Mereka tidak punya bomber tajam, bahkan harus memasang Christian Pulisic sebagai tandem striker belia, Santiago Gimenez, di depan. Padahal, Pulisic sejatinya adalah gelandang atau pemain sayap.

Tak hanya itu, Milan bahkan harus bermain dengan sepuluh orang sejak menit ke-57 setelah Pervis Estupinan diusir wasit. Kartu merah sang bek sayap kiri menunjukkan masih hijaunya skuad Milan, yaitu dengan rata-rata usia pemain adalah 26,5 tahun. Rerata usia skuad itu jauh lebih muda dibandingkan Napoli (28,2 tahun) dan Inter Milan (28,5 tahun), dua tim kandidat teratas juara Liga Italia musim ini.

Namun, kekurangan itu ditutupi mentalitas dan permainan solid yang dibawa Allegri, pelatih spesialis juara dengan enam scudetto (gelar juara Serie A). ”Apa yang kami lakukan hari ini sangat menakjubkan. Pelatih (Allegri) mampu memaksimalkan potensi pemain. Kami punya kualitas dan itu terlihat di lapangan,” ujar Pulisic yang mencetak satu gol dan satu asis pada laga itu.

Bek AC Milan, Zachary Athekame (kiri), memenangi perebutan bola atas bek Napoli, Miguel Gutiérrez, pada laga Liga Italia di Stadion San Siro, Milan, Senin (29/9/2025) dini hari WIB. Milan menang, 2-1.

Kemenangan itu memang tak terlepas dari pengaruh Allegri, pelatih yang membawa Milan meraih scudetto pada musim 2010-2011. Hal pertama yang dibenahinya ketika kembali ke Milan adalah pertahanan. Ia mengubah sistem permainan Milan yang hampir satu dekade terakhir lebih mengedepankan penguasaan bola.

Pola formasi tiga bek tengah dan dua bek sayap yang sukses dipakainya di Juventus, satu dekade lalu, diterapkan di Milan. Meskipun kalah pada laga pekan pembuka musim ini, yaitu 1-2 dari Cremonese, para pemain Milan mampu beradaptasi dengan cepat. Setelah itu, mereka selalu menang dalam lima laga beruntun di berbagai ajang, termasuk melawan Napoli.

Quote

Kehadiran dia (Modric) di depan pertahanan menambah kualitas kami. Dia lebih banyak merebut kembali bola dengan intersepsi, alih-alih agresivitas. Di sinilah dia sangat berharga. — Massimiliano Allegri -

Dari rangkaian kemenangan itu, kinerja pertahanan mereka yang terlihat paling mencolok. Gawang Milan tiga kali clean sheet alias tidak kebobolan, yaitu melawan Lecce, Bologna, dan Udinese. Sepanjang musim ini, gawang mereka hanya kebobolan tiga gol atau rerata 0,5 gol per laga. Kinerja pertahanan itu jauh lebih baik, misalnya, dibandingkan musim lalu yang mencapai 1,1 gol per laga di Liga Italia.

Kinerja pertahanan Milan, sejauh ini, adalah nomor dua yang terbaik di Liga Italia Serie A. Hanya AS Roma asuhan pelatih baru Gian Piero Gasperini yang kebobolan lebih sedikit, yaitu hanya satu gol dari lima laga. ”Kami banyak berkorban, terutama dalam pertahanan setelah kartu merah (pada laga melawan Napoli),” ujar Pulisic mengungkap rahasia di balik soliditas Milan saat ini.

Ekspresi Pelatih AC Milan Massimiliano Allegri saat timnya menghadapi Napoli pada laga Liga Italia di Stadion San Siro, Milan, Senin (29/9/2025) dini hari WIB. Milan menang, 2-1.

Berkat soliditas itu, selain mengalahkan Napoli, Milan merebut puncak klasemen sementara. Mereka memuncaki Serie A musim 2025-2026 dengan 12 poin, unggul selisih gol atas Napoli dan Roma yang masing-masing berada di peringkat kedua dan ketiga. ”Anak-anak bermain bagus, tapi ini hanya permulaan,” ujar Allegri meredam ekspektasi juara seperti dikutip Football-Italia.

