Inter Milan menjamu Sassuolo di laga Serie A berbekal kemenangan 2-0 atas Ajax di Liga Champions. Performa solid itu diharapkan berlanjut di Giuseppe Meazza.
21 Sep 2025 08:14 WIB · Olahraga
MILAN, SABTU — Faktor terpenting yang digarisbawahi Cristian Chivu saat Inter Milan mengalahkan Ajax Amsterdam 2-0 dalam laga pertama fase liga pada Liga Champions adalah kedewasaan skuad Nerazzurri. Marcus Thuram dan kawan-kawan mampu tetap tenang dalam situasi penuh tekanan menyusul dua kekalahan di Serie A Italia, 1-2 dari Udinese, dan 3-4 dari Juventus.
Kini, Inter memburu titik balik, mereplika performa di Johan Cruyff Arena itu, dalam laga kontra Sassuolo di Stadion Giuseppe Meazza, Minggu waktu Milan, atau Senin (22/9/2025) mulai pukul 1.45 WIB.
”Kami bermain dengan kedewasaan, dengan tekad dan jati diri, dan kami menang, itu yang terpenting,” ujar Chivu seusai laga kontra Ajax.
Kemenangan itu sangat krusial karena Inter baru saja menelan dua kekalahan di Liga Italia, saat menjamu Udinese, dan tandang ke markas Juventus. Nerazzurri pun menjadi sorotan, mulai dari formasi permainan Chivu yang kurang mulus, serta performa kiper Yann Sommer yang dinilai terlalu mudah melakukan kesalahan.
Di tengah kritik yang semakin pedas itu, skuad Nerazzurri menjawab dengan performa solid di Amsterdam, melalui dua gol Marcus Thuram yang semuanya asis Hakan Calhanoglu. Selain itu, Sommer yang semula akan diistirahatkan dan diganti dengan Josep Martinez tampil solid, terutama saat menepis bola sepakan Mika Godts dengan kaki kirinya, sehingga tidak menggetarkan jala gawang Inter.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/09/21/07ebaa77bbfd3f0beb7c1788c7139774-1000011841.jpg)
Ini penyelamatan krusial karena seandainya Godts mencetak gol, Inter akan tertinggal 0-1 dan hasil akhir bisa berbalik 180 derajat.
”Jika itu masuk, kedudukan 1-0 untuk mereka dan kami tandang di sini, itu tidak mudah. Itu penyelamatan penting untuk Yann dan dia sangat membantu kami dalam situasi itu,” ujar pemain bertahan Inter, Manuel Akanji.
Bagi Sommer, penyelamatan di Ajax menjadi jawaban atas kepercayaan Chivu yang tetap memainkan dirinya meskipun sebagian suporter Nerazzurri mulai menjadikan kiper Swiss itu sebagai kambing hitam atas dua kekalahan di Serie A. Chivu menilai kekalahan Inter merupakan beban kolektif, dan tidak bisa ditimpakan semuanya kepada Sommer.
”Menurut saya, tidak benar menyalahkan Yann Sommer dan menimpakan kesalahan kepada dirinya. Yann pemain penting bagi kami, dia tampil sangat bagus tahun lalu. Saya tidak akan mengganti dia hanya karena para suporter menginginkan itu,” kata Chivu dikutip La Gazzetta dello Sport.
Namun, dalam laga kontra Sassuolo, ada peluang Chivu mengistirahatkan Sommer dan menurunkan Josep Martinez di bawah mistar. Kiper asal Spanyol itu tampil bagus di laga Copa Italia, dan berpotensi diuji dalam laga Liga Italia. Mengistirahatkan Sommer setelah kontribusi solid di kandang Ajax tidak akan mengusik atmosfer internal tim.
Perubahan posisi kiper ini juga menjadi langkah Chivu mengonfirmasi masalah utama Inter yang mudah kemasukan gol di pengujung laga, seperti dua gol Juventus. Selain itu, dia juga perlu membenahi lini pertahanan yang sering salah dalam mengantisipasi pergerakan lawan.
”Kita perlu menyadari, masalah kami belum hilang,” kata Chivu.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/09/21/39e178a5f3c7f12079dc26a7a50d9333-1000011838.jpg)
”Seperti yang saya katakan, kadang ketika sesuatu tidak sesuai dengan harapan Anda dalam beberapa pertandingan, Anda bisa langsung bangkit dalam laga berikutnya,” kata Chivu.
Faktor kunci yang bisa membawa Inter bangkit adalah kedewasaan dalam menghadapi situasi sulit sehingga bisa mempertahankan atmosfer positif di dalam tim. Hal itu sudah mereka tunjukkan di kandang Ajax, dan kini perlu kembali mereka tunjukkan di Giuseppe Meazza saat menjamu Sassuolo.
