BULU TANGKIS

Pelajaran yang Sama untuk Raymond/Nikolaus dan Zaki di Kejuaraan Asia

Raymond Indra/Nikolaus Joaquin dan M Zaki Ubaidillah kalah pada babak pertama Kejuaraan Asia Bulu Tangkis. Mereka kalah tiga gim dari atlet berpengalaman.

08 Apr 2026 19:44 WIB · Olahraga

Humas PP PBSI

Oleh Yulia Sapthiani

NINGBO, RABU — Punya momen yang sama, Raymond Indra/Nikolaus Joaquin dan Mohammad Zaki Ubaidillah mendapat pelajaran yang sama dalam debut mereka di Kejuaraan Asia Bulu Tangkis. Para wakil Indonesia itu harus belajar mengatasi tekanan saat pertandingan berjalan ketat hingga tiga gim.

Raymond/Nikolaus dan Zaki berstatus sama dalam kejuaraan kontinental yang berlevel sama dengan turnamen BWF World Tour Super 1000 tersebut, yaitu sebagai debutan. Mereka pun sama-sama kalah pada babak pertama dalam momen serupa saat berhadapan dengan lawan yang lebih berpengalaman.

Di Ningbo Olympic Sports Centre Gymnasium, Ningbo, China, Rabu (8/4/2026), Raymond/Nikolaus kalah dari Kang Min-hyuk/Ki Dong-ju (Korea Selatan) dengan skor 21-11, 15-21, 23-25. Menyusul kemudian, Zaki dikalahkan pemain Jepang, Koki Watanabe 21-15, 14-21, 18-21.

Dalam masa persiapan di pelatnas bulu tangkis Indonesia di Cipayung, Jakarta, sepekan sebelum kejuaraan, Raymond/Nikolaus menyatakan tekad memenangi babak pertama sebelum berbicara terlalu jauh tentang babak-babak berikutnya.

”Kami ingin buat 3-0 dulu lawan Kang/Ki,” kata Nikolaus.

Raymond Indra/Nikolaus Joaquin, wakil Indonesia, bermain pada babak pertama ganda putra Kejuaraan Asia Bulu Tangkis 2026 di Ningbo, China, Rabu (8/4/2026). Mereka kalah dari Kang Min-hyuk/Ki Dong-ju (Korea Selatan) 21-11, 15-21, 23-25.

Sebelum bertemu Kang/Ki di Ningbo di Ningbo, Raymond/Nikolaus dua kali bertemu dengan ganda putra nomor dua Korea Selatan tersebut dan selalu menang. Pertemuan itu terjadi pada perempat final Korea Masters 2025 dan babak pertama All England 2026.

Namun, tekad mencetak hattrick kemenangan atas Kang/Ki gagal diwujudkan meskipun Raymond/Nikolaus unggul lebih dulu, 17-14, pada gim ketiga. Raymond/Nikolaus bahkan tak pernah mendapat match point. Sebaliknya, Kang/Ki menang dalam match point kelima.

Chafidz Yusuf, asisten pelatih ganda putra pelatnas utama Indonesia, memberi komentar dalam akun Instagram PBSI, badminton.ina, agar para pemain itu bisa tampil lebih tenang pada poin-poin akhir dalam pertandingan lain.

”Mainnya lumayan oke, hanya hasilnya kurang maksimal. Di poin-poin terakhir, kami banyak mengangkat bola jadi kami banyak terserang,” ungkap Raymond.

Sementara Nikolaus memberi apresiasi pada Kang yang unggul dalam adu pukulan drive. Kang juga tampil baik di bagian depan lapangan hingga bisa mengontrol permainan.

Meskipun hanya berperingkat ke-22 dunia, di bawah Raymond/Nikolaus yang menempati posisi ke-13, Kang/Ki adalah atlet yang memiliki lebih banyak pengalaman dalam kejuaraan besar, terutama Kang. Atlet berusia 27 tahun tersebut menjadi juara dunia ganda putra 2023 saat berpasangan dengan Seo Seung-jae.

