Masih Sempurna, Napoli Mulai Berjarak di Puncak Klasemen

Belum ada tim yang mampu mengusik Napoli di Liga Italia. Namun, ujian sebenarnya baru akan dijalani Napoli kontra AC Milan akhir pekan nanti.

23 Sep 2025 10:07 WIB · Olahraga

Oleh Muhammad Ikhsan Mahar

NAPLES, SELASA — Musim ini, Napoli memberikan sinyal kuat bahwa skuad mereka lebih kuat dan telah berkarakter juara. ”Si Keledai Kecil” masih mampu konsisten menang hingga pekan keempat Liga Italia musim ini. Mereka mulai membuka jarak dalam perburuan capolista alias puncak klasemen.

Napoli menang 3-2 atas tim promosi, Pisa, Selasa (23/9/2025) dini hari WIB, di Stadion Diego Armando Maradona. Hasil itu membawa Kevin de Bruyne dan kawan-kawan menggeser Juventus dari peringkat pertama. Napoli sudah unggul dua poin dari Juventus.

Catatan itu membuat Napoli bisa lebih dulu menguasai klasemen dibandingkan musim lalu. Saat meraih scudetto atau gelar juara Liga Italia 2024-2025, Pelatih Napoli Antonio Conte baru membawa skuadnya ke pucuk klasemen pada pekan keenam.

Saat melawan Pisa, Conte merayakan tiga gol yang dicetak anak-anak asuhannya, yaitu Billy Gilmour (menit ke-39), Leonardo Spinazzola (73’), dan Lorenzo Lucca (82’). Dua gol dari tim tamu dihasilkan oleh M’Bala Zola melalui eksekusi penalti saat laga berjalan satu jam, kemudian Lorran mencetak gol kedua timnya pada menit ke-90.

Conte mengakui, meskipun status dan kualitas kedua tim bak bumi dan langit, Pisa memberikan perlawanan sulit bagi Napoli. Ia merasakan permainan Pisa yang memiliki pertahanan kokoh dan kerap mengancam melalui serangan balik cepat.

Penyerang Napoli, Rasmus Hojlund (tengah), berupaya melewati kiper Pisa pada laga Liga Italia di Stadion Diego Armando Maradona, Naples, Selasa (23/9/2025) dini hari WIB. Napoli menang, 3-2.

”Tidak pernah mudah menghadapi tim seperti mereka (Pisa). Sebab, mereka sangat mengandalkan kekuatan fisik yang dibarengi intensitas besar dan memiliki kecepatan,” kata Conte kepada Sky Sport Italia.

Dua kegagalan Napoli mempertahankan bola menjadi awal terciptanya dua gol tim tamu. Walaupun bermain di bawah tekanan pada masa tambahan waktu babak kedua, Napoli mampu memastikan tiga poin penting.

”Kami puas memulai kompetisi dengan empat kemenangan. Ini adalah tambahan tenaga luar biasa untuk mengarungi musim yang sangat berimbang,” kata Conte, pemilik juara Liga Italia dengan tiga tim berbeda, yakni Juventus, Inter Milan, dan Napoli.

Selain unggul dua poin dari Juventus, Napoli juga berjarak tiga poin dari AC Milan dan AS Roma. Adapun Inter masih tertahan di posisi kesepuluh dengan koleksi enam poin dari empat laga.

Tren menang di awal musim ini sejatinya belum menjadi penanda Napoli bisa melanjutkan superioritas mereka seperti musim lalu. Ketika merengkuh scudetto keempat dalam sejarah klub atau pertama bersama Conte, Napoli memimpin klasemen dalam 21 pekan.

Klasemen sementara Liga Italia hingga Selasa (23/9/2025).

Pada permulaan edisi 2025-2026, rekor sempurna Napoli belum dibalut duel menghadapi tim-tim papan atas Italia. Sassuolo, Cagliari, Fiorentina, dan Pisa berada satu tingkat di bawah Si Keledai Kecil.

Tantangan sebenarnya Napoli baru akan tersaji pada pekan kelima. Mereka akan bertandang ke markas AC Milan, Stadion San Siro, Senin (29/9/2025) dini hari WIB.