Pada laga keempat Liga Italia ini, kapten tim Lautaro Martinez dipastikan oleh Chivu bisa kembali tampil setelah cedera punggung. Dia sudah kembali berlatih, dan kondisinya siap untuk kembali memimpin lini serang bersama Thuram, dan ada potensi Pio Esposito juga diturunkan. Striker berusia 20 tahun itu tampil bagus dalam laga kontra Ajax sebagi duet Thuram.
”Lautaro sudah berlatih dan membuat dirinya bisa dimainkan, sama seperti yang dia lakukan pada Rabu di Belanda. Seorang kapten harus melakukan itu, memahami kondisi sulit, dan Lautaro tidak pernah mundur. Padahal, pada Rabu dia bahkan tidak bisa berjalan, tetapi dia membuat dirinya bisa bermain, dan saya yakin, jika saya memerlukan dia, dia akan bersedia bermain,” ujar Chivu dalam konferensi pers menjelang laga kontra Sassuolo.
”Dia sudah menjalani terapi dalam beberapa hari terakhir dan dia sekarang bisa dimainkan,” kata Chivu.
Pelatih asal Romania itu juga membuka peluang untuk memainkan Esposito yang menunjukkan kelasnya dalam debut di Liga Champions, awal pekan ini. Pemain muda itu menjadi duet serasi Thuram, di saat Lautaro Martinez diistirahatkan karena cedera punggung.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/09/21/c17166f659208f96c3e63300796ed5e6-Netherlands_Soccer_Champions_League_1_.jpeg)
”Dia pemain berbakat dan sangat ingin bermain. Dia tahu di mana posisinya, saya senang dengan cara dia menunjukkan dirinya setiap hari dalam latihan. Rekan-rekan setimnya melakukan hal yang sama, dan saya senang memiliki para pemain ini dalam daftar pemain saya. Pio mendapatkan tempatnya tanpa saya harus mengatakan apa pun dalam keputusan. Dia menunjukkan itu kepada semua orang, termasuk rekan-rekan setimnya yang sangat menyayangi dia,” kata Chivu.
Pilihan lini depan yang lengkap ini membuat Chivu leluasa dalam meracik formasi permainan untuk meraih tiga poin. Inter sangat memerlukan kemenangan, karena posisi mereka di klasemen Liga Italia jauh di bawah, di posisi ke-11 dengan tiga poin. Mereka perlu segera bangkit supaya tidak tertinggal semakin jauh dari Napoli yang bertengger di puncak klasemen, yang mengumpulkan sembilan poin, sama dengan Juventus di posisi kedua.
Meskipun Inter dalam momentum pisitif setelah menang di kandang Ajax, konsistensi belum ditunjukkan oleh Inter. Oleh karena itu, Thuram mengingatkan rekan-rekannya agar selalu memberikan yang terbaik karena mereka adalah Internazionale Milan. Dalam laga di Giuseppe Meazza melawan Sassuolo, para suporter akan menggugah jati diri Thuram dan kawan-kawan untuk memetik kemenangan.
”Kami tidak beruntung dalam dua laga terakhir, tetapi kami tahu siapa kami, apa yang kami mampu dan kami menunjukkan itu malam ini,” ujar Thuram seusai melawan Ajax.
Striker asal Perancis itu menilai performa Inter di kandang Juventus dan Ajax juga sangat solid. Namun, dalam laga kontra Ajax, mereka melakukan pembenahan dalam bertahan sehingga ketajaman di lini depan, sempurna dengan gawang yang bersih. Fondasi solid itu perlu dipertahankan, bahkan masih bisa ditingkatkan.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/09/21/6406d556122958f6248c8684766254ac-1000011839.jpg)
”Ya, sama dengan yang kami tunjukkan saat melawan Juve dan hari ini. Kami memiliki fondasi yang kuat, tetapi Anda selalu bisa meningkatkan itu dan masing-masing dari kami bisa menjadi lebih baik. Kami akan berusaha melakukan itu pada Minggu (kontra Sassuolo),” tegas Thuram.
Sassuolo yang dibela oleh bek Indonesia, Jay Idzes, bukanlah lawan mudah bagi Inter. Dalam 22 pertemuan mereka di Serie A, mereka imbang dengan masing-masing 10 kali menang dan dia kali imbang. Bahkan, dalam pertemuan terakhir pada 4 Mei 2024, Inter kalah 0-1.
Sassuolo selalu tampil ulet dan gigih, terutama saat melawan klub besar. Skuad asuhan Fabio Grosso ini juga dalam momentum bagus setelah menang atas Lazio dalam laga ketiga Serie A. Mereka sangat cepat dalam transisi serangan balik yang menuntut konsentrasi para pemain bertahan Inter.
Penulis:
Agung SetyahadiEditor:
Prasetyo Eko PrihanantoPenyelaras Bahasa:
Lucia Dwi Puspita Sari