Alwi Farhan Mewujudkan Keinginan di Korea Terbuka

Hasil baik didapat atlet Indonesia pada perempat final turnamen Korea Terbuka. Semua wakil lolos ke semifinal.

26 Sep 2025 18:31 WIB · Olahraga

Oleh Yulia Sapthiani

 

SUWON, JUMAT — Sebanyak lima perempat finalis Indonesia pada turnamen bulu tangkis Korea Terbuka 2025 menaikkan status mereka menjadi semifinalis. Dua di antara mereka akan saling bertemu dalam pertandingan yang dinanti penggemar bulu tangkis Indonesia, yaitu Alwi Farhan melawan Jonatan Christie.  

Alwi dan Jonatan akan bertemu di Suwon Gymnasium, Korea Selatan, Sabtu (27/9/2025). Mereka akan tampil bersama Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah, Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri, dan Putri Kusuma Wardani.

Berkat semifinal Alwi melawan Jonatan, Indonesia dipastikan akan memiliki wakil pada final nomor tunggal putra. Salah satu di antara mereka akan bertemu Anders Antonsen atau Chou Tien Chen di final.

Pertemuan dengan Jonatan adalah cita-cita yang menjadi kenyataan bagi Alwi. Dia pernah menyatakan keinginan itu menjelang turnamen Indonesia Terbuka di Jakarta pada Juni lalu. Undian memungkinkan keduanya berjumpa di perempat final dan itu hampir terwujud, tetapi Alwi dan Jonatan tersingkir pada babak kedua.

Tiga bulan setelah momen Indonesia Terbuka, keinginan Alwi akhirnya akan terwujud. ”Akhirnya saya bertemu idola di pertandingan resmi, bertemu Koh Jonatan. Siapa pun yang menang, untuk Indonesia,” kata Alwi.

Wakil Indonesia, Alwi Farhan, melakukan smes saat melawan Weng Hong Yang (China), pada laga babak perempat final tunggal putra Korea Terbuka 2025 di Suwon, Korsel, Jumat (26/9/2025). Alwi menang, 4-21, 21-16, 21-17.

Alwi lolos ke semifinal setelah mengalahkan Weng Hong Yang, 4-21, 21-16, 21-17. Adapun Jonatan menghentikan langkah Kenta Nishimoto 21-14, 21-8, pemain yang mengalahkan Anthony Sinisuka Ginting pada babak kedua.

Juni lalu, Alwi bercerita, semasa kecil, dia sering menonton Jonatan melalui TV. Momen lain yang berkesan adalah ketika Jonatan membantu pelatih tunggal putra pelatnas, Indra Widjaja, mendampingi Alwi di belakang lapangan pada kejuaraan beregu campuran Piala Sudiman, di Xiamen, China 27 April-4 Mei.

Dukungan Jonatan, sebagai kapten tim Indonesia, membantu Alwi memenangi dua pertandingan, yaitu atas Antonsen (Denmark) pada penyisihan grup dan Cho Geonyop (Korea Selatan) di semifinal. Namun, Indonesia kalah dari Korea Selatan 2-3 di semifinal.

Quote

Alhamdulillah, saya bisa bangkit pada dua gim berikutnya.

Setelah Piala Sudirman, Jonatan mengundurkan diri dari pelatnas untuk menjadi atlet independen. Alwi pun mendapat ”tongkat estafet” dari seniornya sebagai tunggal putra nomor satu pelatnas berdasarkan posisi dalam daftar peringkat dunia.

Pelatnas memang masih memiliki Anthony sebagai yang paling senior, berdasarkan usia dan pengalaman, di tunggal putra. Akan tetapi, karena absen enam bulan dari turnamen (cedera bahu kanan), Anthony kehilangan banyak poin peringkat sehingga posisinya disalip Alwi sejak Mei.

Wakil Indonesia, Alwi Farhan (kanan), bersalaman dengan Weng Hong Yang (China) seusai laga babak perempat final tunggal putra Korea Terbuka 2025 di Suwon, Korsel, Jumat (26/9/2025). Alwi menang, 4-21, 21-16, 21-17.

Saat ini, berdasarkan daftar peringkat yang terakhir dikeluarkan BWF pada 23 September, Alwi menempati posisi ke-21, di bawah Jonatan (6) dan di atas Anthony (75). Di antara Alwi dan Anthony, ada tiga tunggal putra Indonesia lainnya.

Pertemuan Alwi dan Jonatan yang akan berlangsung untuk pertama kalinya ini disambut antuasias penggemar bulu tangkis di Indonesia. Di media sosial, mereka berharap kedua pemain bisa mengeluarkan kemampuan terbaik agar terjadi pertandingan menarik.