Sempat memulai kompetisi dengan buruk akibat dipecundangi tim promosi, Cremonese, ”Si Merah Hitam” sudah menunjukkan perjalanan positif di bawah kendali Massimiliano Allegri. Mereka mengoleksi tiga kemenangan beruntun dan nirbobol.

Quote

Musim ini baru dimulai. Kami fokus dari satu laga ke laga lainnya.

Selain belum berjumpa tim besar, Napoli juga harus membagi konsentrasi untuk mempertahankan gelar liga dan tampil di kompetisi kontinental. Conte menyebut Napoli masih dalam tahap adaptasi di musim ini.

Mantan pelatih tim nasional Italia itu menganggap skuad Napoli membutuhkan penyesuaian untuk membagi fokus pada kompetisi domestik dan Liga Champions Eropa. Napoli tidak bermain di Eropa pada musim lalu sehingga bisa fokus di Liga Italia dan menjadi juara.

Pelatih Napoli Antonio Conte (kanan) memberikan instruksi ke pemainnya, Billy Gilmour, pada laga Liga Italia di Stadion Diego Armando Maradona, Naples, Selasa (23/9/2025) dini hari WIB. Napoli menang, 3-2.

”Klub lain secara sistematis telah terbiasa menjalani kompetisi di Eropa, sedangkan kami tidak. Bermain tiga atau empat hari menghadirkan tekanan kepada fisik dan mental yang beberapa pemain kami belum terbiasa,” kata Conte.

Kedalaman skuad

Di tengah keraguan Conte, pemain-pemain cadangan Napoli membuktikan mereka bisa diandalkan. Gilmour menjalani laga pertama sebagai pemain inti di musim ini.

Kepercayaan itu dibalas pemain asal Skotlandia itu dengan sebuah gol. Penyerang anyar Napoli, Lucca, juga membuktikan dirinya bisa menjadi pelapis bagi Rasmus Hojlund, juga Romelu Lukaku yang tengah cedera. Penyerang Italia berusia 25 tahun itu akhirnya bisa membuka keran gol bersama Napoli.

Conte pun sangat emosional menyambut gol Lucca yang direkrut dari Udinese. Ia berlari mengejar sang pemain yang merayakan gol di sisi lapangan. Conte melompat untuk memeluk penyerangnya itu.

Ia masuk pada menit ke-78 untuk mengganti Hojlund. Gol Lucca adalah satu-satunya tembakan yang dihasilkannya pada laga itu.

Penyerang Napoli, Lorenzo Lucca (kanan) dan rekan setimnya, Giovanni Di Lorenzo, merayakan gol ke gawang Pisa pada laga Liga Italia di Stadion Diego Armando Maradona, Naples, Selasa (23/9/2025) dini hari WIB. Napoli menang, 3-2.

”Saya sangat senang memberikan tiga poin yang penting di kandang. Kami tahu kami tim yang kuat, tetapi kami harus meningkatkan diri pekan demi pekan untuk melanjutkan tren kemenangan ini,” kata Lucca dilansir Corriere dello Sport.

Lucca menyebut Conte tidak memberikannya instruksi khusus. Ia hanya diminta untuk membantu tim memastikan koleksi tiga poin. ”Musim ini baru dimulai. Kami fokus dari satu laga ke laga lainnya,” ujarnya.

Sementara Pisa masih tertahan di peringkat ke-19 dengan koleksi hanya satu poin. Pisa merupakan salah satu dari enam tim tersisa yang belum mencatatkan kemenangan di Liga Italia musim ini.

Meskipun gagal membawa pulang poin dari Naples, markas juara bertahan, Pelatih Pisa Alberto Gilardino bangga dengan kerja keras timnya. Menurut dia, skuad Pisa telah mengaplikasikan rencana permainan dengan apik.

”Ambisi kami adalah datang ke Naples dan bermain dengan pendekatan khas kami. Pemain memenuhi instruksi saya dengan kemampuan terbaik mereka. Kami mengkreasi beberapa peluang mencetak gol sebab tidak semua tim bisa melakukan itu melawan Napoli,” ujar Gilardino. (AFP)


Kerabat Kerja

Penulis:

Muhammad Ikhsan Mahar
 | 

Editor:

Yulvianus Harjono
 | 

Penyelaras Bahasa:

Hibar Himawan