Dua wakil Indonesia lolos ke semifinal Kejuaraan Asia Bulu Tangkis. Mereka adalah Fajar/Fikri dan ganda putri baru, Amallia/Fadia.
10 Apr 2026 20:39 WIB · Olahraga
Humas PP PBSI
NINGBO, JUMAT — Baru menjadi pasangan tetap sejak Januari, Amallia Cahaya Pratiwi/Siti Fadia Silva Ramadhanti masih berada pada langkah awal dalam turnamen BWF World Tour. Di Kejuaraan Asia Bulu Tangkis, ganda putri Indonesia itu berusaha meniti tangga naik dengan mencapai semifinal.
Amallia/Fadia menjadi salah satu dari tiga wakil ganda putri Indonesia yang tampil dalam Kejuaraan Asia Bulu Tangkis yang berlangsung di Ningbo Olympic Sports Centre, Ningbo, China, 7-12 April 2026. Mereka menjadi pasangan ”termuda” dibandingkan dengan Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari dan Febi Setianingrum/Rachel Alessya Rose, tetapi melangkah paling jauh.
Amallia/Fadia mencapai semifinal setelah mengalahkan unggulan keenam asal Jepang, Rin Iwanaga/Kie Nakanishi, pada perempat final, Jumat (10/4/2026). Mereka menang dengan skor 21-12, 21-16 untuk menantang ganda putri nomor satu dunia, Liu Sheng Shu/Tan Ning, di semifinal. Sementara langkah Febi/Rachel dihentikan pasangan Jepang lainnya yang menjadi unggulan kelima, Yuki Fukushima Mayu Matsumoto, dengan skor 11-21, 16-21.
Iwanaga/Nakanishi menjadi pasangan peringkat 10 besar kedua yang dikalahkan Amallia/Fadia di Ningbo. Sebelum berhadapan dengan pemain ranking ketujuh dunia tersebut, mereka menyingkirkan ganda putri Korea Selatan ranking ketiga, Lee So-hee/Baek Ha-na, pada babak kedua.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/04/10/d0ba2ec67ddaee4807f9ed963f5dcceb-WhatsApp_Image_2026_04_10_at_19.23.54.jpeg)
Ketenangan dan bisa menjaga fokus sepanjang pertandingan, kata Amallia/Fadia, menjadi kunci kemenangan atas Iwanaga/Nakansihi. Mereka pun membalas kekalahan tiga gim dalam babak kedua Swiss Terbuka, Maret.
Meski pernah berduet pada semifinal kejuaraan beregu campuran Piala Sudirman 2025 di Xiamen, China, dan terbiasa bertukar pasangan dalam latihan di pelatnas, Cipayung, Jakarta, Amallia dan Fadia baru dikukuhkan sebagai pasangan tetap sejak Januari. Mereka menjalani debut dalam kejuaraan Indonesia Masters Super 500 di Jakarta dan mencapai perempat final.
Usia pasangan Amallia/Fadia pun lebih muda dibandingkan dengan Febi/Rachel dan Febriana/Meilysa yang diduetkan sejak September 2025 sehingga tertinggal dalam peringkat dunia. Saat ini, Amallia/Fadia ada di posisi ke-53, di bawah Febriana/Meilysa (16), Febi/Rachel (22), dan Isyana Syahira Meida/Rinjani Kwinara Nastine (34).
Meskipun Fadia pernah mencapai semifinal Kejuaraan Dunia 2023 dan menjadi ganda putri ranking keempat dunia bersama Apriyani Rahayu, kini dia harus melangkah kembali dari bawah. Amallia/Fadia masih lebih banyak mengikuti turnamen BWF World Tour level rendah, Super 300, meski sudah bisa menembus level Super 1000 seperti ketika tampil di All England, Maret.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/04/10/2a42bec3f5c4c7c32e589dcccc85fe71-WhatsApp_Image_2026_04_10_at_17.03.31.jpeg)
Setelah Indonesia Masters, mereka mengikuti tiga turnamen Super 300, yaitu Thailand Masters, Jerman Terbuka, dan Swiss Terbuka, dengan hasil terbaik saat menjadi juara di Thailand. Maka, seperti dikatakan Fadia, dia tak menetapkan target tinggi di Kejuaraan Asia. Amallia/Fadia masih pada tahap mengukur kemampuan, terutama ketika berhadapan dengan ganda putri top dunia dalam turnamen besar. Kejuaraan Asia menjadi salah satu tes karena berlevel setara dengan ajang Super 1000.
”Menembus semifinal level Super 1000 pastinya senang karena kami baru dipasangkan. Kami ingin secepatnya bermain di level atas, semoga ini bisa menjadi batu loncatan,” kata Fadia.
Langkah Amallia/Fadia ke semifinal akhirnya hanya disamai Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri yang melewati laga sulit meski menang dua gim atas Lee Fang Chih/Lee Fang Jen (Taiwan), 21-15, 21-18. Fajar/Fikri menjadi andalan ganda putra ketika ”adik” mereka di pelatnas, Ali Faathir Rayhan/Devin Artha Wahyudi, kalah dari pasangan nomor satu dunia, Kim Won-ho/Seo Seung-jae (Korea Selatan) 18-21, 16-21.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/04/10/7684d4b101f71db348043fcf6de801b8-WhatsApp_Image_2026_04_10_at_19.00.36.jpeg)
”Kami tahu pola permainan lawan sangat baik, terutama dalam pertahanan yang solid. Mereka mengalahkan pasangan Indonesia lain (Sabar Karyaman Gutama/Mohammad Reza Pahlevi Isfahani) sehingga kami terus mempelajari kelemahan dan kelebihan mereka. Senang kembali ke semifinal, tetapi kami mau fokus dan menyiapkan lagi untuk laga semifinal,” kata Fajar.
Sementara wakil dari nomor tunggal akhirnya tidak tersisa ketika Jonatan Christie kalah dari pemain muda India, Ayush Shetty. Jonatan kalah dari pemain yang seangkatan dengan Alwi Farhan itu 21-23, 17-21.
”Dia pemain yang cukup tinggi, tingginya mungkin hampir mirip sama Viktor (Axelsen) dan masih muda. Jadi, dia punya serangan juga yang cukup baik. Beberapa kali, permainan depan dia juga sedikit menyusahkan,” komentar Jonatan tentang pemain dengan postur 195 cm tersebut.
Penulis:
Yulia SapthianiEditor:
Emilius Caesar AlexeyPenyelaras Bahasa:
FX Sukoto