Meskipun Allegri enggan berbicara scudetto, sejarah memihak Milan jika mereka mampu menjaga konsistensinya. Mereka bisa fokus menjalani Serie A karena tak tampil di kompetisi Eropa. Maka, perjalanan mereka bisa serupa Napoli yang menjadi juara musim lalu bersama Antonio Conte. Saat itu, mereka juga absen dari kompetisi antarklub Eropa.

Selain itu, sejarah mencatat, juara Serie A lebih sering ditentukan dari kualitas pertahanan, alih-alih serangan. Dalam lima musim terakhir Serie A, empat musim dijuarai tim-tim dengan pertahanan terbaik. Hal itu, salah satunya, dialami Milan asuhan Stefano Pioli pada musim 2021-2022. Saat itu, Milan menjadi tim dengan pertahanan terbaik, bersama Napoli. Gawang mereka hanya kebobolan 31 gol dari 38 laga.

Pertanyaannya kemudian, mengapa kinerja pertahanan Milan bisa meningkat drastis musim ini? Padahal, mereka nyaris tidak punya bek tengah, bek sayap, ataupun kiper yang menonjol. Musim ini, mereka bahkan tidak menambah amunisi yang signifikan di sektor pertahanan. Di sektor itu, hanya transfer Estupinan dari Brighton & Hove Albion yang paling terlihat.

Gelandang veteran AC Milan, Luka Modric, merayakan kemenangan timnya atas Napoli pada laga Liga Italia di Stadion San Siro, Milan, Senin (29/9/2025) dini hari WIB. Milan menang, 2-1.

Maka, pertanyaan itu terjawab di lini tengah. Inilah sektor yang mengalami perubahan drastis dengan kehadiran dua bintang kaya pengalaman, Luka Modric dan Adrien Rabiot. Dua pemain veteran itu tampak dominan dan menjadi aktor di balik kemenangan Milan atas Napoli.

Modric, meskipun sudah berusia hampir 40 tahun, menunjukkan peran vital, terutama dalam pertahanan Milan. Fotmob mencatat, sang playmaker menjadi pemain yang paling banyak melakukan intersepsi, yaitu lima kali, pada laga versus Napoli. Ia juga tercatat tujuh kali merebut bola. Angka ball recovery itu setara Rabiot, gelandang bertahan yang didatangkan dari Marseille.

”Milan memiliki lini tengah terbaik. Modric dan Rabiot, ketika menguasai bola, selalu tahu apa yang harus mereka lakukan,” ujar Arrigo Sacchi, mantan pelatih Milan, memuji kedua pemain veteran itu.

Tak heran, Milan mampu menang meskipun statistik permainannya tertinggal dari Napoli. Mereka mampu meredam agresivitas Napoli meskipun kalah penguasaan bola, 64 persen berbanding 36 persen. Pertahanan Milan juga bergeming meskipun dihujani 19 tembakan lawan dengan 7 di antaranya mengarah ke gawang. Satu-satunya kebobolan mereka pada laga itu tercipta dari penalti yang dieksekusi Kevin De Bruyne.

Statistik laga AC Milan versus Napoli pada laga Liga Italia di Stadion San Siro, Milan, Senin (29/9/2025) dini hari WIB. Milan menang, 2-1.

”Kehadiran dia (Modric) di depan pertahanan menambah kualitas kami. Dia lebih banyak merebut kembali bola dengan intersepsi, alih-alih agresivitas. Di sinilah dia sangat berharga,” ujar Allegri memuji kerelaan Modric bermain lebih bertahan.

Konsistensi Milan selanjutnya akan diuji Juventus pada laga Minggu (5/10/2025). Laga ini sekaligus menjadi reuni bagi Allegri yang meninggalkan Juve pada 2024. (AP)

Klasemen sementara Liga Italia hingga Senin (29/9/2025) dini hari WIB.


Kerabat Kerja

Penulis:

Yulvianus Harjono
 | 

Editor:

Yulvianus Harjono
 | 

Penyelaras Bahasa:

Nur Adji