Mohammad Zaki Ubaidillah, wakil Indonesia, berusaha menjangkau kok dari pukulan Koki Watanabe pada babak pertama tunggal putra Kejuaraan Asia Bulu Tangkis 2026 di Ningbo, China, Rabu (8/4/2026). Zaki kalah dari pemain Jepang tersebut.

Pelajaran untuk tetap tenang pada gim penentuan juga didapat Zaki saat melawan tunggal putra Jepang berusia 27 tahun, Watanabe. Zaki memimpin pada sepanjang hampir gim ketiga saat 23 kali unggul dalam perolehan skor. Momen terakhir keunggulannya terjadi pada skor 18-17, sebelum Watanabe menyalip dan menang.

”Lawan punya keunggulan rasa tidak mau kalah yang bagus. Padahal, pada gim pertama dan ketiga, dia sudah goyah. Ini jadi pelajaran berharga buat saya untuk evaluasi lagi ke depannya,” kata Zaki yang tampil dalam Kejuaraan Asia sejak babak kualifikasi.

Dengan kekalahan Zaki, tunggal putra akan mengandalkan Alwi Farhan dan Jonatan Christie. Alwi bertahan dalam pertandingan yang juga berlangsung tiga gim saat melawan Justin Hoh (Malaysia).

Alwi sebenarnya unggul 11-5 saat interval, tetapi lawan menyalip pada pertengahan gim. Tunggal putra berusia 20 tahun itu akhirnya mendapatkan momentumnya kembali pada akhir pertandingan hingga menang 21-19, 14-21, 21-18.

Pada pertandingan sesi pagi, Jonatan menang atas pemain Malaysia lainnya, Leong Jun Hao. Juara Asia 2024 ini menang 21-13, 21-8 dan akan melawan Yudai Okimoto (Jepang) pada babak kedua.

Fajar/Fikri

Di nomor ganda putra, dua pasangan senior menang babak pertama dengan lawan yang tidak terlalu menyulitkan. Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri mengalahkan Dev Ayyappan/Dhiren Ayyappan (Uni Emirat Arab) 21-12, 21-9, sementara Sabar Karyaman Gutama/Mohammad Reza Pahlevi Isfahani menang atas Pharanyu Kaosamaang/Tanadon Punpanich (Thailand) 21-9, 21-12.

Muhammad Shohibul Fikri, wakil Indonesia, bertahan dari serangan lawan pada babak pertama ganda putra Kejuaraan Asia Bulu Tangkis di Ningbo, China, Rabu (8/4/2026). Fajar Alfian/Fikri melaju ke babak kedua.

Tantangan pada babak kedua akan jauh lebih berat ketika Fajar/Fikri harus berhadapan dengan semifinalis All England asal China, Chen Bo Yang/Liu Yi. Pada laga lain, Sabar/Reza akan melawan pasangan Taiwan yang tiga kali mengalahkannya dari lima pertemuan, yaitu Lee Fang Chih/Lee Fang Jen.

Dalam persaingan ganda putri, langkah Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari langsung terhenti ketika melawan pasangan nomor satu dunia, Liu Sheng Shu/Tan Ning. Febriana/Meilysa kalah 11-21, 19-21.

Sementara Rachel Alessya Rose/Febi Setianingrum menang atas Chang Ching Hui/Yang Ching Tun (Taiwan) 19-21, 21-9, 21-14 untuk melawan unggulan keempat pada tantangan berikutnya. Rachel/Febi akan melawan Jia Yi Fan/Zhang Shu Xian (China) pada babak kedua.


Kerabat Kerja

Penulis:

Yulia Sapthiani
 | 

Editor:

Yulvianus Harjono
 | 

Penyelaras Bahasa:

Hibar Himawan