Sebelum mencapai semifinal di Suwon, Alwi pernah mencapai semifinal lain dalam turnamen BWF World Tour, yaitu ketika menjuarai Macau Terbuka. Akan tetapi, level Macau Terbuka berada di bawah Korea Terbuka, yaitu Super 300.

Untuk bisa mengalahkan Jonatan atau setidaknya memberi perlawanan ketat, Alwi harus mempercepat adaptasi dengan kondisi lapangan. Saat menjalani perempat final, juara dunia yunior 2023 itu terlambat beradaptasi hingga tak bisa keluar dari tekanan pada gim awal.

”Kondisi lapangan cukup panas, cukup mengganggu pada gim pertama, adaptasi saya terlambat. Sementara Weng Hong Yang sudah memegang kendali permainan dari awal. Alhamdulillah, saya bisa bangkit pada dua gim berikutnya,” tutur Alwi yang menang untuk ketiga kalinya dari empat pertemuan atas pemain China itu.

Alwi Farhan tersingkir pada babak pertama turnamen China Masters di Shenzhen Arena, Rabu (17/9/2025). Alwi kalah dari pemain tuan rumah, Li Shi Feng, 16-21, 9-21.

Jonatan tak asing dengan atmosfer persaingan semifinal turnamen Super 500, bahkan yang lebih tinggi. Tujuh gelar BWF World Tour didapat dari semua level, yaitu Super 300, 500, 750, dan 1000.

Meski demikian, atlet berusia 28 tahun itu harus menanti lama untuk kembali ke semifinal, yaitu sejak mencapai final Indonesia Masters di Jakarta, pada Januari. ”Puji Tuhan bisa ke semifinal, penantian yang cukup panjang untuk saya. Terlebih lagi sempat ada cedera yang sangat mengganggu, tapi pelan-pelan kondisinya mulai pulih, mulai dapat momentum lagi dan kepercayaan diri bisa timbul,” kata Jonatan.

Peluang Amri/Nita

Selain Alwi, kesempatan langka untuk tampil pada semifinal turnamen Super 500 akan dirasakan juga oleh Amri/Nita. Mereka mendapatkan tiket semifinal setelah mengalahkan unggulan keempat asal China, Guo Xin Wa/Chen Fang Hui, 11-21, 21-17, 21-16.

Hasil tersebut dan kemenangan atas unggulan lainnya, Hiroki Midorikawa/Natsu Saito (6), pada babak kedua akan menjadi bekal Amri/Nita untuk melawan ganda campuran peringkat kedua dunia, Feng Yan Zhe/Huang Dong Ping.

Amri/Nita juga memiliki pengalaman menjalani semifinal turnamen selevel, yaitu di Thailand Terbuka, pada Mei. Namun, langkah mereka dihentikan Feng/Huang.

”Feng/Huang punya fokus yang luar biasa, tidak mudah diganggu. Faktor itu yang harus kami waspadai,” kata Nita becermin dari pertemuan mereka di Thailand Terbuka dan babak kedua Malaysia Terbuka pada awal tahun.

Amri Syahnawi berusaha memukul kok sambil melakukan lunge pada pertandingan babak kedua Korea Terbuka di Suwon Gymnasium, Korea Selatan, Kamis (25/9/2025). Amri/Nita Violina Marwah mengalahkan unggulan keenam, Hidori Midorikawa/Natsu Saito 21-19, 21-14.

Sementara Amri mengatakan, dia dan Nita harus berjuang keras saat melawan Feng/Huang. ”Kami juga harus siap capai dan berani adu permainan,” ujar Amri.

Kesempatan membalas kekalahan juga didapat Putri yang akan melawan Akane Yamaguchi di semifinal. Atlet Jepang itu bahkan selalu menjadi pemain yang mengalahkan Putri dalam dua turnamen sebelumnya, yaitu di semifinal Kejuaraan Dunia dan perempat final China Masters.

Putri bisa memberi perlawanan baik saat bermain tiga gim pada Kejuaraan Dunia di Perancis, tetapi dia kalah lebih cepat, yaitu dengan skor 14-21, 11-21, saat bertemu di China Masters.

”Saya ingin memperbaiki permainan. Juga, pasti ada rasa penasaran ingin menang. Saya harus menguatkan pikiran dan tidak banyak mati sendiri,” kata Putri setelah mengalahkan wakil tuan rumah, Kim Ga-eun, 21-6, 21-15.

Di sektor ganda putra, Fajar/Fikri mendapat kesempatan untuk melangkah lebih jauh dibandingkan dengan semifinal China Masters, pekan lalu. Mereka akan berhadapan dengan Lee Jhe Huei/Yang Po Hsuan setelah mengalahkan Jin Yong/Na Sung-seung 21-13, 21-16.


Kerabat Kerja

Penulis:

Yulia Sapthiani
 | 

Editor:

Yulvianus Harjono
 | 

Penyelaras Bahasa:

Didik Durianto